
Ayumi masih saja merengek kepada Rey untuk menjelaskan kenapa ibu mertuanya sampai di tahu dan akan mengirimkan buah mangga manalagi ke Moskow Rusia.
"Ayo, sayang buruan. Kenapa mami bisa tahu." Jiwa kepo ibu hamil mulai.
Rey terkekek melihat istrinya itu penasaran dengan apa yang akan ia ceritakan. Tapi bukan mati penasaran iya.
Bahkan lengan tangan Rey di goyang- goyang kan karena saking penasarannya. Rey malah tertawa melihat tingkah istri kecilnya.
"Sayang, kenapa malah tertawa. Tidak mau kan jika nanti hingga membuat Ayumi mati penasaran." Ayumi memanyunkan bibirnya.
"Astaga baby, kenapa kau ngomong begitu. Kalau kau mati aku ikut iya. Aku tidak mungkin sendirian di sini tanpa mu."
Plak
Ayumi memukul bahu Rey. "Amit-amit," Ayumi mengelus perut nya yang masih datar.
"Aww ... Kenapa malah mukul sih by." Kata Rey seraya mengelus bahunya.
Kecil- kecil tenaga nya kuat juga.
Batin Rey berbicara. Jika, Rey bicara langsung mungkin ibu hamil ini akan kembali merajuk hingga batas yang tidak di tentukan.
"Mau cerita apa gak, Ayumi kipuk lagi ini." Tangan Ayumi sudah di udara untuk siap- siap memukul Rey kembali.
"Ok ... Ok ... " Rey mengambil napas dalam-dalam.
"Jadi begini ... "
Rey mulai menceritakan semua tentang kenapa mami Arum bisa tahu dan Rey juga menceritakan. jika, mami Arum akan menikah lagi.
"Hah." Ayumi bengong mendengar nya.
"Sama siapa mami menikah sayang? Jangan sampai mami menikah dengan orang yang salah. Cukup Ayumi saja yang menderita memiliki ibu tiri." Tutur Ayumi sedih. Ayumi mengingatkan kembali masa lalu nya saat memiliki ibu tiri. Bahkan Ayumi sampai menitihkan air matanya. Bohong jika Ayumi dulu baik-baik saja dan menjadi gadis ceria itu bohong.
Karena Ayumi menutupi kesedihannya dengan selalu terlihat ceria. bahkan Ayumi sengaja membuat dirinya sibuk menerima les privat bahasa dan lain nya untuk tidak bertemu dengan ibu tirinya.
"Baby, kenapa menangis?" Rey menghapus air mata Ayumi. dan memeluk tubuh Ayumi.
Ayumi menumpahkan air matanya di dada Rey. Rey baru tahu ternyata di balik keceriaan istrinya menyimpan luka yang dalam. Rey mengelus punggung Ayumi sedang lembut.
__ADS_1
"Baby, jangan sedih, mami menikah dengan pria yang baik, bahkan kau saja tahu." Bisik Rey yang masih mengelus punggung Ayumi.
Selama ini Ayumi bisa menutupi kesedihannya. tapi, karena hormon ibu hamil ini yang mudah berubah-ubah bahkan sekarang sedang melow.
Mereka mengurai pelukannya. Ayumi mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Rey.
"Siapa?"
"Dady Andreas. dia yang akan menjadi ayah tiri ku baby. Apa kau keberatan hum?" Tanya Rey. Sedangkan Ayumi hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Syukurlah sayang. Jika, Dady Andreas akan menjadi ayah kamu seutuhnya."
"Oh iya baby, aku membuat janji dengan pengacara Dimitri,"
"Untuk apa?"
"Ish kau ini," Rey mencolek hidung Ayumi. "Apa kau lupa tempo hari saat kau mengumumkan perusahaan Sander dan perusahaan milikku sekarang menjadi perusahaan induk." ujar Rey.
"Tidak, Ayumi tidak pernah lupa. Maksudnya buat apa bertemu Pengacara Dimitri."
"Iya, untuk menjelaskannya lah. Apa kau lupa lagi. Jika kamu belum berusia 20 tahun semua harus di laporkan ke pengacara Dimitri?"
Dan Ayumi malah memperlihatkan gigi putihnya. "Maaf sayang, Ayumi lupa."
Ting tong ...
Suara bel berbunyi.
"Siapa yang bertamu, huft padahal sedang ingin berdua dengan istriku." Rey ngedumel. Tapi, ia tetap berjalan dan membukakan pintu.
Ceklek pintu di buka.
"Nick, mau apa kau kesini?" Tanya Rey yang melihat kedatangan asisten nya itu. Bahkan Nick belum di ijinkan untuk masuk. Rey bahkan berdecak pinggang.
"Sayang, siapa tamu nya." Teriak Ayumi di dalam.
"Bukan siapa-siapa baby, hanya sales panci,"
Astaga sejak kapan bos jadi sengklek begini.
__ADS_1
Batin Nick.
"Ini kakak Ayumi." Teriak Nick. Karena ia belum di ijinkan untuk masuk.
"Hei kenapa kau malah teriak." ujar Rey.
Setelah mendengar ada Nick Ayumi memutuskan untuk keluar dan melihat nya.
"Baby, kenapa kau kemari, kau kan harus bed rest."
"Ish, apa an sih, orang Ayumi yang menyuruh kak Nick untuk datang kesini." Ayumi sedikit mendorong tubuh Rey untuk menyingkir.
"Mana pesenan Ayumi kak." Tanya Nick.
Nick mengangkat beberapa kantong yang ia bawa.
"Sesuai permintaan ibu hamil." Kata Nick menyodorkan kantong yang Nick bawa. Sedangkan Rey memicingkan matanya melihat Nick membawa belanjaan banyak sekali.
"Memang apa yang kau bawa Nick?" Celetuk Rey yang mengikuti Ayumi dan Nick masuk kedalam.
"Oh, itu asinan Bogor, buah mangga manalagi dan ..."
"Hah kau mendapatkan itu semua dari imana?" Tanya Rey.
"Itu mudah untuk ku Rey." Kata Nick dengan sombongnya.
Plak
Rey memukul kepala Nick.
"Aku mendatangi para komunitas Indonesia yang ada disini. dan kebetulan sekali jika mereka sedang menyelenggarakan festival Indonesia,"
"Hah ..."
"Lalu, buah mangga manalagi yang akan dikirim mami bagaimana baby ..."
"Iya kita terima, nanti Ayumi bagi keseluruhan pelayan yang ada di mansion." Kata Ayumi.
Gubrakkkk
__ADS_1
Rey mendadak lemes, sedari pagi istrinya merengek minta buah mangga manalagi. Tapi saat mami Arum akan mengirimkan apa yang Ayumi minta. Tapi malah akan membagikan keseluruh para pelayan mansion.