Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 124


__ADS_3

Nick mengumpat kesal karena, Rey meminta datang ke apartemen nya untuk membawa semua pekerjaan yang sempat terbengkalai.


Semenjak Rey mengingat semua. Rey kembali memimpin Perusahaannya. tidak hanya kembali menjadi pembalap yang sudah membesarkan namanya.


Rencana Rey ingin pensiun dini sebagai seorang pembalap dan akan fokus kepada istri kecilnya dan juga memimpin Perusahaan nya itu.


"Sepertinya serius sekali telepon siapa sayang?" Tanya Ayumi. Yang kini sudah ada di belakang Rey.


Mereka kini ada di supermarket untuk membeli keperluan dapur. karena, Ayumi ingin memasak di apartemen.


Rey menoleh dan tersenyum seraya mematikan handphone nya. "Nick" kata Rey ia melihat isi troli belanjaan Ayumi yang sudah nampak penuh.


"Apa sudah semua honey yang kamu butuhkan?" Tanya Rey. Seraya mengambil alih troli belanjaan istrinya.


"Belum sayang, ayo kita ke bagian buah. kau ingin beli buah apa sayang?"


"Aku ingin buah milik kamu" ucap Rey menatap Ayumi. Dengan segera Ayumi langsung menyilang kan kedua tangannya ke dada.


"Dasar Mesum" ketus Ayumi.


Membuat Rey tergelak. "Mesum ke istri sendiri tidak apa-apa baby" kata Rey menautkan kedua alisnya.


Ayumi memutar bola matanya dengan malas. Meski Ayumi kesal. Tapi, Ayumi mengambil buah-buahan kesukaan Rey ke dalam keranjang belanja mereka.


"Sayang apa kau ingin membeli sesuatu? "


"Tidak baby, kita pulang saja, tadi aku menghubungi Nick untuk datang ke apartemen"


"Ok, lebih baik kita pulang"


Setelah membayar semua belanjaan mereka. Memutuskan untuk pulang karena tidak ada lagi yang harus di beli.


🍃🍃🍃


"Nick kau sudah datang? " Sahut Rey yang baru saja keluar dari lift. Melihat Nick dan Irina di depan pintu apartemen.


"Kebiasaan suka sekali membuat orang menunggu" jawab Nick.


"Biasanya juga langsung masuk. kenapa harus menunggu di buka pintunya" kata Rey.


"Kalian habis dari mana? Sini aku bantu" ucap Irina.


"Ayumi ingin masak di apartemen. jadi, kita tadi habis dari supermarket"


"Maaf iya kak, sudah membuat menunggu" kata Ayumi lagi.


"Tidak ko, kita juga baru sampai" jawab Irina.


Ayumi mempersilahkan kedua sepasang kekasih itu untuk masuk. Sedangkan Rey masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan badannya terlebih dulu. karena, Rey habis gym langsung pergi ke supermarket.


"Baby, aku membersihkan badan dulu" seru Rey.

__ADS_1


Ayumi menganggukan kepalanya dan Rey mengecup bibir Ayumi.


Sedangkan, Nick langsung masuk ke ruang kerja Rey.


Ayumi dan Irina menata semua belanjaan yang tadi Ayumi beli di dapur. Setelah selesai kedua wanita ini memulai untuk memasak.


Ayumi mengambil apron di laci meja dapur. Dan menyerahkan kepada Irina.


"Terimakasih, tapi aku tidak bisa memasak, kau akan memasak apa Ayumi?"


"Ayumi akan memasak masakan Indonesia kak"


Ayumi mulai mengambil bahan makanan tadi.


"Kakak, bisa memotong sayuran?" tanya Ayumi.


"Bisa kalau di suruh memotong"


Irina membantu Ayumi memotong. Karena, ia tidak begitu pintar memasak. Irina hanya bisa melihat Ayumi mengolah semua bahan makanan untuk di masak dengan begitu cekatan.


"Ternyata kau pandai memasak Ayumi, pantas saja Rey tergila-gila sama kamu" Irina terkekek.


Ayumi tersenyum.


"Rey apa kau tidak capek menjadi pembalap merangkap mengurus perusahaan " tanya Nick saat Rey sudah ada di ruangan kerjanya.


Rey menghela napas kasar. "Iya mau bagaimana lagi. ini pekerjaan ku, dunia ku Nick. Lagian juga masih ada kamu yang bisa menghandel semua jadwalku. "


"Ntah lah Nick, aku masih binggung"


Rey ingin pensiun dari dunia balap. Namun, karena kontrak masih dan tahu Rey masih hidup maka Rey masih di butuhkan di dunia balap. Bisa saja Rey mengundurkan diri dan masalah pinalti Rey tidak memikirkan berapa dia harus membayar.


Selama ada Nick, asistennya Rey masih bisa mengatur pekerjaan di perusahaan, balap mobil dan waktu untuk Ayumi.


🍃🍃🍃


Hari berganti hari, minggu berganti Minggu dan bulan. Rey sudah benar-benar kembali menjadi pembalap mobil lagi. Dan Rey Kembali menjadi juara.


Satu minggu lagi Ayumi akan wisuda. Dan malam ini Ayumi akan kembali ke Moskow Rusia. Meninggalkan Rey yang masih ada pertandingan di negeri kincir angin. Rey tidak bisa menemani Ayumi untuk kembali ke Moskow. Membuat Ayumi cemberut. karena, Rey tidak bisa menemaninya.


"Baby, jangan cemberut dong. Aku pasti akan datang nanti saat acara penting mu, percayalah" Rey menyakinkan Ayumi agar istrinya tidak cemberut lagi.


"Really?"


"Yes baby, of course" kata Rey menatap wajah cantik istrinya.


Ayumi tidak membawa baju. Karena di Moskow termasuk tempat tinggalnya selama ini.


"Baby, apa kau sudah siap, hmm" tanya Rey. Ayumi menganggukan kepalanya dengan malas.


"Sayang" Rengek Ayumi.

__ADS_1


"Iya baby, ada apa?" Tanya Rey.


"Janji iya, datang saat Ayumi wisuda" seru Ayumi.


"Astaga, baby, istriku sayang. Sudah berapa kali nanti aku bakalan hadir. Tidak mungkin tidak hadir di saat acara penting istriku ini" Rey menarik Ayumi untuk lebih mendekat. Rey menangkup bahu Ayumi dan mereka saling menatap satu sama lain.


"Hei, honey lihat mataku"pinta Rey.


"Aku pasti datang"


Ayumi malah menangis. Ia tidak mau berjauhan dengan Rey. Ntah perasaan apa, jika Ayumi merasa tidak ingin berjauhan dengan suaminya itu. Dan beberapa hari terakhir Ayumi begitu manja kepada Rey.


Rey menghapus air mata Ayumi. Rey juga tidak tega melihat istrinya sedih.


"Atau kau ingin di temani Nick, honey?" Ayumi menggelangkan kepalanya.


Rey mengembuskan napas panjang. Istrinya begitu susah sekali di bujuk dan begitu manja. Rey senang jika Istrinya manja. tapi, ia merasa heran saja. Jika, istrinya malam ini begitu mengemaskan jika sedang manja.


Ayumi memeluk tubuh Rey begitu erat. Ayumi tidak peduli jika di katakan lebay. Tapi, kenyataan jika Ayumi tidak ingin berjauhan.


Satu jam lamanya Rey membujuk dan menenangkan Ayumi. Hingga Irina datang ke apartemen Ayumi dan Rey.


"Apa kakak boleh menanimu Ayumi?"


"Irina, aku sangat mengijinkan sekali. jika, kau ingin menemani Ayumi kembali ke Moskow"


Semenjak Irina kembali bersama Nick. Bodyguard Zeck tidak nampak atau di mencari keberadaan Irina sama sekali. Membuat Irina dan Nick merasa lega. Tapi, Nick tidak begitu melepas Irina untuk pergi sendirian. Nick memberikan bodyguard seperti Rey menempatkan Ayumi bodyguard.


Akhirnya, Ayumi mengalah. Ia akan pergi bersama Irina untuk menemani Ayumi.


"Sayang, jaga dirimu selama Ayumi tidak ada" pesan Ayumi kepada Rey.


Pria bule ini tersenyum. Akan pesan Ayumi kepadanya. "Iya baby, harusnya aku yang mengatakan seperti itu"


"Ayo, mau sampai kapan kalian berpelukan terus" sahut Nick yang sudah menunggu suami istri itu yang belum masuk kedalam mobil nya.


Selama di perjalanan Ayumi tidak mau lepas dari Rey. Ayumi menyenderkan kepalanya di bahu Rey. Dan sesekali Rey mencium pucuk kepala Ayumi.


Tidak butuh lama mobil mereka sampai di bandara.


"Hati-hati baby, jika sudah sampai jangan lupa kabari" tutur Rey.


"Irina, aku titip istri manjaku" kata Rey lagi.


"Itu sudah pasti Rey, dia sudah anggap adik oleh Nicko maka dia juga adikku bukan"


Rey menatap wajah cantik Ayumi. Rey menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya dan menyelipkan ke telinganya.


"I love you" kata Rey kepada Ayumi.


"Me too"

__ADS_1


Rey mencium bibir Ayumi sebelum Ayumi pergi. Rey juga tidak tega melihat istrinya tidak semangat. Rasanya Rey ingin pergi menemani Ayumi. Namun tuntutan pekerjaan yang tidak bisa menemani Ayumi. Sebisa mungkin Rey mencoba tegar. Meski tidak ingin berjauhan.


__ADS_2