
Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa sudah genap dua semester Eliza melalui hari-harinya sebagai seorang mahasiswa. Ia pun mulai terbiasa melakukan apa-apa sendiri, dengan kata lain, mandiri. Ya, si gadis ceria dan selalu manja kepada papanya, kini berubah menjadi gadis yang mandiri.
Bahkan jika hari libur, Eliza dan teman-teman kostnya selalu meluangkan waktu untuk berbelanja sayur dan lauk pauk mentah ke pasar tradisional atau swalayan terdekat. Setelah itu, barulah mereka mengolah bahan-bahan mentah tersebut untuk dimasak. Karena dengan cara itu, mereka rasa cukup untuk menghemat uang saku bulanan. Daripada harus selalu beli makanan jadi diluar setiap kali mereka makan.
Ting tong...
Suara bel berbunyi. Kemudian salah satu penghuni kost pun langsung bergegas menuju pintu. Di luar gerbang pun tampak seorang laki-laki yang sedang berdiri sambil melihat sekeliling.
"Cari siapa mas?" tanya Santi, salah satu penghuni kost.
"Eliza.. Eliza nya ada mbak?" jawab laki-laki tersebut.
"Ooh Eliza... Ada, bentar ya aku panggilin. Masuk aja dulu mas.." ucap Santi.
"Iya mbak.." jawab laki-laki itu dengan diiringi anggukan tanda setuju.
Dan laki-laki itu pun masuk, kemudian duduk di kursi yang ada di teras dan memang sudah disediakan khusus untuk tamu yang berkunjung.
__ADS_1
"El, ada yang nyari tuh.." ucap Santi pada Eliza.
"Siapa mbak?" tanya Eliza.
"Enggak tahu, tadi enggak nanyain nama soalnya. Lupa. Hehe... yang pasti cowok." sahut Santi.
"Ooh ya udah, makasih ya mbak.." ucap Eliza pada Santi yang dipanggilnya mbak, karena memang Santi 3 taun di atas Eliza, dan sekarang Santi sibuk dengan tugas akhirnya sebagai seorang mahasiswa.
Eliza pun menuju teras depan kostnya.
"Hai El..."
"Iya, ini aku Dimas. Hehe..." ucap Dimas sambil tersenyum.
"Aku ke sini mau ajak kamu jalan. Mau enggak?? kamu lagi enggak ada acara kan?" sambung Dimas.
"Kok dadakan gini sih kak? Udah kayak tahu bulat aja di goreng dadakan..hihihi..." balas Eliza.
__ADS_1
"Bisa aja nih anak, pake acara disambungin tahu bulat segala lagi. Eh, tadi pagi aku kan udah telpon kamu, tapi enggak diangkat-angkat. Trus aku WA juga enggak dibuka-buka tuh, so...mending langsung kesini aja nyari kamu." ucap Dimas
"Ya ampun, hp nya di kamat kak. Aku lagi ada acara masak-masak di dapur bareng temen-temen kost yang lain, jadi nya enggak tahu deh kalo ada telpon. Maaf ya kak.." ucap Eliza.
"Enggak apa-apa.. jadi, gimana nih?" ucap Dimas.
"Gimana apanya kak?" tanya Eliza.
" Lhoo kok pake nanya lagi? Kan tadi aku ifah bilang kalo mau ajak kamu jalan. Gimana, mau enggak aku ajak jalan?" sahut Dimas.
"Kemana kak?" tanya Eliza.
"Diiih....banyak nanya ya nih anak. Udah, ikut aja. Aku enggak bakalan nyulik kamu kok. Hahaha..." ucap Dimas.
"Hmmmh... Iya deh, aku siap-siap dulu ya kak.." ucap Eliza.
"Oke, aku tunggu sini yaa..." sahut Dimas.
__ADS_1
Eliza pun segera bersiap-siap berganti pakaian. Sebelumnya ia pun tak lupa cuci muka, karena merasa lusuh akibat aktifitasnya tadi pagi. Ia pun memoleskan bedak di wajahnya, mengukir sedikit alis nya, dan tak lupa memakai lipstik dengan warna nude favoritnya di bibir tipisnya.
Setelah merasa siap, Eliza pub segera menemui Dimas untuk mengiyakan ajakan jalan-jalannya.