
Nick dan Karina memutuskan untuk meninggalkan Rumah Sakit terlebih dulu, ia akan menunggu di Bandara.
Di sepanjang jalan Karina hanya diam, ia benar- benar tidak mau kehilangan sang keponakan, ia sudah kehilangan seorang wanita hebat seperti kakak nya.
Karina sangat berharap sekali, jika Ayumi di pindahkan untuk melakukan operasi di Rumah Sakit Di negara Paman Sam ini, sangat berharap operasinya akan berhasil.
Terasa sangat sunyi, Nick membuka percakapan terlebih dulu.
"Nona apa anda ingin pulang terlebih dulu, untuk mengambil sesuatu menurut nona penting", seru Nick dengan hati-hati.
Karina menyadari jika dirinya masih menggunakan gaun pesta. Ia tidak mungkin ke butik karena malam sangat larut.
"Kita pulang dulu saja Nick, aku ingin ganti baju", ucap Karina.
"Baik, nona", kata Nick. Dengan menambahkan kecepatan penuh hingga mereka cepat sampai di mansion Tn. Dominik.
"Kau tidak ingin turun dulu Nick", tanya Karina.
"Iya nona",
Mereka turun dari mobil bersama, Nick menunggu di ruang keluarga. Dan Karina kekamar untuk berganti baju dan membawa beberapa yang ia perlukan, Karina tidak begitu banyak membawa baju, ia pikir akan beli saja di sana.
Pelayan mansion datang dan menyodorkan secangkir kopi untuk Nick.
"Saya tidak tahu selera anda, jadi maaf saya buat kan kopi untuk Tuan."
"Tidak apa-apa, Terimakasih kopinya", ucap Nick.
Dengan secangkir kopi ia terhindar dari Rasa kantuk yang sedang ia rasakan.
Nick menatap foto keluarga yang di pasang di ruang keluarga.dimana terdapat ibu Ayumi yang sangat cantik.
Ternyata kecantikan Ayumi menurun dari Nyonya Katrina dan perpaduan dari Tn. Azawa yang asli Jepang.
Karina tahu jika Nick sedang menatap foto keluarga mereka. Karena saat dirinya sudah berada di belakang Nick tidak bergeming.
"Dia itu Mommynya Ayumi, Kak Katerina", sahut Karina. Menyadari ada seseorang Nick menoleh.
"Maaf", kata maaf yang di ucapkan Nick.
Karina tersenyum "Ayo! Kita pergi ke bandara sekarang", ucap Karina. Seraya menarik kopernya.
Nick menaruh koper milik Karina di bagasi, dan ia masuk kedalam dan meninggalkan halaman Mansion menuju Bandara.
__ADS_1
🍃🍃🍃
Mereka berdua baru bisa melihat Ayumi saat sudah berada di dalam jet private nya.
Karina tidak kuasa melihat kondisi keponakannya itu, ia menangis saat melihat Ayumi yang tidak sadarkan diri, dengan berbagai alat yang menempel pada nya, dan nampak memakai cervical collar pada lehernya.
Tn. Dominik tidak ingin jauh dari cucu kesayangan.
"Dady", lirih Karina mendekati Tn. Dominik. Karina memeluk Dady nya. Ia kembali menangis di dalam pelukan Dady nya. Ia membiarkan putrinya menangis. Sedangkan para team medis yang ikut mendampingi masih siaga di samping Ayumi untuk selalu mengecek keadaan Ayumi agar tetap stabil.
Perjalanan kali ini memakan waktu 8 jam dari Rusia ke Amerika. Karena tidak ingin melihat ayah dan putrinya sakit Nick membujuk agar istirahat.
"Tuan, nona, lebih baik anda istirahat saja, biarkan para team medis yang menjaga Ayumi", ucap Nick.
"Tidak Nick, saya masih ingin disini", jawab Karina.
"Tapi nona, perjalanan masih lama, jika nona sakit, siapa yang akan menjaga dan merawat Ayumi", tegas Nick kembali.
"Istirahat lah sayang, nanti Dady menyusul, ada sesuatu yang akan Dady katakan pada Nick", seru Tn. Dominik mengelus rambut panjang putrinya. Dan mengecup kening kepala putrinya.
"Baiklah, Dady juga jangan lupa istirahat", ucap Karina, sebelum pergi ia menggenggam tangan keponakannya. "Sayang! Aunty yakin kau gadis yang kuat, kau bisa melewati hal semua ini", katanya lagi seraya menyeka air matanya yang sempat menetes.
Karina masuk kedalam kamar yang sudah tersedia di dalam jet private nya.
"Nick, kata Dokter jika Ayumi mengalami trauma akan kecelakaan hingga dia seperti ini, apa ada kaitannya dengan kecelakaan Rey saat itu", jelas Tn. Dominik.
Nick mengingat kembali, jika saat itu ia yang menstreaming live dengan Ayumi saat pertandingan berlangsung hingga akhirnya terjadi kecelakaan tunggal.
"I-ya Tuan besar, saat itu saya yang melakukan streaming live dengan Ayumi" kata Nick. Ia menceritakan semua kejadian saat itu juga.
Mendengar penjelasan dari Nick, Tn. Dominik memejamkan matanya. Sungguh trauma yang sangat mendalam yang di alami cucunya.
"Nick kau bisa kan, selidiki ulang saat kecelakaan Rey, saya kira ada yang tidak beres, bukannya Rey pembalap internasional yang hebat", ucap Tn. Dominik.
Kenapa tidak kepikiran ke situ.
Batin Nick.
"Akan saya lakukan Tuan", kata Nick.
🍃🍃🍃
Berbeda dengan Jessica yang habis menyelesaikan birthday party nya. Ia mengingat kembali saat Ayumi pergi begitu saja. Ia meraih handphone yang ia letakkan di atas meja.
__ADS_1
Jessica mencoba untuk menghubungi Ayumi namun tidak bisa tersambung. Hingga Jessica melakukan dengan beberapa kali tetap saja tidak bisa menghubunginya.
"Apa dia sudah tidur" gumam Jessica.
"Iya sudah, besok saja di kampus pasti kita bertemu", kata Jessica lagi. Ia akhirnya memutuskan untuk pergi tidur namun tiba-tiba Kakak nya Jessica menganggu Jessica yang hendak tidur itu.
"Jes!! Jangan tidur dulu" ucap Willi yang ikut berbaring di sebelah Jessica.
"Ada apa sih kak Willi Jessi mau tidur, sana keluar dari kamar Jessi." Keluh Jessica seraya mengusir kakak nya dari kamar.
"Sebentar saja Jes",
"Ya sudah 10menit bagaimana?"
"Sebentar amat" keluh Willi
"Kalau tidak mau keluar sekarang juga", Teriak Jessica mengusir Willi.
"Ok, 10 menit", kata Willi.
"Jes, boleh tidak, kak Willi kenal sama temen kamu Ayumi", seru Willi.
"Oh My... Kak Willi datang- datang hanya ingin tanya Ayumi", Jessica memicingkan matanya.
"Bukanya kak Willi pacarnya banyak, Jessi tidak mau jika Sahabat Jessi kena jeratan pria kaya kak Willi", ketus Jessica.
"Kakak janji akan memutuskan semua wanita itu demi bisa dekat dengan sahabat kamu itu" Willi mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.
"No! No!, Ayumi terlau suci jika harus mendapatkan pria seperti kak Willi",
"Ayo lah Jes, bantu kakakmu", Willi memohon.
"Ok, baik, tapi Jessi tidak janji Ok",
"Ko gitu Jes, kan kakak sudah berniat untuk melepaskan semua wanita kakak demi bisa dekat dengan Ayumi",
"Sudah sana keluar, ini sudah 10 menit sudah habis",
Membuat Willi mendengus kesal. "Baik kakak akan keluar tapi kamu harus bisa mendapatkan Ayumi untuk kakak iya Jes", Willi melangkah keluar kamar dengan sedikit lesu. Karena adik nya mengusir begitu saja.
"Tidak janji" Teriak Jessica.
Jessica tertegun sebentar, jika di lihat, kakak nya memang serius menyukai sahabatnya Ayumi namun bagaimana dengan Ayumi apa dia akan menerima Kak Willi sebagai kekasih atau pacarnya. Mengingat Ayumi sudah untuk move on dari suaminya Rey.
__ADS_1