
Rey dan Nick nunggu Ayumi di luar. Rey tidak sabar menunggu kelahiran baby twins. Hingga ia sedari tadi hanya mondar-mandir di depan pintu. Membuat Nick merasa jengah.
"Rey lebih baik kita duduk saja, dari pada kau sibuk mondar-mandir tidak jelas,buat mata ku sakit." Kata Nick.
"Ck, kau ini, apa kamu tidak lihat aku merasa khawatir dari tadi, aku potong ga ..." Jawab Rey
Nick memotong pembicaraan Rey. "Tidak takut untuk potong gaji, tau kirim ke Antartika sekalipun," jelas Nick.
"Ck, kalau bukan yang jagain Ayumi dulu udah aku cincang kamu Nick, "
Hahahaha
Nick tertawa renyah. Membuat Rey mendelik kesal. Mendengar Nick tertawa mengejek nya.
"Jika bukan sedang menunggu anak-anak ku lahir kau sudah habis Nick."
"Apa kau sudah menyiapkan hadiah untuk para karyawan dan para wanita yang baru melahirkan di hari yang sama dengan iatriku ke seluruh dunia." Imbuh Rey.
"Sudah Rey, "
Rey tersenyum dan menepuk pundak Nick." Bagus, kalau selalu bisa di andalkan Nick."
Nick menyunggingkan senyuman nya kepada Rey.
"Sayang, bukannya itu Rey?" Tanya Tn. Dominik yang ikut Karina dan Sean untuk memeriksakan kandungan nya.
__ADS_1
"Iya dad, itu seperti Rey dan Nick. Ngapain mereka ada di rumah sakit," Sean menjawab pertanyaan Tn. Dominik.
"Lebih baik kita ke sana saja." Timpal Karina yang sedang duduk di kursi roda. Karena Sean tidak ingin istrinya merasa kecapean dan Karina menurut saja. Jika tidak Sean akan ceramah di depan Karina. Semenjak Karina hamil Sean begitu protektif.
"Rey!" Sapa Tn. Dominik.
Rey yang masih berdebat dengan Nick menoleh dan melihat ke samping.
"Deduska." Ucap Rey lirih. Ia bangun dari tempat duduknya dan melangkah lebih dekat dengan mereka.
Rey merasa terkejut dengan kehadiran mereka, Karena tidak ada yang memberitahu kan jika Ayumi akan melahirkan.
"Nick," tanya Rey kepada asisten nya sekaligus sahabatnya. Nick tahu apa yang di maksud Rey.
"Tidak Rey, aku belum memberitahu jika Ayumi di rumah sakit." Ucap Nick yang berdiri berada di belakang Rey.
"Cucuku Ayumi kenapa dia?" Tanya Tn. Dominik.
Ceklek
Salah satu perawat keluar dan memanggil Rey.
"Suster bagaimana anak-anak ku, mereka selamat kan."
"Rey, apa maksudnya, memang Ayumi kenapa?" Tanya Karina.
__ADS_1
"Ayumi melahirkan, " ucap Nick.
"Apa," pekik mereka bertiga kembali.
"Kenapa kalian tidak ada yang memberitahu kami?" Tanya Tn. Dominik.
"Bukannya kalian kesini karena sudah tahu?" Jawab Nick.
Bugh.
Nick di tinju oleh Sean. Hingga mengadu kesakitan.
"Kami kesini memang akan bertemu Dokter Laura," tegas Sean.
Mendengar ada ribut-ribut Ayumi dan Dokter Laura keluar, sedangkan Ayumi duduk di kursi roda.
"Ada apa ini kenapa kalian malah pada ribut." Ucap Dokter Laura. Seraya mendorong kursi roda Ayumi.
"Sayang, mana keponakan Aunty," tanya Karina.
"Aunty, keponakan aunty masih ada di dalam sini," ucap Ayumi seraya menunjuk ke arah perutnya yang sudah membesar.
"Baby, jadi kamu tidak jadi melahirkan?" Tanya Rey ia mendekati Ayumi dan berjongkok mensejajarkan tinggi Ayumi dengan dirinya.
Ayumi menggelengkan kepalanya dan Dokter Laura hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
"Ayumi hanya kontraksi palsu,jadi kalian tidak merasa khawatir. Tapi nona Karina bukan nya anda bertemu saya tiga jam lagi"
Sean menjelaskan kejadian tadi pagi kepada Dokter Laura hingga ia datang dokter jam sekarang dari pertemuan yang sesungguhnya.