Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 58


__ADS_3

Garrett mengajak Ayumi ke Roky Mountain Nasional Park terlebih dulu setelah menjelang senja mereka pergi ke Garden of the Gods Park.


Dimana Taman yang sangat cocok bagi pasangan yang ingin menghabiskan waktu bersama. Seperti Garrett yang ingin menghabiskan waktu berdua dengan Ayumi Karena Ayumi harus kembali ke Moskow Rusia.


Sembari menikmati sunrise dan sunset, menghadap batu-baru merah berformasi cantik yang terbentuk dari pergolakan geologi di sepanjang garis patahan alami jutaan tahun silam. Garrett dan Ayumi tidak ingin melewatkan Momen tenggelamnya matahari ini yang bisa mereka abadikan secara sempurna di Mesa Overlook, mereka duduk disebuah tempat parkir kecil di Mesa Road yang berada sisi utara Garden of the Gods Collection.


Seperti janjinya kepada Ayumi ia akan mengajak jalan-jalan untuk mencari spot foto yang bagus. Disinilah mereka sekarang.


Garrett memberikan kamera nya kepada Ayumi yang berjenis kamera dari Sony A9 Full Frame Mirrorless dengan harga US$3.998 atau setara dengan Rp47. 976.000.


"Terimakasih Sayang" ucap Ayumi. Ia menerima Kamera Garrett.


Ayumi mulai membidik kameranya. "Wow Amazing" kata Ayumi.


"Apa kau menyukai tempat ini Honey" bisik Garrett ia memeluk Ayumi dari belakang.


"Iya tempat ini sangat bagus dan indah sekali saat matahari terbenam seperti ini" seru Ayumi menoleh ke samping menatap wajah Garrett.


"Ada yang lebih indah dari ini semua sayang" bisik Garrett.


"Apa? Dimana" pekik Ayumi.


"Saat menatap wajah cantik mu yang tidak akan pernah bosan jika di pandang karena terlalu indah"


"Gombal"


Membuat Garrett tertawa. "Ini serius sayang".


"Apa kakak tidak malu mengajak jalan wanita yang tidak sempurna kaya Ayumi ini" tanya Ayumi.


"Seorang Garrett Wilson tidak akan pernah malu mengajak wanita spesial seperti mu ini, untuk di perlihatkan ke dunia, karena aku akan melengkapi ketidak kesempurnaan yang ada pada dirimu Honey"


Ayumi merasa tersentuh dengan perkataan Garrett ia beruntung sekali mendapatkan pengganti Rey yang sama seperti Rey.


Kau memang pria yang sangat pengertian, baik dan juga Good looking.


Batin Ayumi.


Setelah menikmati sunset Garrett mengajak Ayumi untuk makan malam bersama di restoran terdekat.


Banyak mata yang memandang Ayumi yang duduk di kursi roda. Ayumi merasa malu jika berjalan dengan Garretti, ia merasa tidak pantas bersanding dengan Garrett pria yang Good looking dan sangat sempurna.


Garrett tahu hal itu ia berhenti mendorong Ayumi karena melihat Ayumi yang menunduk malu. Ia menggendong Ayumi ala bridal style.


Ayumi membenamkan wajahnya di dada Garrett.


"Honey tegakkan wajahmu, jangan pernah malu, karena kau tidak melakukan kesalan apa pun, tunjukkan pada mereka jika kau wanita yang sempurna" bisik Garrett.

__ADS_1


Ayumi mendongakkan kepalanya, menatap wajah Garrett, pria bule ini tersenyum manis dan mengecup bibir Ayumi saat berjalan membuat semua mata yang memandang Ayumi sebelah mata merasa malu.


"Mereka romantis sekali, aku jadi iri" seru salah satu pengunjung restoran.


Banyak sekali yang memuji akan keromantisan Garrett dan Ayumi.


Garrett mendudukkan Ayumi di kursi kosong ia mengecup kening Ayumi sebelum ia ikut duduk di hadapannya.


Garrett memesan makanan kesukaan Ayumi. Membuat Ayumi terkejut ternyata pria yang baru saja melamar nya tahu kesukaan nya.


"Sayang, Terimakasih ini semua makanan kesukaan ku"


"Aku tidak tahu honey jika semua makanan ini termasuk kesukaan kamu"


Setelah makan malam bersama Garrett memutuskan untuk pulang karena ia sudah seharian mengajak Ayumi.


Di dalam perjalanan pulang nampak Ayumi kelelahan, beberapa kali ia menguap.


"Honey apa kau mengantuk" Ucap Garrett ia menoleh ke arah Ayumi. Dan Ayumi hanya mengangguk kepalanya saja.


Garrett menepikan mobilnya dan membantu agar Ayumi bisa tidur dengan nyenyak. "Tidur lah Honey" kata Garrett.


Tidak butuh lama Ayumi tertidur karena rasa kantuk yang tidak bisa di tahan lagi. Garrett mencium kening Ayumi dan ia kembali melanjutkan perjalanan.


Sesampainya di Apartemen Ayumi. Garrett mengendong Ayumi hingga ke kamarnya.


"Tidak apa-apa, jika Ayumi perginya sama kamu," seru Karina.


"Dimana kamar Ayumi" tanya Garrett. Yang masih mengendong Ayumi ala bridal style.


"Di lantai atas sebelah kiri"


Garrett melangkah masuk ke lantai dua dimana kamar Ayumi berada. Ia melekatkan Ayumi di atas kasur king size. Ia membantu menyelimuti Ayumi dan mengecup keningnya.


Ia menatap sekeliling kamar Ayumi ternyata kamar ini banyak sekali foto Rey. Dimana Rey dengan baju balapnya dan beberapa foto saat Rey membawa piala saat ia menang.


Tidak ingin lama-lama di dalam kamar Ayumi ia keluar dan berpamitan kepada Karina untuk pulang.


🍃🍃🍃


Sesampainya di rumah Garrett melihat jika Dady nya sedang berada di rumah.


"Sepertinya kau nampak lelah sekali hari ini nak" tanya Andreas. Ia menyodorkan minum bersoda kepada Garrett.


Garrett duduk sembari menerima minum soda dari Dady nya.


"Iya dad, seharian ini Garrett mengajak Ayumi jalan, karena ia baru saja keluar dari rumah sakit"

__ADS_1


"Ayumi? Apa Ayumi yang di maksud Willi itu" tanya Andreas.


"Iya Dad"


"Bahkan Garrett sudah mengajak dia bertunangan"


"Apa?? Apa Dady tidak salah dengar bagaimana nanti jika Willi tahu"pekik Andreas.


Garrett menceritakan semua tentang Ayumi tak terkecuali ia juga menceritakan tentang Rey yang mirip dengan dirinya. Bahkan Garrett menunjukkan salah satu foto yang ia ambil saat berkunjung ke Apartemen Rey.


Deg


Ini tidak mungkin


Batin Andreas. Ia mengelengkan kepalanya. Setelah mendengar cerita dari Garrett, Dady Andreas masuk ke kamar. membuat Garrett mengerutkan keningnya karena Dady nya pergi begitu saja.


Merasa tubuhnya lelah dan capek Garrett memutuskan untuk masuk ke kamar dan ia beristirahat.


Pagi harinya ia tidak melihat Dady nya keluar kamar. Garrett pikir jika Dady nya sudah pergi bekerja. Ia memutuskan untuk sarapan pagi sendirian.


Di tempat yang berbeda, gadis cantik yang baru saja terbangun dari tidurnya ia mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling. Merasa asing dengan kamarnya.


"Apa aku bermalam di rumah Garrett" gumam Ayumi. Karena ia melihat foto yang terpanjang di dinding. Namun saat melihat nya lagi ia mengamati ternyata foto Rey karena dari foto yang ia lihat Rey menggunakan baju Balap.


Ia membekam mulutnya tidak percaya bahwa ia tidur di kamar Rey. Ayumi mengambil foto Rey yang berada di atas meja.


Di tatap lekat foto Rey. Ia memeluk foto itu ke dalam pelukannya. "Kak Rey maafkan Ayumi, jika ternyata Ayumi goyah dan berpaling dari kak Rey " ucap Ayumi. Ia mulai berkaca-kaca. Tak kuasa menahannya Ayumi menangis.


Karena tidak ingin ada yang melihat ia bersedih dan menangis Ayumi ingin membasuh wajahnya.


Ia mencoba untuk berdiri dan tidak ingin menggunakan alat bantu, atau meminta bantuan orang lain, ia merasa sudah merepotkan semua orang dengan keadaan nya yang sekarang. namun rasa sakit yang luar biasa untuk menompang tubuh nya saat ia berdiri.


"Ayumi kau pasti bisa" ucap Ayumi menyemangati dirinya sendiri.


Keringat dingin mulai nampak bercucuran. Saat akan melangkah Ayumi hendak terjungkal. Beruntung ia bisa berpegang pada meja. dan kembali duduk di atas kasur. Beberapa kali ia mencoba lagi dan lagi hingga ia bisa bergeser melangkah meski hanya satu langkah saja.


"Terus Ayumi kau pasti bisa"


Karina yang akan membangunkan Ayumi dan membantunya untuk membersihkan badannya ia tidak sengaja mendengar sesuatu yang terjatuh dari dalam kamar Rey.


Bugk


Pyar


"Awh" teriak Ayumi. Ia merintih kesakitan karena kejatuhan gelas dari atas Nakas.


Melihat Ayumi bersimpuh di lantai membuat Karina berteriak histeris.

__ADS_1


"Ayumi"


__ADS_2