Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 72


__ADS_3

Seperti janji nya tadi, Nick akan memberitahu kepada Karina tentang kecelakaan Rey setelah acara selesai. Kini Nick dan Karina sedang ada di suatu tempat.


Karina terkejut dengan cerita Nick, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. "Nick kau jangan bercanda"


"Tidak nona, jika anda tidak percaya nona bisa melihat rekaman cctv yang ada di sirkuit Spanyol"


"Nick, jika Rey masih hidup bagaimana kita menjelaskan kepada Ayumi dan bagaimana dengan Garrett nanti"


"Garrett tidak masalah aunty, jika Rey masih hidup, aku akan mundur dan memberikan Ayumi kepadanya, maaf aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian" ucap Garrett mengangetkan kedua orang yang ada di hadapannya. Mereka merasa terkejut dengan kehadiran Garrett yang ikut mengetahui tentang Rey.


Nick dan Karina melihat sekelilingnya ia takut jika ada Ayumi atau orang lain.


"Ayumi sudah tidur, makanya aku mencari mu Nick", ucap Garrett kepada mereka seperti sedang mencari seseorang.


"Syukurlah", Karina merasa lega jika hanya ada Garrett. "Bukannya kau sangat mencintai Ayumi?" Tanya Karina.


"Iya aunty, Garrett memang sangat mencintai Ayumi, tapi jika Rey kembali, Garrett akan mengembalikan Ayumi kepadanya, Karena Ayumi milik Rey, aku akan sangat bahagia jika melihat Ayumi juga bahagia" jelas Garrett.


"Apa kau serius Garrett dengan ucapan mu itu, tapi bagaimana dengan Ayumi nanti?" Tanya Nick.


Garrett terdiam, ia juga merasa tidak ikhlas jika Ayumi kembali ke Rey. Meski Rey suami Ayumi dan itu membuat Ayumi susah move on dari Rey. Meski Garrett harus bersabar terlebih dulu dan akhirnya Ayumi bisa menerima Garrett sebagai kekasihnya setelah Garrett melamar Ayumi.


"Jika memang benar Rey masih hidup, kenapa ia tidak kembali kepada Ayumi, hingga membuat Ayumi menderita selama ini hingga akhirnya bertemu dengan mu Garrett" Bentak Karina. Ia membalikkan badannya dan menatap kedua laki-laki di hadapannya.


"Nona Karina anda harus tenang," bujuk Nick kepada Karina yang sudah mulai emosi.


"Aku tidak bisa tenang Nick, Rey sudah membuat keponakan ku menderita selama ini, kau tahu itu kan dan kau Nick jangan membela Rey karena dia bos Kamu"


"Mungkin Rey punya alasan tersendiri Aunty, kenapa dia tidak kembali ke keluarganya"


"Nona Anak buah keluarga Xavier sudah menyebar untuk mencari Rey, dan teman-teman Rey akan mengadakan Peringatan kematian Rey di Paris meski kejadiannya di Spanyol, di situ kami akan mencari siapa pelaku yang sesungguhnya " jelas Nick.


"Baiklah jika kau butuh bantuan katakan saja,anak buah ku akan membantu" kata Karina.


Karina pergi dari mereka berdua, ia lebih memilih pergi dari pada masih bersama mereka yang membahas Rey. Karina akan marah karena Rey tidak kunjung kembali.


Tidak hanya Garrett yang mendengar Nick dan Karina. Ada Seseorang yang mendengar percakapan dan perdebatan mereka ia menutup mulutnya tidak percaya, ingin rasa ia menampakkan diri namun ia tidak berani, saat Karina berjalan ke arahnya ia bersembunyi di balik pilar-pilar yang menjulang tinggi di halaman belakang.


Ia berusaha untuk tidak menangis karena jika menangis ia kan ketahuan oleh mereka.


🍃🍃🍃


Garrett memilih untuk tinggal di hotel namun Nick tidak mengijinkan. Nick mengajak Garrett pulang ke Apartemen Ayumi. Nick lebih memilih Garrett tinggal bersamanya dari pada ia harus bermalam di hotel. Selama perjalanan pulang , Tidak ada percakapan yang serius di dalam mobil, mereka masih dengan pikirannya masing-masing.

__ADS_1


Nick menunjukkan kamar Ayumi untuk Garrett tempati.


"Ini kamar Ayumi, masuklah dan beristirahat"


Nick yang hendak masuk ke dalam kamarnya di cegah Garrett.


"Nick, maaf aku sudah ikut dalam masalah ini"


"It's Ok, Jika kau mau bantu, datang lah nanti di hari peringatan kematian Rey, mungkin dengan kehadiran mu pelakunya akan ketahuan, aku harap kau mau dengan tawaran ku ini" kata Nick menepuk bahu Garret dan ia masuk ke kamarnya.


Garrett menatap Nick hingga tertutup pintu kamar, ia baru masuk ke kamar Ayumi yang nampak mewah dan elegan.


Di tatapnya ruang kamar nampak terlihat foto-foto Ayumi, Garrett menatap salah satu foto wanitanya. Ia tersenyum melihat foto Ayumi.


"Baby! Aku berjanji akan menjaga mu untuk Rey, jika suatu saat dia kembali untuk mu, meski itu menyakitkan bagi ku" gumam Garrett.


Tidak ingin larut dalam pikiran nya, Garrett memilih membersihkan badannya sebelum pergi tidur.


Garrett merasa lelah hari ini, ia memutuskan untuk tidur setelah membersihkan badannya. dan naik ke atas kasur king size.


Berbeda dengan Ayumi yang tidak bisa tidur, Setelah mendengar percakapan Nick, Karina dan Garrett tentang kebenaran Rey yang masih hidup.


"Kak Rey, jika kau masih hidup kenapa kau tidak menemui ku, kau tahu selama hampir empat tahun ini Ayumi menderita tanpa kak Rey" lirih Ayumi Dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya.


"Ayumi kecewa sama kak Rey" teriak Ayumi.


Ayumi merasa tertekan, ia merasakan dadanya yang begitu menyesakkan. Ayumi membaringkan tubuhnya di atas kasur menghadap jendela kaca yang ada di kamarnya menghadap taman belakang.


Dady, mommy jemput Ayumi sekarang,Ayumi rindu Kalian, Ayumi ingin ikut kalian


Batin Ayumi. Ia mencengkram selimut dengan erat dalam pelukannya.


"Kenapa harus Ayumi yang harus menerima cobaan ini, Ayumi lelah "


Karena berlalu lama menangis hingga ia tertidur.


🍃🍃🍃


Pagi harinya di Apartemen Garrett bangun lebih pagi, ia sudah duduk di meja makan dan menunggu Nick bangun. Seraya memainkan handphone.


Nick datang dan memberikan salah satu kontak mobilnya untuk Garrett selama di Moskow. Ia tidak mungkin menganggu kebersamaan Garrett dengan Ayumi.


"Aku ingin tidur seharian ini, kau saja yang mengantar Ayumi ke kampus" ucap Nick yang baru saja bangun tidur dengan rambut yang masih acak-acakan dan ikut duduk di hadapan Garrett. Membuat Garrett ingin tertawa melihat Nick belum mandi.

__ADS_1


"Hey kenapa malah tertawa" teriak Nick.


"Tidak, aku sudah buat pancake rasberry untuk sarapan pagi kita hanya itu yang ku temukan di kulkas tadi, makan lah,"


"Kau mengingatkan ku pada Rey saja jika melihat pancake rasberry ini, dan juga Ayumi jika merindukan Rey ia akan membuat makanan ini, maka dari itu di kulkas selalu ada bahan buat pancake" seru Nick, mengingat kembali pada Sahabat sekaligus bos nya itu.


"Maaf" Garrett meminta maaf karena ia tidak tahu jika Pancake yang ia buat mengingat Rey.


"Tidak apa-apa, tapi lumayan juga rasanya" Nick tertawa. "Eh kau tidak menjemput Ayumi hari ini ada kelas pagi" seraya memotong pancake dan memakan nya kembali.


Ayumi keluar dari kamar dan turun untuk sarapan pagi bersama keluarga besarnya. Dengan wajah sedikit sembab.


"Pagi aunty, Deduska" sapa Ayumi kepada keluarganya.


"Pagi sayang, duduklah kita sarapan pagi bersama" jawab Karina. Ia melihat Ayumi pagi ini dengan sedikit berbeda. "Sayang kau sakit"


"Tidak Aunty, semalam nonton film sedih hingga larut" bohong Ayumi.


"Itu tidak bagus untuk kesehatan mu, ini terakhir kalinya Deduska mendengar kamu nonton film hingga larut"


Namun Ayumi hanya diam saja, membuat Karina mengerutkan keningnya. "Sayang, apa kau ingin makan yang lain biar Pak Kin membuatkan makanan untuk mu" tanya Karina.


"Tidak Aunty, ini sudah telat" kata Ayumi ia hanya meminum jus Jeruk sedikit dan ia bangkit dari duduknya setelah melihat Garrett datang.


Ia menarik tangan Garrett untuk pergi padahal Garrett baru sampai dan ingin menyapa mereka semua.


"Aunty, Deduska maaf kami berdua pamit pergi dulu" pamit Garrett.


"Ayumi sayang, kau belum menyentuh sarapan mu" teriak Karina.


Mendengar teriakkan Karina membuat Garrett menghentikan langkahnya. "Baby kau belum makan"


"Sudah telat ayo pergi" jawab Ayumi menarik tangan kekasihnya keluar Mansion menuju mobil.


"Dimana kak Nick" tanya Ayumi karena tidak melihat Nick. "Dia ingin tidur seharian katanya, ayo masuk katanya sudah telat, kenapa masih berdiri di situ" seru Garrett yang sudah membukakan pintu mobil untuk Ayumi.


"Honey, apa kau ingin beli sesuatu untuk kau makan, hemm" tanya Garrett, menoleh kesamping. "Tidak" kata Ayumi singkat. Namun Garrett tidak menerima penolakan dari Ayumi ia singgah ke restoran siap saji untuk membeli makanan untuk Ayumi.


"Makan lah baby, mungkin kamu tidak suka setidaknya kau makan sesuatu jika tidak nanti kamu sakit" ucap Garrett menyodorkan makanan yang tadi ia beli.


Untuk menghargai Ayumi menerima makanan yang tadi beli, namun Garrett baru menyadari jika mata Ayumi sedikit sembab.


Citt ....

__ADS_1


Garrett mengerem dadakan membuat Ayumi tersungkur ke depan.


"Sayang...."


__ADS_2