Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 61


__ADS_3

Hari ini Ayumi mulai masuk kuliah kembali setelah cuti kuliah. Kini Ayumi sedang sarapan pagi bersama keluarga besar Sander.


"Kau yakin ingin masuk kuliah hari ini" Tanya Tn. Dominik.


"Iya Deduska, sudah terlalu jauh ketinggalannya" sahut Ayumi yang sedang memakan sarapannya.


"Tapi bagaimana dengan tangan kamu yang terluka? Apa tidak akan terganggu" tanya Tn. Dominik lagi. "Deduska akan mengajukan cuti lagi jika kau mau"


"No" seru Ayumi protes, "Terlalu banyak cuti nanti Ayumi bisa jadi gadis malas Deduska, dirumah pasti akan terasa membosankan hanya nonton film lalu pergi tidur"


Tn. Dominik tersenyum akan jawaban Ayumi. Ia merasa jika Ayumi memiliki semangat tinggi untuk belajar, seperti kedua putrinya dan dirinya. Memang tidak salah jika keturunan Sander memiliki kualitas yang cukup tinggi. Apa lagi Ayumi masih belia, jiwa mudanya begitu di manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mengejar cita-citanya.


Nicak datang setelah Ayumi selesai sarapan pagi.


"Aku pikir kau tidak datang Nick," tanya Karina saat melihat Nick baru saja datang.


"Maaf tadi ada urusan sedikit, jadi datang terlambat" jawab Nick. Ia melihat jam tangannya.


"Ayumi apa kau sudah siap hari ini untuk kembali ke kampus" tanya Nick.


"Ayumi sudah siap kak, Let's go" jawab Ayumi.


"Aunty Ayumi berangkat dulu" pamit Ayumi dan ia berpelukan. "Deduska" Ayumi merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Tn. Dominik. Pria paruh baya mendekati cucunya dan memeluk dan mencium pucuk kepala Ayumi.


"Selamat belajar sayang"bisik Tn. Dominik. Ia mengurai pelukannya.


Nick mengambil alih mendorong kursi roda Ayumi. Sesampainya di mobil Nick untuk mengendong Ayumi namun Ayumi menolaknya.


"Kak, bantu berdiri saja, Ayumi ingin mencoba berjalan, katanya ini bisa membantu memulihkan" ucap Ayumi yang menolak untuk di gendong seperti biasa.


"Baiklah anak nakal" jawab Nick ia memasukkan tas dan Laptop Ayumi kedalam mobil terlebih dahulu baru ia membantu Ayumi memapah tubuhnya masuk kedalam mobilnya.


Nick mulai menstater mobil dan mulai meninggalkan halaman Mansion.

__ADS_1


"Ayumi" panggil Nick ia menoleh sebentar melihat Ayumi yang sibuk dengan gawai nya.


"Hmm" jawab Ayumi tanpa menoleh.


"Minggu depan kakak berencana akan kembali ke Paris" ucap Nick.


Ayumi berhenti bermain handphone seakan obrolan Nick sangat penting di simak. "Berapa lama kakak di Paris, apa ini menyangkut kontrak kak Rey? bukannya sudah selesai urusan kak Rey" tanya Ayumi, seakan ia tidak mau jika Nick pergi ke Paris itu mengingatkan kembali kejadian kecelakaan itu.


"Tidak lama, setelah selesai kakak akan kembali kesini,iya benar ini menyangkut Rey"


Ayumi menundukkan kepalanya ia meneteskan air mata. Nick mengetahui itu dan ia menepihkan mobilnya. Nick mengambil selembar tisu lalu menangkup wajah Ayumi. Ia menghampus air mata Ayumi. "Kakak hanya sebentar, tidak lama, kamu tidak perlu khawatir"


"Ayumi tidak masalah kak Nick pergi ke Paris, tapi jika ingat kata Paris hick... hick" Ayumi kembali menangis. "Kejadian itu tidak akan pernah Ayumi lupakan", seru Ayumi.


Nick tahu perasaan Ayumi ia memeluk Ayumi dalam pelukannya. "Kakak tahu Ayumi,"


Semoga kedatangan ku tidak sia-sia ke Paris, dan mengetahui kebenaran tentang Rey. Bersabarlah Ayumi.


Batin Nick.


"Maaf" lirih Ayumi. Nick tersenyum. "It's Ok"


Untuk menghibur Ayumi Nick bertanya sedikit tentang Garrett. "Bagaimana dengan Garrett apa dia menghubungi mu"


"Hari ini dia belum memberi kabar," jawab Ayumi. Ia melanjutkan bercerita tentang Garrett seolah masalah yang tadi lupa begitu saja. Nick merasa senang Ayumi melupakan kesedihan dan kembali ceria saat membahas Garrett. hingga mereka sampai di kampus.


Nick membantu Ayumi hingga ke kelas. Saat baru sampai di Lorong ia melihat Jessica dan Danilo.


"Jessi" Teriak Ayumi.


Mendengar suara yang Jessica rindukan hingga ia tidak mempedulikan nya. Mungkin karena ia terlalu merindukan Ayumi hingga ada suara Ayumi memanggilnya.


"Jessica Muller" Teriak Ayumi kembali.

__ADS_1


"Danilo kau dengar tidak ada yang memanggil ku seperti Ayumi apa hanya perasaan ku saja". Tanya Jessica. Mereka belum menyadari keberadaan Ayumi di belakang mereka.


"Iya Jess, aku mendengar ada yang memanggil nama kamu" jawab Danilo. Ia menoleh ke belakang Danilo merasa terkejut dengan kedatangan Ayumi yang duduk di kursi roda jika kabar kecelakaan Ayumi benar adanya.


"Jess!! Lihatlah siapa yang datang, bidadariku sudah kembali" seru Danilo masih tidak percaya.


"Siapa bidadari kamu" Jessica ikut menoleh kebelakang. Ia tertegun sejenak Jessica membeku tidak percaya, apa yang ia lihat di depannya. Orang yang ia rindukan selama ini. Jessica nampak berkaca-kaca melihat kedatangan sahabatnya kembali tapi dengan kondisi yang duduk di kursi roda.


Ayumi tersenyum dan merentangkan kedua tangannya. "Ayumi" lirih Jessica ia sedikit berlari dan memeluk Ayumi.


"Ayumi kenapa kau bisa seperti ini, dan kenapa tidak memberitahu ku" Jessica menangis.


"Ceritanya panjang, tapi setidaknya aku sudah kembali lagi" Ayumi mengembangkan senyumnya ia tidak ingin ikut larut dalam kesedihan dan mengingat kembali kecelakaan itu.


"Kak, sampai sini saja, sudah ada Jessica"ucap Ayumi ia menyuruh Nick untuk kembali.


"Apa kau yakin, tidak merepotkan Jessica" tanya Nick ragu karena Jessica dan Ayumi berbeda jurusan. "Gue satu kelas dengan Ayumi" sahut Danilo menawarkan diri. Nick berdesis tidak suka melihat Danilo.


Sejak pertama kali bertemu membuat Ayumi terluka, Nick tidak suka dengan Danilo sampai sekarang. "Aku tidak yakin, anak tengil seperti mu bisa menjaga adikku dengan baik"


"Percayalah pada ku, maaf soal kejadian dulu, kenapa masih di ingat saja. Seolah gue buruk dimatamu" cibir Danilo.


Jessica yang tidak tahu permasalahan antara Danilo, Ayumi dan Nick hanya bisa diam. Pantas saja saat pertemuan kembali Danilo dengan Ayumi sedikit tidak nyaman untuk Ayumi.


"Jessica tidak keberatan kak, Jessi akan menjaga Ayumi" sahut Jessica menghilangkan suasana yang sedang memegang antara Danilo dan Nick.


"Baiklah, kakak percaya sama kamu Jess, titip Ayumi dan jangan sampai anak tengil ini melukai adikku, jika itu terjadi berurusan dengan ku" pinta Nick kepada Jessica. Membuat Jessica menelan ludahnya terasa tercekik. Ancam Nick di tujukan kepada Danilo tapi ia bisa merasakan aura kebencian dan dendam kepada Danilo.


"Iy-iya kak" seru Jessica dengan sedikit terbata. "Ayo Jess, antar aku ke kelas"


Nick masih menatap ketiga anak muda yang berjalan menjauh hingga tidak terlihat lagi.


Nick mengambil handphone dan menghubungi seseorang. "Minggu depan aku akan datang ke Paris, dan apa yang kau katakan harus benar adanya, aku tidak mau nantinya sia-sia apa lagi Ayumi terutama ucap Nick kepada seseorang yang ia hubungi.

__ADS_1


Nick lebih memilih menunggu Ayumi di dalam mobilnya. Ia sudah tahu jika hari ini Ayumi hanya beberapa mata kuliah saja ia akan pulang cepat.


__ADS_2