Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
episode 5


__ADS_3

Eliza dan Dimas akhirnya reami berpacaran. Setiap berangkat dan pulang kampus, Dimas selalu menjemput Eliza. Hari demi hari, minggu demi minggu, dan bulan demi bulan mereka lalui dengan canda tawa dan kasih sayang, layaknya bunga yang sedang mekar, maklum lagi anget-angetnya pacaran.


Tapi ternyata, semua itu terjadi tidak begitu lama. Tepat 5 bulan mereka resmi berpacaran, Dimas mengalami kecelakaan saat hendak menjemput Eliza, dan mengakibatkan terjadinya pendarahan di kepala.


Dimas langsung dilarikan ke rumah sakit Sardj*** dan langsung mendapatkan penanganan oleh paramedis.


Eliza yang medapat kabar bahwa Dimas mengalami kecelakaan, tanpa berpikir panjang Ia langsung bergegas menuju rumah sakit dengan menggunakan taxi. Dengan perasaan cemas, setelah sampai di rumah sakit, Eliza berlari kecil menuju ruang unit gawat darurat. Di depan ruang UGD sudah terlihat beberapa orang yang Eliza kenal, mereka adalah teman-teman kuliahnya Dimas. Mereka memilih menunggu di luar karena memang tidak diperbolehkan masuk.


Tak berapa lama, salah seorang dokter pun keluar dari ruangan dan mencari keluarga dari pasien yang mengalami kecelakaan untuk memberitahukan mengenai keadaan pasien, namun belum ada satu pun yang datang, jadi dokter pun langsung memberitahu kepada Eliza dan juga teman-temannya bahwa pasien yang mengalami kecelakaan itu dinyatakan meninggal. Akibat perdarahan hebat di kepalanya, dokter pun akan melalukan tindakan operasi. Namun takdir berkata lain, sebelum dilakukan tindakan operasi dan baru akan dipindahkan ke ruang operasi, pasien kehilangan banyak darah, dan nyawa nya pun tidak sempat tertolong. Begitulah yang dokter coba jelaskan tadi.

__ADS_1


.


Semua teman-teman Dimas yang ada di rumah sakit pun merasakan duka yang cukup dalam, karena mereka harus kehilangan Dimas, sosok teman yang setia kawan. Tak terkecuali Eliza, Ia pun merasakan duka yang membuat dadanya sesak dan sakit. Tanpa Ia sadari, air matanya pun jatuh bercucuran. Eliza telah kehilangan teman, sahabat, kakak, sekaligus kekasihnya.


Air mata yang tak henti keluar dari matanya, serta sorot mata yang kosong, jelas telah menggambarkan kehilangan orang yang di kasihi.


"Eliza, bagaimana keadaan Dimas? Dimana Dimas anak tante Eliza?" tanya wanita paruh baya yang ternyata adalah ibunya Dimas. Ya, ibunya baru saja sampai di rumah sakit bersama dengan anak bungsunya, sedangkan ayahnya Dimas sedang berada di luar kota karena urusan pekerjaan.


"Dimas, tante... Hiks hiks hiks.. Dimas udah enggak ada tante. Dimas meninggal. Huuaaaa..." ucap Eliza, masih dengan tangisan yang dari tadi belum berhenti juga.

__ADS_1


"Apa??? Dimas.. Dimas meninggal.." tanya ibunya Fimas, tak percaya dengan apa yang dikatakan Eliza.


"Iya tante.." ucap Eliza, dan segera memeluk tubuh wanita paruh baya itu dengan erat.


Mereka sudah saling mengenal, karena Dimas sudah mengenalkan Eliza kepada ibunya, dan hampir setiap minggu Dimas selalu mengajak Eliza ke rumahnya. Karena Dimas memang tidak ingin menutupi dari orang tuanya tentang kedekatannya dengan siapa pun, terlebih orang itu adalah orang yang spesial baginya.


*******


Jenazah Dimas pun dibawa ke rumah duka, yaitu rumah kediaman orang tua nya di daerah Sleman, Yogyakarta dan dikuburkan di pemakaman umum yang tak berada jauh dari rumahnya.

__ADS_1


Suasana haru pun menyelimuti rumah duka. Keluarga, tetangga dan teman-teman Dimas pun mengantarkan almarhum sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir.


__ADS_2