Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 95


__ADS_3

Mami Arum setelah menyelesaikan pekerjaan dan bertanya kepada Nick akan keberadaan Rey putranya itu, dan Nick membenarkan nya jika Rey sedang di rawat.


Mami Arum terbang ke Colorado Amerika. karena mengingat terbang dari Jakarta ke Amerika memakan waktu berjam-jam hingga dua puluh jam lebih lama. Beruntung mami Arum menggunakan private jet milik keluarganya, ia tidak akan jenuh di dalam pesawat selama perjalanan jauh. selama mami Arum pergi Jeff yang akan menghendel perusahaan seperti biasanya.


Mami Arum mencoba kuat dan tegar selama di perjalanan.


"Sayang, tunggu mami akhirnya kita dipertemukan lagi" gumam mami Arum ia tidak tahan ingin melihat dan memeluk putra semata wayangnya.


Untuk mengurangi rasa jenuh mami Arum membawa pekerjaan yang tertunda untuk mengisi rasa jenuh di dalam pesawat.


Setelah menempuh perjalanan berpuluh-puluh kilo meter, berjam- jam kini mami Arum sudah tiba di bandara. setelah tiba anak buah Rey sudah menunggu Mami Arum.


Melihat kedatangan nya anak buah yang diperintah mendekati mami Arum.


"Selamat datang Nyonya Besar Xavier, saya di tugaskan untuk menjemput anda sesuai perintah Tn. Nick" sahut seseorang yang datang menghampiri mami Arum.


"Iya terima kasih " jawab mami Arum


"Saya akan mengantar anda ke Apartemen Tn. Rey dulu Nyonya"


"Tidak,saya ingin langsung bertemu putraku karena aku sudah sangat merindukan nya." Sahut mami Arum.


"Baik nyonya"


Mobil mereka sampai di rumah sakit yang cukup terkenal di Colorado Amerika serikat. Rumah sakit ini yang dulu Ayumi di rawat.


Tap.. tap.. tap.. langkah kaki mami Arum menyusuri lorong rumah sakit yang tampak lenggang dari pengunjung, karena ini termasuk rumah sakit elit.


Setelah sampai di depan pintu kamar Rey, anak buah Rey mempersilahkan Nyonya Arum untuk masuk. Karena Nick sudah menunggunya.


Pintu kamar di buka mami Arum mulai berkaca-kaca dari kejauhan bisa melihat putra semata wayangnya kembali tapi dalam kondisi kemah tidak berdaya karena koma. Mami Arum begitu hancur melihat kondisi putranya saat ini.


Bertahun-tahun mereka di pisah oleh kejahatan sahabat nya sendiri. Hanya demi sebuah kemenangan.


Nick yang menyadari ada seseorang yang membuka pintu dia menoleh dan melihat mami Arum yang masih berdiri mematung di depan pintu. Nampak matanya berkaca-kaca. Ia mulai melangkahkan kakinya menghampiri putranya.


Tidak ingin menangis di hadapan putranya saat pertemuan pertama mereka. Nyonya Arum menyeka air matanya. Namun perasaan tidak bisa di bohongi air matanya terus saja menganak sungai membasahi wajah wanita paruh baya yang masih tampak cantik.

__ADS_1


Mami Arum menggenggam tangan putranya. "Rey ini mami datang sayang, maaf kan mami yang baru bisa datang menjenggukmu" dengan suara yang sedikit terbata-bata.


Nick ingin memberikan waktu berdua anak dan ibunya yang sudah lama berpisah. Ia memilih keluar dari ruangan Rey.


"Rey apa kabarmu sayang, mami kangen sama kamu nak, bangun sayang, apa kau tidak merindukan mami sayang terutama Ayumi" tangisan mami Arum pecah dalam diam melihat putranya tidak berdaya.


Mami Arum melihat mata Rey mengeluarkan air matanya. "Sayang, Rey sayang kau menangis nak" kedua tangan mami Arum menggenggam tangan Rey. "Mami senang sayang, meski kau tak bisa membuka mata dan bangun tapi kamu merespon mami" mami Arum melepaskan genggam tangannya. Ia menyeka air mata Rey yang terus mengalir.


"Mami mohon sayang kau pasti bisa untuk sembuh, untuk bisa kembali normal seperti dulu, dan kita bisa berkumpul bersama-sama"


Lagi-lagi Rey mengeluarkan air mata.


"Kamu ingin bilang apa sayang? Mami disini akan menemani kamu sampai kamu kembali sadar dari koma", ujar Mami Arum yang mencoba tegar meski hati nya sakit.


Mami Arum tak kuasa menahannya. Jika ia terus di hadapan Rey ia kan terus menangis dan Rey akan kembali sedih. Ia menyeka air matanya.


"Rey, mami tinggal kamu sebentar, mami ingin bertemu dokter sebentar" kata mami Arum membelai wajah dan rambut putranya. Lalu ia mengecup kening Rey.


Mami Arum duduk di depan kamar Rey. Ia menangis sejadi-jadinya karena di dalam ia tidak ingin Rey mendengar Mami nya menangis ia akan sedih.


"Kenapa kita di pertemukan lagi dengan kondisi seperti ini, putra ku yang malang, kau adalah kehidupan mami, sungguh sakit mami melihatmu seperti ini, bagaimana nanti Ayumi datang dan melihat mu seperti ini, dia pasti akan hancur melebihi mami sayang" tangis mami Arum.


Dirasa sudah cukup lama melihat mami Arum menangis, Nick mendekati mami Arum.


"Nyonya" sapa Nick


"Nick kau sudah kembali" tanya mami Arum membuang wajahnya ia tidak ingin Nick melihat ia menangis, Nick tahu jika nyonya Arum begitu rapuh.


Yang seharusnya menjadi pelindung keluarga, teman hidupnya telah pergi terlebih dulu, bahkan ia harus keluh kesah pada batin nya sendiri.


Nyonya Arum menyeka air matanya. Ia melihat Nick sudah di hadapannya. "Nyonya menangis"tanya Nick


"Tidak Nick tadi kelilipan saja"bohong mami Arum membuang wajahnya ke samping ia tidak mau Nick melihat jika ia habis menangis.


Nyonya jangan bohong jika anda begitu rapuh saat ini.


Batin Nick.

__ADS_1


Ibarat kapal tanpa nahkoda itulah mami Arum yang tengah rasakan sekarang. Pikir Nick.


"Nick aku akan menemui dokter Rey, saya titip Rey." Kata Ny. Arum ia tidak berani menatap wajah Nick.


Mami Arum mendatangi ruangan dokter yang menangani Rey.


"Silahkan duduk nyonya" dokter mempersilahkannya mami Arum untuk.dudukdi kursi yang sudah disediakan.


Mami Arum memperkenalkan diri jika dirinya ibu kandung Rey. Ia bertanya banyak tentang sakit yang di alami putranya.


Ny. Arum tampak serius ketika Dokter menjelaskan riwayat Rey dulu saat di temukan Andreas. Mami Arum membekam mulutnya tidak percaya, tapi ia sangat beruntung ada orang baik yang menolong putra dan merawat hingga sembuh meski ia kehilangan ingatan nya.


"Aku ingin bertemu orang yang sudah menolong putra ku Dok"


"Nyonya bisa menunggunya, dia pasti akan datang menemani putra anda" ujar Dokter.


Setelah cukup lama mami Arum kembali ke ruangan khusus Rey.


Nick masih menemani Rey. Mami Arum datang dan ia mengutarakan kepada Nick jika ia ingin bertemu Andreas.


"Nick saya ingin bertemu Tn. Andreas, apa dia sering kesini" tanya mami Arum.


"Iya Nyonya jika uncel Andreas tidak sedang bertugas dia akan menemani Rey disini tapi satu Minggu ini ia sedang bertugas" jelas Nick panjang lebar.


"Nyonya apa anda tidak pulang dan beristirahat di apartemen,"


"Saya sudah banyak istirahat di dalam pesawat Nick.saya hanya ingin menemani putra ku yang sempat terpisah, kau saja yang pulang dan istirahat biar Rey saya yang jaga malam ini"


"Baiklah nyonya" jawab Nick ia juga tidak bisa membantah perintah Nyonya Arum.


Nick keluar dari rumah sakit ia menuju restoran yang ada di depan. Ia membeli untuknya dan ia tidak lupa membeli juga untuk mami Arum.


"Nick kenapa kau balik lagi" tanya mami Arum.


"Saya hanya mengantar ini nyonya, agar nyonya tidak meninggalkan Rey"


"Terimakasih Nick, kau memang benar"

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi"


Di apartemen Nick menghubungi Ayumi jika mami Arum sudah tiba di Amerika. Ayumi merasa senang karena mami Arum sudah bisa bertemu putra nya kembali.


__ADS_2