
"Apa kalian tidak mendengarkan perkataan ku. Silahkan kalian keluar dari apartemen ini," kata Jessica menyuruh keluarga Muller untuk keluar dari apartemen Jessica yang baru saja di sewa nya.
Jenifer berlutut di depan Jessica."Jessi, mommy mohon sayang," katanya. Ia mengorbankan martabatnya berlutut di depan putri angkat nya.
Jessica tersenyum sinis. "Lebih baik anda keluar sekarang juga, daripada mengorbankan martabat yang anda junjung selama ini. Bagaimana jika teman-teman sosialita anda melihat momen ini nyonya Muller"
Tn Robert berusaha untuk membantu Istrinya untuk berdiri dan tidak berlutut di depan Jessica. Namun, Jenifer menggelengkan kepalanya untuk membiarkan saja.
"Jessi kau sungguh keterlaluan, dia itu mommy kamu," bentak Willi.
"Dia bukan mommy ku, mommy Jessi sudah mati, karena kalian adalah pembunuh." Teriak Jessica.
"Kalian pembunuh," teriak Jessica lagi.
Plak
"Jessi !"
"Willi !"
Jennifer dan Robert berteriak memanggil kedua anaknya.
Willi menampar pipi Jessica. Membuat Jessica tersenyum seraya memegang pipinya yang sedikit panas akibat tamparan Willi. Sedangkan Willi menatap tangannya yang tadi sudah menampar pipi Jessica.
"Andai dulu, Willo tidak di culik dan di bunuh oleh mommy kamu, aku tidak meminta ke Dady dan mommy untuk mengadopsi kamu sebagai adikku. Apa ini balasan kamu Jessica," ucap Willi dengan emosi.
Deg
__ADS_1
Jessica tertegun sejenak. Mengingat masa kecilnya. Willi begitu menyayangi nya. Meski Jenifer dan Robert selalu sibuk pergi keluar negeri. Tapi, Jessica tidak kekurangan kasih sayang.
Andai dulu dia tidak di adopsi keluarga Muller. bahkan mau menerima anak dari penculik dan pembunuh putri mereka.
"Tidak, kalian mengadopsi ku hanya untuk balas dendam akan kematian putri kalian kan."
Jessica tertawa puas.
Jennifer berdiri di bantu oleh Robert suaminya. Dan menampar Jessica.
Plak
Plak
"Dad, Willi ayo kita pergi dari tempat terkutuk ini. Mommy tidak akan pernah mau melihat anak yang tidak tau diri, tidak tahu berterima kasih." Tegas mommy Jenifer. Seraya menghapus air matanya.
"Dad, hubungi kepolisian di kota ini. Kita telah menemukan orang yang mereka cari."
Jenifer sudah habis kesabaran nya. Karena Jessica terlalu keras kepala. Ia berencana untuk menolong Jessica agar masa hukumannya di ringankan. Namun, ia malah membuat takdir hidup nya nya sendiri. Keluarga yang sudah membantu dan memberikan kasih sayang dari kecil.
Tuan Robert menghubungi pihak kepolisian Paris untuk menangkap Jessica atas permintaan istrinya.
Mendengar polisi akan segera datang membuat Jessica tumbang, ia duduk di lantai dengan menangis dalam diam.
Ya Tuhan, apa nasib hidup ku harus berakhir di penjara, bagaimana dengan perjuangan cintaku? Tidak-tidak Jessica harus mendapatkan kak Garret dan membunuh Ayumi agar menghalang cintaku tidak ada lagi.
Batin Jessica.
__ADS_1
Jessica sudah tidak berminat untuk berdebat dan bertengkar dengan keluarga Muller lagi. Yang ada di otak Jessica hanya menghancurkan keluarga Ayumi. Ia mulai berpikir untuk bisa kabur dari keluarga Muller dan juga polisi. Karena i tidak mau kembali ke penjara.
🍃🍃🍃
Rey masih berusaha untuk membujuk Ayumi agar tidak cepat- cepat kembali ke Paris. Karena ibu hamil yang memiliki mood swing yang naik turun karena hormon kehamilan. Rey harus extra sabar. Beruntung Rey sudah mempelajari tentang ibu hamil dari panduan dan artikel yang ia baca tentang ibu hamil. Tidak itu juga, Rey juga sering berkonsultasi ke dokter kandungan untuk menghadapi jika mood Ayumi yang sedang jelek.
"Baby, bagaimana kalau kita pergi belanja membeli kebutuhan calon anak-anak kita? Bukannya kau belum membelinya?" Bujuk Rey kepada Ayumi yang tengah menangis karena ingin bertemu Nick dan Irina yang akan menikah.
"Bukan nya Bangkok juga surganya tempat belanja?" Tanya Rey. Ia menghela napas dalam-dalam. Iaa takut salah dalam berucap.
Mendengar belanja Ayumi menoleh dan tersenyum. Ia langsung menarik tangan Rey untuk segera pergi.
Beruntung Rey sudah mengetahui negara Thailand. Sejak ia menjadi seorang pilot. Dan hari ini Rey ingin menerbangkan pesawat sendiri untuk ke Bangkok. Tidak hanya akan pergi ke Bangkok masih ada kota Pattaya, Ayutthaya, Chiang Mai, dan juga kota yang ada di negara Thailand yang harus mereka datangi.
Tidak hanya terkenal dengan surga nya belanja. Namum, juga terkenal dengan kulinernya yang menggoda lidah. Cocok sekali dengan Ayumi yang masih ngidam.
Rey tersenyum melihat Ayumi yang sudah melupakan kepulangan nya. Ayumi benar-benar merasa bahagia karena berbelanja sesuka hatinya. dan Rey tidak melarang Ayumi untuk membeli apapun yang ia inginkan.
Ayumi membeli keperluan calon anak-anaknya. Tidak hanya itu, ia juga membeli kebutuhan nya.
"Sayang, kau mau pilih yang mana?" Tanya Ayumi meminta pendapat kepada Rey saat memilih baju untuk calon anak-anaknya nya.
"Baby, jika kau ingin keduanya, beli saja semuanya." Kata Rey.
Ayumi tersenyum saat Rey memberikan ide untuk mengambil kedua baju pilihan nya.
Semenjak hamil Ayumi begitu menggilai untuk berbelanja. Ntah itu barang yang ia tidak di butuhkan. Ayumi akan membelinya dan di berikan kepada orang lain yang membutuhkan.
__ADS_1
Rey tidak pernah marah melihat hobby baru Istrinya. Selagi Rey masih bisa memenuhi keinginan Ayumi.