Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 109


__ADS_3

"Tunggu, Rey kenapa sayang?" Tanya mami Arum yang penasaran dengan ucapan Ayumi yang terpotong.


"Ehh anu mih," Ayumi melirik Rey namun hanya diam saja "kak Rey mau ajak Ayumi pergi honeymoon, iya kan sayang" seru Ayumi dengan senyuman terpaksa. Seraya memeluk lengan tangan suaminya.


Lagi-lagi Rey hanya diam. membuat Ayumi menginjak kaki Rey. "Iiiyaa mih, kalau Rey kembali sekalian ajak Ayumi liburan juga, dia kan tinggal nunggu wisuda saja " tutur Rey bla- bla panjang lebar. "Mih, Rey masuk dulu" kata Rey lagi ia membawa Ayumi kekamar.


"Tunggu" kata Ayumi. "Ada apa lagi baby?" Tanya Rey.


"Sayang belum minum obat, tunggu disini biar Ayumi ambil dulu" jawab Ayumi yang hendak balik lagi. Namun Rey menahan baju Ayumi. "Mau kemana?" Cegah Rey. "Ambil obat sayang"


"Tuh, obatnya sudah di atas meja" Rey menunjuk tangan nya ke arah meja.


Ayumi membantu Rey menyiapkan obatnya, setelah itu Ayumi mengganti bajunya dengan baju tidur dan naik ke atas tempat tidur.


Rey tersenyum melihat istrinya sudah ada di samping.Rey menarik Ayumi kedalam pelukannya. Sedangkan tangan Ayumi bermain di dada bidang Rey dengan membuat pola.


"Sayang"


"Hemm" jawab Rey.


"Kenapa kak Nick tidak suka jika di panggil nama lengkap nya" tanya Ayumi yang penasaran.


Rey sedang sibuk dengan mengecup kepala Istrinya terhenti ketika Ayumi merengek meminta untuk menjelaskan.


"Ayo lah sayang, jelaskan sekarang!" Rengek Ayumi. Membuat Rey mendengus kesal karena kesenangan nya harus terhenti.


"Itu tidak penting sayang, yang terpenting kita bercinta saja malam ini"


Membuat Ayumi membulatkan matanya dan langsung duduk di hadapan Rey. "Sayang, bukan kita sudah melakukan nya tadi?"


"Iya tapi itu hanya lewat saja baby,"


"Sayang kenapa kau jadi mesum sekali?"

__ADS_1


"Mesum ke istri itu tidak masalah baby, apa lagi sudah merasakan" Rey menarik tubuh Ayumi kedalam Kungkungan.


"Tapi sayang, Ayumi ma.. " Ayumi tidak bisa melanjutkan perkataannya karena dengan cepat Rey mencium bibir Ayumi. Yang ada di pikiran Rey sekarang adalah membuat Ayumi hamil.


"Kau tahu baby jika rasanya bercinta senikmat ini kenapa kita tidak melakukan dari dulu"


"Tapi Ayumi dulu masih sekolah sayang dan ahh.. sayang besok kita bisa ehm pzzztt" rancau Ayumi saat sudah tidak berkutik di bawa Kungkungan suaminya, hingga membuat Ayumi diam karena terbuai akan permainan suaminya. mereka melakukan lagi dan lagi hingga Ayumi tidak memiliki tenaga lagi, Rey menyudahi acara pengantar tidur mereka.


Rey tersenyum dan ia mengecup kening istrinya "Aku mencintaimu" Rey menarik tubuh Ayumi kedalam pelukannya. Dan tangan Rey mengelus perut Ayumi yang masih rata berharap benih Rey junior akan tumbuh di dalam rahim Istrinya.


🍃🍃🍃


Pagi yang cerah secerah Rey yang baru saja keluar dari kamar mandi, namun tidak dengan Ayumi, karena merasakan begitu lelah dan sakit semua akibat ulah suaminya dari kemarin.


"Baby ayo, Come on get up!" Seru Rey.


"Sayang rasanya Ayumi tidak memiliki tenaga"


Rey membantu Ayumi untuk membersihkan badannya seperti biasa, ia hanya tersenyum akibat ulahnya selalu membuat Istrinya tidak berdaya. Mereka bangun kesiangan kini sudah pukul sembilan pagi waktu Rusia.


Nick yang sudah menunggunya dari dua jam yang lalu namun kedua suami istri yang baru di pertemukan kembali belum nampak terlihat batang hidungnya. Namun beberapa jam kemudian Rey dan Ayumi baru keluar dari kamar mereka.


"Aku tahu Rey, kau menargetkan istrimu untuk cepat hamil tapi tidak membuat orang menunggu juga " kesal Nick saat melihat Rey dan Ayumi.


Ayumi melirik ke arah Rey, kenapa Nick bisa tahu jika mereka sudah melakukan malam pengantin yang tertunda. Sedangkan Rey hanya cuek tidak mempedulikan ocehan Nick dan lirikan tajam istrinya.


"Mami mana" tanya Rey. "Nyonya kembali ke kamar setelah makan tadi, karena terlalu lama menunggu kalian unboxing terus" cibir Nick.


Namun Ayumi dan Rey tidak mempedulikan ocehan Nick. Mereka menikmati makanan yang tertunda. Setelah itu Rey menghampiri kamar mami nya.


"Baby, kau tunggu lah di mobil dulu sama Nick, aku ingin menemui mami dulu" kata Rey mengecup kening Ayumi sebelum melangkah ke kamar mami nya.


"Kak" sapa Ayumi.

__ADS_1


"Iya" jawab Nick. "Apa keputusan kak Rey kembali ke balap itu sudah benar, Ayumi belum siap jika harus kehilangan kak Rey kembali" ucap Ayumi,ia berhasil mencurahkan isi hatinya dan isi didalamnya benaknya yang mengganjal.


"Ayumi, kau harus percaya sama kakak, jika Rey akan baik-baik saja. dia hanya ingin meluruskan masalah kemarin, kakak sudah pernah menjelaskan kepada mu kan tentang perusahaan RA?"


Obrolan mereka berhenti saat Rey membuka pintu mobil. Dan ia masuk kedalam duduk di samping Ayumi. "bagaimana mami" tanya Ayumi. "Mami baik-baik saja sayang kau tenang saja, dia nitip salam untuk mu"


Ayumi diam, membuat Rey mengerutkan keningnya. "Baby kau kenapa?"


"Tidak, hanya sedang merindukan mommy sama Dady saja" ucap Ayumi santai.


"Apa kau ingin pulang ke Indonesia baby?"


"Iya" jawab Ayumi singkat ia tidak ingin membahasnya lebih jauh karena akan membuat Ayumi murung dan sedih jika mengingat orang tua nya., semenjak ia kuliah di Moskow Ayumi belum pulang ke Indonesia dan pergi menemui makam kedua orang tuanya.


"Baiklah nanti kita berkunjung ke Indonesia, Nick atur jadwal ke Indonesia"


Rey tidak banyak bicara ia menarik tubuh Ayumi untuk bersandar pada dadanya. Hingga sampai di bandara. Rey tidak pernah melepaskan genggaman tangan Ayumi. Nick tidak ikut ia akan bertemu mereka kembali saat di Paris Perancis nanti.


"Sayang apa kak Nick tidak ikut kita?" Tanya Ayumi ia masih menatap kebelakang melihat Nick yang masih di dalam mobil.


"Tidak baby, kita akan bertemu di Paris Minggu depan"


Perjalanan ke Colorado cukup lama membuat Ayumi benar-benar merasakan tubuh yang begitu lelah. "Baby lebih baik kau istirahat di dalam, aku tidak mau baby jatuh sakit" seru Rey membelai rambut panjang Ayumi.


"Tapi Ayumi tidak mau sendirian" kata Ayumi. Rey terkekeh. "Aku akan menemani mu baby" Rey bangkit dari duduknya dan mengendong Ayumi kedalam gendong menuju kamar yang ada di privat jet nya.


Pramugari melihat pemandangan ke uwuhan atasnya itu membuat mereka baper. "Begitu baik dan perhatiannya Tuan Xavier kepada istrinya, apa lagi begitu menyayanginya nya, duh andai saja Tuhan menyisahkan satu pria seperti tuan xavier" lirih pramugari.


"Hey, pria seperti itu hanya ada satu di dunia, jangan banyak menghayal lebih baik lanjut kerja." Tegur Partner pramugari tadi.


Bersambung...


Tunggu saja iya nanti ada cerita Nick dengan masa lalu nya. dan untuk yang bilang menggantung cerita nya, maaf karena Author juga punya kesibukan sendiri jadi tidak fokus untuk seharian menulis kelanjutan ceritanya 🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu beri dukungan dengan memberikan like, komen hadiah dan vote juga jangan sampai lupa lope Lope peluk online dari Author 🤗🤗🤗🥰😘😘😘


__ADS_2