
Liburan telah usai, Rey dan Ayumi kembali ke tanah air, sopir pribadi Rey sudah menunggu di bandara setelah sebelumnya Rey sudah memberi kabar akan kepulangan nya kepada Ny.Arum, mereka pulang kerumah Ayumi setelah mendapat kabar dari pengacara keluarga Azawa.
Mobil sampai di halaman rumah Ayumi, Rey menggenggam tangan istrinya terasa nampak dingin karena pengacara keluarganya tidak pernah menghubungi untuk bertemu.
"Tenang lah,aku akan menemani kamu di dalam,ayo kita keluar."
Rey mengulurkan tangannya kepada Ayumi, mereka masuk bersama. Ayumi terkejut tidak hanya pengacara keluarga nya saja tapi ada beberapa orang penting yang Ayumi belum mengenal dan juga ada mama Ria yang sudah nampak duduk tanpa expresi dan juga kakak tiri nya Saka.
"Kalian akhirnya pulang juga. masih berduka kenapa malah pergi keluyuran." ucap mama Ria. "Kau harusnya bisa menahan diri untuk pergi honeymoon." sambung mama Ria menunjuk ke Rey.
"Maaf bukan seperti itu, kebetulan saya ada pertandingan. saya tidak tega jika meninggalkan istriku sendirian disini." sahut Rey.
"Alasan." ketus mama Ria.
"Harusnya Ayumi yang bertanya seperti itu. mama kemana saja setelah acara pemakaman Dady?" Ayumi tidak mau terus menerus jadi alibi mama Ria. dan di salahkan. bagi Ayumi sudah cukup penderitaan dirinya selama ini di kendalikan mama tiri nya itu.
"Kau ... "
Mama Ria mengepalkan tangannya. ia tidak bisa berkata lagi. anak sambungnya ternyata bisa melawan nya sekarang.
"Maaf kedatangan kami malah membuat kekacauan." Rey meminta maaf kepada semua orang.
Awas saja kau Ayumi berani membuat ku malu di depan pengacara Dady kamu,awas saja jika aku tidak dapat apa-apa.
"Tidak apa-apa." kata pengacara keluarga Azawa "Maaf anda siapa?" tuturnya lagi.
"Sayang lebih baik kita duduk dulu."bisik Rey kepada Ayumi.
Rey memperkenalkan diri di depan semua orang yang belum tahu dirinya. "Perkenalkan saya Rey Vincenzo Xavier putra semata wayangnya tuan Xavier."
Membuat pengacara keluarga Azawa terkejut "Apa,jadi kamu putra tunggalnya tuan Xavier? sungguh sangat kebetulan sekali."
"Maksud nya." Rey merasa ambigu akan jawaban pengacara Dady Azawa.
Pengacara keluarga Azawa tersenyum. "Baiklah kedatangan kami semua dan menyuruh nona Ayumi. dan Ny.Ria untuk berkumpul." pengacara Keluarga nya menjeda sebentar. "Kami semua adalah pengacara keluarga Azawa, dan saya sendiri sebagai pengacara tuan Azawa di Jakarta dan kedua orang ini mungkin nampak asing bagi kalian."
__ADS_1
"Pengacara Park Jung dari Jepang. dan pengacara Dimitri dari Rusia. mereka berdua lah yang mengurus kekayaan NY. Khaterina dan Tuan Azawa selama ini." pengacara keluarga yang bernama Roy itu memperkenalkan diri dan kedua orang yang ikut bergabung bersamanya.
Mama Ria terkejut ternyata mendiang suaminya itu benar-benar orang kaya. bukan hanya, di Jakarta saja. tapi di Jepang. kenapa tidak pernah cerita jika suaminya dulu seorang berpengaruh pikir mama Ria.
"Kedatangan kami kesini untuk membicarakan surat wasiat tuan Azawa kepada nona Ayumi selaku putri tunggal dari tuan Azawa dan Ny.Khatrina."
"Sesuai isi surat tersebut bahwa nona Ayumi lah pewaris tunggal dari Ny.Khatrina." kata pengacara Roy. "Silahkan pengacara Dimitri untuk menjelaskan apa saja harta peninggalan Ny.Khatrina untuk putri semata wayangnya." ucap Pengacara Roy dengan menggunakan bahasa Rusia.
"Seluruh peninggalan Ny.Khatrina yang berada di Rusia termasuk, rumah mewah, butik, perusahaan yang bergerak di bidang industri expor impor dan properti dan masih banyak lagi." pengacara Dimitri menjelaskan satu persatuan apa saja peninggalan mommy nya itu yang Ayumi tidak tahu. "Sesuai yang tertera disini bahwa nona Ayumi berhak menerima ini semua setelah nona berusia 20 tahun, untuk sementara masih di bawah kekuasaan saya.jika nona membutuhkan apa pun bisa menghubungi saya."
Rey masih menggenggam tangan istrinya itu, untuk memberi dukungan. nampak Ayumi berkaca-kaca saat mengetahui mommy nya itu berjuang untuk dirinya agar bisa hidup lebih baik saat ia tidak ada.
Mama Ria nampak gelisah keringat dingin mulai nampak keluar, ia takut jika dia atau putranya tidak dapat apa-apa dari mending suaminya. setelah pengacara Park Jung menyampaikan perusahaan di Jepang jatuh pada Ayumi. dan juga di Jakarta.
"Karena sesuai isi surat wasiat beliau jika Ayumi berhak mendapatkan itu semua jika Ayumi sudah menikah dan tanpa kebetulan jika nona Ayumi sudah menikah."
"Lalu, Ayumi harus menikah dengan siapa?" kata Ayumi.
Pengacara Roy tersenyum ia menatap Rey dan juga Ayumi "Tuan Azawa meminta nona Ayumi untuk menikah dengan putra dari sahabat nya yaitu tuan Xavier."
"Betul nona." ucap pengacara tuan Azawa "Disini sudah di tulis langsung oleh tuan Azawa sendiri, dan untuk Ny.Ria anda sudah tidak berhak menjadi wali nona Ayumi dan anda hanya mendapatkan rumah peninggalan beliau."
"Apa!!" Ny.Arum berdiri dari tempat duduknya "Saya tidak terima jika saya hanya mendapatkan rumah ini, saya sudah menjaga dan merawat anak ini dan juga menjalankan perusahaan Azawa selama dia sakit. apa-apa ini."Teriak mama Ria tidak terima.
"Mah sudah mah, sabar ayo duduk lagi." ucap Saka menenangkan mama Ria. "Mama harusnya bersyukur karena mendapat rumah. dari pada mama tidak dapat." kata Saka lagi.
"Kau anak kecil tahu apa."Mama Ria menatap tajam kepada putra nya itu.
Kenapa memaksa anak sialan itu untuk menikah malah mendapat keberuntungan.
"Tuan muda Xavier anda lah yang sekarang menjadi wali nona Ayumi selaku suaminya"
"Apa jadi saya."
"Ya, sesuai pesan beliau, dan jika tidak ada pertanyaan lagi kami permisi."
__ADS_1
ketiga pengacara keluarga Azawa pergi meninggalkan mereka berempat.
"Kak" seru Ayumi menoleh ke Rey "A-ayumi tidak menyangka jika menikah muda dengan kak Rey sudah di takdir kan untuk bersama." kata Ayumi kembali ia memeluk Rey lalu menitihkan air matanya.
"Saya menyesal telah memaksa kamu menikah, dan kenapa harus kau yang menjadi suaminya." bentak mama Ria ia masih tidak percaya dan menerima keputusan para pengacara Mama Ria menarik tangan Saka pergi dari mereka.
"Awas saja kau, akan aku buat kau menderita" gumam Mama Ria ia menatap sejenak anak tirinya yang masih memeluk Rey.
"Ayo sayang, aku akan membantumu membereskan barang-barang kamu, kita pindah sekarang."bisik Rey ia mengurai pelukan nya.
Sementara Ayumi mengambil apa saja yang ia akan bawa, Rey menghubungi mami nya, Rey menceritakan semua apa yang terjadi dengan Ayumi.
"Sayang bawa yang sekiranya penting saja." kata Rey. ia membantu Ayumi memasukan baju-baju Ayumi ke dalam koper dan juga barang yang ia butuhkan.
"Sementara kita tinggal dirumah mami ya, sebelum aku menemukan rumah yang cocok untuk kita tempati." ucap Rey.
"Terserah kak Rey saja, yang terpenting Ayumi tinggal bersama kak Rey"
Rey tersenyum istrinya mau tinggal bersama orang tua nya. kini mereka menuju rumah Rey tidak butuh lama hanya butuh satu jam mereka sampai di kediaman keluarga Xavier.
Ayumi baru pertama kali menginjakkan kakinya kerumah suaminya itu, nampak terlihat tidak jauh mewah dari rumah Dady nya.
"Ayo kita masuk sayang, mami sudah menunggu kedatangan kita."
Benar saja setelah mendengar mobil berhenti Ny.Arum keluar dari dalam dan menyambut kedatangan anak dan menantunya itu.
"Selamat datang menantuku." ucap Ny.Arum memeluk hangat Ayumi sebentar dan mengajak mereka untuk masuk ke dalam.
Ayumi merasakan kehangatan dirumah Rey ia sudah cukup lama tidak dipeluk seorang ibu dan ia bisa mendapatkan lagi dari ibu mertuanya.
"Terimakasih nyonya." jawab Ayumi.
"Mami bukan majikan mu sayang, panggil mami seperti Rey. Ayumi mengangguk.
Bersambung
__ADS_1