
Diam-diam Nick mengabadikan Ayumi dan Garrett dalam handphone nya. Nick mengirimkan kepada Tn. Dominik dan Karina.
Karina yang menerima pesan singkat dari Nick ia langsung membukanya. Karina tersenyum melihat keponakan bisa tersenyum kembali dan bisa dekat dengan seorang pria. Meski dia orang yang mirip dengan Rey.
"Nick! Aku mendukung kedekatan mereka, jika ini membuat Ayumi bisa bangkit dari keterpurukan bayang-bayang Rey"
Itu balasan dari Karina untuk Nick. Dan Tn. Dominik hanya menatap foto cucunya saja. Ia hanya bisa berharap banyak kepada Garrett untuk cucu kesayangan nya.
Ayumi mulai nyaman dengan Garrett saat pria itu mengajak Ayumi bercanda dan membicarakan tentang fotografer.
Apa ini mimpi, dia hadir di hadapan ku
Batin Ayumi. Ia menatap wajah Garrett yang benar-benar seperti Rey. Dari cara berbicara, perhatian kepada nya benar-benar seperti jelmaan Rey.
Kau gadis yang luar biasa Ayumi, gadis yang berbeda dari gadis manapun , kau telah membuatku mengenal apa artinya Cinta, Aku telah jatuh cinta kepada mu Ayumi.
Batin Garrett. Andai ia bisa langsung berucap kepada Ayumi namun ia belum mampu untuk jujur akan perasaan nya.
Seorang wanita paru baya, yang masih terlihat akan cantik, ia menatap dari kejauhan. Ia tidak percaya apa yang ia lihat.
Mami Arum membeku, tertegun saat melihat orang yang benar-benar mirip dengan Rey putranya. Ia meneteskan air matanya, ingin sekali ia berlari ke sana dan memeluk putra kesayangannya yang selama ini ia rindukan.
Hampir saja mami Arum tumbang jika tidak ada Jeff di belakang nya.
"Nyonya anda baik-baik saja", ucap Jeff. Ia menuntun mami Arum untuk duduk di kursi taman yang sedikit jauh dari tempat Ayumi berada.
"Jeff, apa aku tidak salah lihat jika ia sangat mirip dengan Rey" tanya Mami Arum.
Jeff terdiam, ia menatap dari kejauhan, melihat Ayumi yang sedang bersama pria yang mirip dengan Anak bosnya. dan melihat Nick bersama mereka.
"Tidak, Nyonya!, Anda tidak salah lihat, apa kata Nick memang benar adanya, dan lihat dia ada di depan anda", jawab Jeff.
Mami Arum masih menangis, ia sangat terharu bisa melihat orang yang mirip dengan Rey. Setidaknya ia bisa mengurangi rasa rindunya terhadap Rey.
Setelah puas memandangi mereka bertiga, Mami Arum bangkit dari duduknya. "Jeff kita pulang saja, sepertinya aku tidak enak badan", seru Mami Arum.
"Tapi nyonya, anda sudah sampai disini dan apa anda butuh dokter", ucap Jeff ia tahu jika nyonya Arum tidak ingin mengganggu Ayumi bersama pria yang mirip dengan Rey.
"Aku hanya butuh istirahat Jeff, besok saja kita kembali kesini" kata Ny. Arum ia membalikkan badannya dan melangkah pergi menjauhi area taman Rumah Sakit. Selama perjalanan kembali ke Apartemen Ny.Arum hanya diam saja. Pikiran nya masih shock tidak percaya apa yang ia lihat tadi.
__ADS_1
Garrett melihat jam tangannya, ia terlalu lama mengobrol dengan Ayumi hingga lupa waktu. Membuat Ayumi terlalu lama di luar ruangan.
"Ayumi, ini sudah saatnya kau istirahat, apa kau ingin aku antar ke kamarmu" ucap Garrett.
Ayumi hanya mengangguk kepalanya. Garrett tersenyum saat Ayumi menyetujui meski hanya menganggukkan kepalanya saja. "Baiklah, biar aku antar kau ke kamar",
Garrett mendorong kursi roda Ayumi hingga ke kamar rawatnya. Nick hanya bisa mengikuti dari belakang. Ayumi memeluk buket bunga lili dari Garrett.
"Kak, kenapa kau memberiku bunga lili merah, sejak kapan kau tahu Ayumi suka bunga lili", ucap Ayumi.
"Aku tidak tahu, kau suka bunga apa, aku hanya ingin membelinya saja untuk mu" jawab Garrett. "Ternyata Pilihan ku tidak salah, kau menyukai bunga lili, sungguh sangat beruntung sekali mengetahui bunga kesukaan mu Ayumi", kata Garrett lagi.
Semoga kau benar-benar tulus Garrett terhadap Ayumi, jika kau mempermainkan perasaan Ayumi kau berurusan dengan ku
Batin Nick.
Garrett membantu Ayumi untuk berbaring di atas kasur nya.
Ayumi menghirup aroma tubuh Garrett, aroma yang sangat nyaman, ingin sekali Ayumi berkata, jangan pernah lepaskan pelukan ini. Ayumi menyenderkan kepalanya di dada Garrett.
Dulu dia selalu bermanja-manja dengan Rey dengan menyenderkan kepalanya di dadanya. Kini ia bisa merasakan kehangatan itu, tapi Ayumi sadar jika pria yang sedang menggendong nya buka Rey, suami yang di cintainya.
Ini pertama kali aku menyentuh seorang wanita, bahkan bisa sedekat ini, ntah dari mana seorang Garrett bisa seberani ini.
Batin Garrett.
Garrett membaringkan tubuh Ayumi di atas kasur. Ia menatap wajah cantik Ayumi dan ia tidak sengaja melihat kalung Ayumi yang di jadikan satu dengan cincin.
Nick membuyarkan mereka.
"Ayumi apa kau ingin makan dulu" kata Nick.
"Iya kak, Ayumi ingin makan" jawab Ayumi.
"Baiklah, biar kakak ambilkan atau kau ingin sesuatu, biar kakak belikan" tanya Nick.
"Ayumi ingin makan yang itu saja", kata Ayumi.
"Sini biar aku saja yang menyuapi Ayumi, dan kau juga makan", ucap Garrett.
__ADS_1
"Tapi kak",
"Cepat buka mulut mu dan makan lah agar kau cepat sembuh dan keluar dari rumah sakit", kata Garrett.
Ayumi menurut, ia membuka mulutnya dan Garrett menyuapi Ayumi hingga makanan habis.
Perhatian mu sungguh tidak asing lagi bagiku kak,
Batin Ayumi.
"Gadis pinter, saatnya minum obat", ucap Garrett mengacak-acak rambut panjang Ayumi.
"Ah kak!, suka sekali mengacak-acak rambut Ayumi", keluh Ayumi.
Membuat Garrett tertawa, "Habis gemes lihat kamu",
Setelah membantu Ayumi meminum obat dan sudah tertidur Garrett berpamitan kepada Nick.
"Terimakasih, sudah mengijinkan ku untuk menemani nya hari ini," seru Garrett.
"Iya, Karena aku ingin Ayumi bahagia dan memiliki semangat untuk sembuh, maka dari itu aku mengijinkan mu, karena kau lah kebahagiaan Ayumi meski kau bukan Rey, maaf" jawab Nick sendu.
"Tidak apa-apa, jika itu membuat Ayumi bahagia, ijinkan aku mencintai Ayumi, karena aku tulus mencintai dia" kata Garrett memberanikan diri, sebelum terlambat.
Garrett tahu jika Ayumi sangat mencintai Rey, setidaknya dengan dirinya mirip Rey ia bisa membuat Ayumi bahagia.
"Bagaimana dengan nona Jessica?" Tanya Nick, setahu Nick Jessica mencintai Garrett.
Garrett menghela napas panjang. "aku menganggap Jessi hanya seorang adik, bukan wanitaku, aku dekat dengan nya karena kakak nya yang ingin melihat adiknya bahagia" kata Garrett. Ia jujur jika ia tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Jessica.
"Tapi setahu Ayumi kau"
"Aku tahu, biar aku saja yang menjelaskan ini kepada Ayumi, Agar tidak ada kesalah pahaman nantinya",
"Aku pergi dulu, titip Ayumi" kata Garrett lagi
"Ck, Ayumi tanggung jawab ku bukan kau, jadi kau tidak perlu khawatir, dia adikku", Tegas Nick.
Membuat Garrett terkekeh ia menepuk bahu Nick sebelum meninggalkan ruangan Ayumi.
__ADS_1