Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 98


__ADS_3

Pertama kalinya Ayumi pergi sendirian menggunakan jet private tanpa di temani oleh Nick atau Karina. Karena kesibukan Karina membuat sang keponakan pergi sendirian.


Ayumi akan memberi kabar Nick,jika sudah sampai nanti, yang Nick tahu Ayumi akan datang dua hari lagi. Namun karena rasa kangen terhadap Rey ia memutuskan untuk pergi secepatnya.


Butuh waktu perjalanan berkilo-kilo meter dengan waktu tempuh delapan jam, Ayumi sampai di bandara. Ayumi tersenyum mereka karena ia telah tiba di bandara.


Ayumi akan ke apartemen dulu baru akan ke Rumah sakit. Gadis keturunan Jepang Rusia ini sebelumnya sudah tahu dirumah sakit mana Rey dulu rawat. Ternyata rumah sakit yang sama dengan dirinya dulu di rawat.


"Seperti Ayumi harus bersih-bersih dulu sebelum bertemu kak Rey" gumam Ayumi.


Setelah sudah selesai Ayumi pergi menggunakan taksi. Hanya butuh sepuluh menit taxsi yang Ayumi naiki sampai di rumah sakit.


Ayumi terus saja tersenyum saat gadis berusia 16 tahun ini mulai melangkah masuk kedalam rumah sakit Elit.


Ayumi tidak lupa menanyakan dimana ruangan Rey sang suami.


"Permisi mau tanya" ucap Ayumi.


"Iya nona, bisa saya bantu" kata resepsionis Rumah Sakit.


"Dimana ruangan pasien atas nama Rey Vinsenzo Xavier?" Tanya Ayumi.


"Wait" jawab Resepsionis. Ia mulai mengetik sesuatu di depan komputer untuk mencari nama yang di maksud Ayumi namun resepsionis tersebut mengelengkan kepalanya. Ia melakukan beberapa kali tidak menemukan nama yang di maksud Ayumi.


"Maaf nona, mana yang di maksud nona tidak terdaftar dirumah sakit ini" kata resepsionis.


"Coba atas nama Garrett Wilson" seru Ayumi.


Selagi menunggu ternyata Nick menghubungi namun Ayumi mengabaikan, ia tersenyum saat melihat Nick menelpon kembali.


"Atas nama Tn. Garrett Wilson ada diruang xx lantai dua puluh" kata Resepsionis kepada Ayumi.


"Terimakasih"


Ayumi pergi meninggalkan resepsionis tersebut setelah di beri tahu ia mulai memasuki lift dan menekan tombol dimana Rey berada.


Ting


Ayumi telah sampai di lantai dua puluh. Ia melangkah keluar dari kotak persegi panjang yang bergerak. Ia mulai mencari setiap ruangan dan tidak butuh lama Ayumi menemukan ruang Rey namun sayangnya Ayumi tidak boleh masuk karena penjagaan Rey yang begitu ketat.


"Ayumi ingin masuk kenapa tidak boleh"


"Maaf nona, tidak boleh hanya orang tertentu saja yang boleh masuk dan itu atas ijin perintah dari Tn. Nick" jelas Bodyguard yang menjaga di depan pintu.

__ADS_1


Ayumi pernah melihat logo yang ada di seragam bodyguard itu. Ayumi memicingkan matanya karena pernah melihat.


"Seperti tidak asing pernah melihat logo itu dimana" gumam Ayumi, ia menepuk keningnya jika mereka anak buah Rey dari Logo yang tertera.


Astaga Ayumi, itu kan logo perusahaan Laki lho


Batin Ayumi.


"Sudah sana nona pergi saja"usir bodyguard.


"Ayumi tidak mau pergi karena Ayumi ingin masuk" Keukeh Ayumi.


Mendengar suara keributan di luar membuat Nick keluar dari ruangan Rey.


"Ada apa kenapa membuat keributan di sini" teriak Nick kepada Bodyguard nya. Namun ia belum melihat keberadaan Ayumi.


"Tn. Nick ada seoranggadis memaksa untuk masuk" kata Bodyguard nya.


Nick mencoba melangkah lebih dekat dengan bodyguard ia membelalak tidak percaya bahwa yang ia lihat adalah adik nya Ayumi.


"Oh My God Ayumi sayang kau ada disini " pekik Nick.


"Surprise" Teriak Ayumi lari kecil memeluk tubuh Nick.


Membuat bodyguard itu menundukkan kepalanya karena gadis yang sedang memeluk Nick ternyata dia tidak bohong bahwa ia mengenal Nick dan Rey.


"Tidak apa-apa, kau sudah benar itu sudah jadi tugas kamu" ucap Nick. Ayumi tersenyum kemenangan melihat bodyguard menunduk tidak berani menatap nya.


"Huft ingin memberikan kakak kejutan tapi malah seperti ini tidak boleh masuk" keluh Ayumi yang masih memeluk tangan Nick.


Membuat Nick tertawa, tapi dengan seperti ini kakak juga sempat terkejut melihat adik kakak ada disini", kata Nick membawa Ayumi masuk.


"Berarti berhasil dong" seru Ayumi tersenyum melihat Nick merasa terkejut dengan kedatangan nya.


"Mami mana kak" tanya Ayumi.


"Itu lagi sama Rey" ujar Nick menunjuk ke arah ruang yang berkaca.


Ayumi menoleh ke arah yang di maksud Nick.


Deg


Ayumi bisa melihat Rey yang sedang berbaring lemah di atas tempat tidur dengan berbagai alat yang menempel pada tubuh nya. Dan mami Arum yang setia menggenggam tangan Rey. Ayumi bisa merasakan kesedihan yang mendalam, bisa melihat suami tercinta nya lagi namun dengan kondisi tidak berdaya. Ayumi mulai berkaca-kaca ia masih tidak percaya apa yang ia lihat di depannya.

__ADS_1


"Kak, itu bukan kak Rey kan " tanya Ayumi kepada Nick. Ia menatap wajah Nick lekat untuk memastikan perkataan Ayumi salah.


"Benar sayang dia itu Rey suami Ayumi dan juga Garrett tunangan mu yang selama ini Ayumi kenal " jelas Nick kepada Ayumi.


Ayumi memeluk tubuh Nick ia menangis sejadi-jadinya. Tangan Ayumi mencengkram kuat baju Nick.


"Ayumi hey, tenang sayang," Nick menatap Ayumi ia menghapus air matanya.


"Temuilah Rey" pinta Nick."Dia akan sedih jika kau seperti ini". Nick menangkup wajah Ayumi.


Ayumi menganggukan kepalanya. Ia membuka pintu namun Ayumi ragu ia menoleh ke belakang sebelum benar-benar masuk. Ayumi memakai baju khusus terlebih dahulu sebelum ia masuk ke dalam. Nick menyakinkan Ayumi untuk pergi menemui Rey.


Mami Arum yang sedang menemani Rey menoleh saat merasakan ada seseorang yang masuk kedalam.


"Ayumi sayang" gumam mami Arum. Ia bangkit dari duduknya dan menghampiri Ayumi.


Mami Arum merentangkan kedua tangannya untuk memeluknya. Ayumi menerima pelukan dari mertuanya. Ayumi berbisik "Mami"


Terdengar isak tangis Ayumi di dalam pelukannya. "Kuatkan hatimu sayang, kita doakan Rey bersama-sama ok" mereka mengurai pelukannya. Mami Arum menatap wajah cantik menantunya.


Ayumi menganggukan kepalanya. Ayumi menyeka air matanya "mami tunggu di luar"kata mami Arum. Ia mengecup kening Ayumi sebelum keluar dari ruangan Rey.


Ayumi duduk di samping Rey, Ayumi tersenyum saat menatap Rey.


Kau pasti bisa Ayumi, jangan membuat Rey sedih apa lagi kecewa


Batin Ayumi


"Hay sayang,apakabarmu" tanya Ayumi seraya menggenggam erat tangan Rey.


"Maaf jika Ayumi baru kesini, kakak pasti tahu jika Ayumi habis ujian akhir"


Ayumi tersenyum. "Kita memang sudah di takdirkan untuk bersama, ketika sayang pergi, datang kak Garrett mengisi hari-hari Ayumi, jika saat itu sudah sangat yakin jika kak Garrett itu kak Rey"


"Sayang bangunlah, Ayumi sudah ada disini, jika sayang tidak bangun siapa yang akan melindungi Ayumi, bukan nya sayang sudah janji" tidak kuasa menahan air matanya. Ayumi mencium tangan Rey hingga air matanya menetes di tangan Rey.


"Ayumi mohon sayang" pinta Ayumi.


Namun Ayumi merasakan genggaman tangan Rey bergerak, ia mengamati dengan seksama dan benar jika jari-jari Rey bergerak.


"Sayang tangan kamu bergerak" Ayumi menyeka air matanya. "Ayo sayang, kau pasti bisa" Ayumi mencoba memberikan semangat Rey untuk bangun dari tidur panjangnya.


Tidak lama Rey membuka matanya, Ayumi membekam mulutnya tidak percaya jika Rey sudah membuka matanya. Dengan segera Ayumi berteriak memanggil Dokter.

__ADS_1


"Dokter..."


"Dokter.." panggil Ayumi mengulangi kata yang sama. Seraya memencet tombol untuk memanggil Dokter.


__ADS_2