Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 167


__ADS_3

"Anda memang bodoh tuan. Mempercayakan putri kesayangannya mu ini." Tegas Rey.


"Ck, dasar tidak tahu diri." gumam Sean. Ia hanya memperhatikan saja.


"Apa maksudmu Garrett."


"Tn. Muller apa kau sudah lupa dengan janji mu untuk tidak mengusik keluarga ku. Apa lagi berencana membunuhnya." Tn. Dominik membuka suaranya.


"Apa maksudmu Tn. Dominik, tentu saja saya masih ingat. Jika putri saya Jessica tidak menganggu cucu anda. Lalu apa yang anda ... "


"Bohong." Teriak Rey. Ia sudah cukup bersabar untuk langsung mengatakan langsung. Namun Tn. Muller benar-benar sudah membuat Rey geram.


Jessica yang sedari tadi semangat untuk membuat kesempatan tiba- tiba meredup karena melihat Rey benar-benar marah. Ini pertama kalinya melihat pria yang ia cintai.


"Katakan Jessica apa yang kau sudah lakukan kepada Ayumi. Kau bukan manusia bahkan telah merencanakan untuk membunuh calon anak ku." Teriak Rey.


Deg


Tn. Muller dan ibu Jessica merasa terkejut. Kedua suami istri ini hanya bisa diam.


Sean tersenyum ia tahu jika Rey sudah marah apa lagi sudah melukai dengan orang yang Rey sayangi.


"Kak. Apa yang kau katakan. Jessi tidak tahu apa-apa. Mungkin Ayumi bohong agar kak Garrett marah kepada Jessica."


"Cukup Jessica. Jangan panggil nama Garrett. Karena aku bukan Garrett."


"Jessi tidak mau. Apa yang kau katakan. Kau tetap kak Garrett nya Jessi, cinta nya Jessi."


"Jessica tetap akan merebut kak Garret dari Ayumi. Dan kak Garret harus nya tahu jika wanita murahan itu Ayumi bukan Jessi. Karena dia sudah merebut kakak." Sambung Jessica tidak mau kalah. Ia Jessica adalah wanita yang sangat keras kepala. Arogan dan mampu melakukan apapun untuk mencapai keinginannya.


Rey mencengkram rahang wanita itu dengan keras hingga Jessica merintih kesakitan.

__ADS_1


"Rey. Cukup hentikan!! dia bisa mati. " Seru Sean mencoba melepaskan tangan Rey dari Jessica.


"Cepat katakan kepada semua orang jika kau ingin membunuh Ayumi dan calon anaknya." Rey masih mencengkram rahang Jessica. Meski Jessica memohon. Dan tidak mendengar perkataan Sean.


"Garrett! Tante mohon lepaskan putri tante." Ibu Jessica memohon kepada Rey untuk melepaskan Jessica. Dengan berurai air matanya.


"Dad, tolongin putri kita."katanya lagi.


"Nak, tolong lepaskan dia. Kasian putri om dia bisa mati." Ucap Tn. Robert.


Rey melepaskan cengkraman dari rahang Jessica.


"Jessi tidak melakukan apapun. Dad, mom jangan dengarkan kak Garrett. Ini hanya akal-akalan Ayumi saja."


Tn Dominik hanya memperhatikan Jessica yang selalu saja mengelak dan membuat alibi kepada orang lain. Kali ini Tn. Dominik tidak akan pernah mengampuni apapun alasan wanita muda ini.


"Cukup Jessica. Kau bisa diam tidak." Bentak Tn Robert.


"Dad." Lirih Jessica.


"Dad, dengarkan Jessica, jika itu tidak benar, Jessica tidak melakukan apapun. Dan dady jangan pernah meminta maaf. Karena Jessica tidak bersalah." Ucap Jessica meyakinkan kedua orang tuanya untuk tidak mempercayai perkataan Rey.


Dady harus percaya dengan Jessi.


Batin Jessica..


"Kau yakin sekali nona, untuk menyakinkan kedua orang tua mu, seakan kau tidak bersalah dan membuat alibi kepada orang lain. Bagaimana kalau dengan ini." Ujar Rey.


Rey menatap wajah Jessica dengan tatapan menghunus. Ia tidak ingin kecolongan. Karena Jessica termasuk wanita licik.


"Daniel." Teriak Rey memanggil orang kepercayaan Tn. Dominik dan juga bodyguard Ayumi.

__ADS_1


Kreek


Pintu kamar di buka dan Daniel keluar membawa pelayan tadi.


Daniel mendorong pelayan tadi untuk ketengah. Karena ia hanya diam saja saat melihat ada Jessica.


Sedangkan Jessica terkejut melihat kedatangan pelayan yang ia bayar.


"Katakan." Tn. Dominik berteriak membuat pelayan dan seluruh orang yang ada di sekitarnya merasa takut akan teriakan Tn. Dominik.


Sedangkan Rey dan Sean merasa biasa saja.


Pelayan itu mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah Jessica. "Di-dia yang sudah menyuruh saya untuk mengantarkan minuman itu untuk nona muda. Tapi saya tidak tahu jika minum itu sudah di campur racun. Taun ... " Penjelasan pelayan.


Plak


Jessica menampar pipi pelayan itu.


"Tutup mulut mu itu.. Jessi bisa saja menuntut mu."


"Silahkan nona. Anda jangan membuat alibi." Teriak pelayan itu. Ia tidak takut sama sekali. Karena Daniel sudah mengancam nya jika ia tidak menjelaskan kepada mereka dengan jujur. Ia akan mendapatkan hukuman dari Daniel.


"Kau masih mengelak nona." Kata Daniel.


"Kalau yang ini bagaimana."


Daniel memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk menunjukkan bukti lain agar yang bisa di percaya.


Anak buah Daniel memperlihatkan Cctv dimana Jessica yang menyuruh orang untuk membelikan sesuatu yang di duga racun kepada seseorang lewat telepon dan ia menemui seseorang itu yang di duga kurir yang mengantarkannya dan juga memperlihatkan Jessica mengambil sesuatu dari balik tas dan mencampur kan sesuatu kedalam gelas yang berisi air dan menyuruh pelayan itu.


Tidak itu saja Jessica memberikan amplop berwarna coklat kepada pelayan tersebut.

__ADS_1


Wajah Jessica berubah pucat pasih saat melihat rekaman cctv beberapa waktu yang lalu.


"Tidak ... Tidak ... Ini tidak mungkin." Jessica mengelengkan kepalanya tidak percaya jika ia akan ketahuan dengan cepat bahkan beberapa jam saja.


__ADS_2