Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 156


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat Dokter yang memeriksa Ayumi akhirnya keluar. Dan menemui Rey.


"Keluarga Pasien." Panggil Dokter yang menangani Ayumi.


Rey dan Daniel yang sedang duduk di ruang tunggu akhirnya bangkit dan mendekatinya Dokter tersebut.


"Iya, Dokter. Saya suami pasien. Apa yang terjadi dengan istri saya?"


"Mari kita bicara di ruang ku. Tuan ... "kata Dokter wanita ia tersenyum kepada Rey. Dia tahu jika ia sedang berhadapan dengan Rey seorang pembalap terkenal. Siapa yang tidak tahu Rey.


"Bagaimana Dokter keadaan istri saya?" Rey kembali bertanya.


Dokter tersebut menghela napas panjang. "Tuan, istri anda tidak apa-apa, hanya saja butuh istirahat." Tutur Dokter wanita.


"Tapi, ada sesuatu yang anda harus di jaga. Karena istri anda sekarang sedang hamil muda."


Rey merasa lega jika Ayumi tidak kenapa-kenapa. Tapi Rey merasa terkejut saat Dokter menyebut Ayumi sedang hamil.


"Apa Dok, istri saya hamil?" Pekik Rey yang masih belum percaya.


"Iya, Tuan. Saat ini istri anda tengah hamil. untuk memastikan nya anda bisa membawa istri anda ke Dokter obgy. jika nanti sudah sadar dari pingsannya."


Rey keluar dari Ruangan Dokter wanita tadi. Rey tidak henti-hentinya tersenyum dan mengucapkan syukur kepada Tuhan.


Daniel yang masih duduk di ruang tunggu karena menunggu Rey.


"Tuan, nona Ayumi baru saja di pindahkan ke Ruang VVIP." kata Daniel.


"Terimakasih, Daniel."


"Terimakasih, Daniel." Rey mengucapkan kata yang sama kepada Daniel. Bahkan Rey menangis seraya memeluk Daniel. Membuat Daniel mengerutkan keningnya apa yang di lakukan bos nya.


"Tuan, anda kenapa? Apa terjadi sesuatu kepada nona Ayumi?"


Rey mengurai pelukannya. "Tidak, Ayumi sekarang sedang hamil."


"Oh my ... Selamat Tuan muda, anda akan menjadi Ayah."


"Iya, Daniel terimakasih. Apa kau sudah menghubungi Deduska?" Tanya Rey. Ia juga ingin memberi tahukan kabar baik ini kepada keluarga nya terutama mami Arum yang sekarang di Indonesia.


"Sudah Tuan, mungkin sebentar lagi sampai. Ayo kita ke ruang Nona Ayumi saja." Ajak Daniel.


Rey dan Daniel yang sedang berjalan menuju dimana ruang Ayumi.


"Rey, Daniel." Teriak Karina.


"Aunty ... "

__ADS_1


"Nona ... "


Mereka menyahut berbarengan.


"Bagaimana, keadaan Ayumi, Aku dengar dia tadi pingsan." Kata Karina. Sedangkan Sean mengekor di belakang Karina.


"Ayumi baik-baik saja aunty. Ayumi baru saja di pindahkan. Ayo kita masuk."


"Baik-baik bagaimana jika keponakan ku sampai pingsan dan masuk rumah sakit." Desis Karina.


Membuat Rey tertawa. "Kau, malah tertawa." Ketus Karina.


"Nona, Ayumi sedang hamil nona." Sahut Daniel.


"Apa." Pekik Karina.


"Rey ... Apa itu benar?" Tanya Karina seraya menyipitkan matanya.


"Benar, aunty. Sekarang Ayumi sedang hamil."


"Astaga, aku akan menjadi Omah." Kata Karina tidak percaya.


"Honey, kau terlalu mudah untuk menjadi Omah." Sean tertawa geli.


"Dan, Rey selamat atas kehamilan Ayumi." Sambung Sean.


"Terimakasih Sean." Ucap Rey.


Rey tidak henti-hentinya mencium tangan Ayumi. Dan membisikan kata cinta dan terimakasih. Hingga membuat Ayumi terbangun.


"Eugh."


Rey melihat Ayumi membuka matanya seraya mengelikan badannya.


"Syukurlah kau sudah sadar. Baby."


"Ini dimana?" Tanya Ayumi. Pandangan nya mengelilingi seluruh ruangan yang merasa asing baginya.


"Kau dirumah sakit. Honey ... "


"Sayang, kau sudah sadar." Kata Karina yang berjalan menuju ranjang dimana Ayumi berada.


Hick ... Hick ... Hick ...


Ayumi menangis membuat Rey khawatir.


"Baby, apa ada yang sakit, mana yang sakit?"

__ADS_1


Ayumi menggelangkan kepalanya.


"Sebentar Rey, biar aunty panggil kan Dokter dulu."


Belum Karina membuka pintu namun pintu kamar terbuka.


Ceklek


"Dady." gumam Karina.


"Sayang, bagaimana keadaan Ayumi."


"Dady, tidak perlu khawatir. karena, Dady akan mendapatkan cicit dari Ayumi." Bisik Karina.


"Astaga. Apa itu benar?"


Karina mengangguk kepalanya. "Lalu kau mau kemana sayang?"


"Karina mau memanggil Dokter. Karena Ayumi baru saja sadar."


Tn. Dominik masuk kedalam menghampiri Ayumi yang sedang di peluk Rey.


"Sayang."


"Deduska .. " Ayumi dan Rey berbarengan. Ia mengurai pelukannya.


"Selamat sayang atas kehamilan nya." Kata Tn. Dominik ia memeluk Ayumi saat sudah ada di samping tempat tidur Ayumi.


"Terimakasih Deduska."


Kini Ayumi sudah tahu jika Ayumi sedang hamil. Saat Ayumi menangis dan Rey mengatakan jika ada yang sakit atau tidak. Di situ Rey menjelaskan kepada istrinya saat Ayi bertanya kenapa dia ada di ruang seperti untuk pasien dan terdapat infus yang menempel di lengan sebelah kanan tangan Ayumi.


Tidak butuh lama Karina datang bersama Dokter dan perawat.


"Nona, kami akan memeriksa anda terlebih dulu."


"Semuanya baik-baik saja. Dan anda bisa menemui Dokter obgy untuk melakukan USG." Tutur Dokter Wanita.


"Baik dok,, setelah ini kami akan melakukan USG sesuai anjuran anda."


"Kalau tidak ada pertanyaan lagi, kami undur diri."


"Honey, kau tunggu disini. aku akan menghubungi mami terlebih dulu. Untuk memberikan kabar baik ini."


"Iya sayang."


Rey mengecup pucuk kepala Ayumi sebelum pergi.

__ADS_1


Bersambung ...


Selamat Ayumi dan Rey akhirnya hamil. Jangan lupa dukungan dan likenya.🤗🤗


__ADS_2