
Satu Minggu telah berlalu kini adalah hari terpenting buat Ayumi. Tidak terasa Ayumi akan di wisuda hari ini. Namun Ayumi nampak sedih karena, Rey belum kunjung datang menampakkan dirinya. Padahal jauh-jauh hari sudah berjanji akan hadir di acara penting Ayumi.
Tok.. tok...
Terdengar pintu kamar Ayumi di ketok dari luar dan Ayumi menyahut untuk masuk saja. Karena pintu kamar tidak di kunci.
Ceklek
Pintu kamar di buka.
Irina masuk ke dalam kamar Ayumi. Sekarang Irina tinggal bersama Jeremy di apartemen milik kakaknya. Meski keluarga Sander keberatan jika Irina pindah tinggal bersama Pria gemulai itu. Tapi, Irina ingin selalu dekat dengan kakak nya.
"Hai, sayang" sapa Irina.
"Kakak sudah datang" ucap Ayumi yang sedang duduk di tepi kasur memainkan handphone. Lalu. Ayumi menaruh handphone tadi di atas kasur dan ia bangkit mengulurkan tangannya untuk memeluk Irina.
"Iya sayang" Irina mendekati Ayumi dan memeluknya. "Di mana Miss Jeremy, eh maksud Ayumi kak Jeje" bisik Ayumi. Mereka mengurai pelukannya
Irina tersenyum melihat Ayumi. Irina tidak masalah dengan panggilan Jeremy. karena itu juga tuntutan pekerjaan kakak nya yang seorang desainer dan seorang MUA.
"Sebentar lagi sampai. Tadi bertemu dengan Karina di bawah dan aku kesini duluan"
Ayumi mengajak Irina untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar. Irina tahu jika, Ayumi sedang bersedih.
"Are you ok, sayang?" Tanya Irina. Sedangkan Ayumi hanya menghembuskan napas kasar.
"Ntahlah kak, kak Rey tidak ada kabar hari ini. Padahal sudah janji akan datang" keluh Ayumi. Ini lah yang Ayumi rasakan sedari tadi. "Apa kak Nick menghubungi kakak?"
"Iya semalam dia hubungiku,"
Ceklek
Pintu kamar di buka. Menampakkan seorang pria yang tampan namun dengan gayanya yang gemulai.
"Hai.. hai.. princess eyke sudah menunggu ya maaf eyke di palak tadi sama mak lampir" cerocos Jeremy dengan gaya gemulai. Seraya menaruh tas make up di atas meja kaca.
"Enak saja dibilang mak lampir, cantik gini dibilang mak lampir " ketus Karina yang ternyata mengekor di belakang Jeremy.
"Ya amidong, eyke keceplosan, ternyata arwahnya ngikutin eyke. huft, seperti nya eyke harus mandi kembang tujuh rupa selama tujuh hari tujuh malam" gumam Jeremy dengan memainkan jari kukunya.
Bugk
__ADS_1
"Ahh... Lontong gempa" teriak Jeremy ketika Karina melempar bantal ke arah kepala Jeremy.
Ayumi dan Irina tertawa melihat tingkah Jeremy yang selalu membuat suasana menjadi heboh.
"Kenapa di kepala eyke banyak bintang bertaburan" kata Jeremy seraya memegang kepalanya.
"Hei... setengah planet. Jika, kau masih ingin hidup cepat, buat keponakan aku cantik, kalau tidak aku kirim kau ke planet pluto" kata Karina dengan mata yang melotot tajam dan melipatkan kedua tangannya ke dalam.
"Sudah sudah bukan nya tadi sudah mengobrol di luar, kenapa malah sekarang malah berantem kaya anak TK?" Ujar Ayumi melerai mereka berdua.
"Mak lampir duluan, eyke ratu kecantikan ke abadian kenapa di ganti setengah planet, eyke bukan alien, eyke tidak terima ratu keabadian di hina" teriak Jeremy seraya menginjakkan kakinya karena tidak terima dan merasa kesal.
Karina tertawa puas karena sudah berhasil membuat Jeremy marah.
"Sudah terima saja miss, masih mending tuh setengah planet, apa mau di bilang alien" ucap Ayumi.
Jeremy tertegun sejenak apa yang Ayumi bicarakan.
Duh bukannya manusia planet sama alien 11:12 iya.
Batin Jeremy. Tiba-tiba saja Jeremy menjerit dan menggelengkan kepalanya.
"Kapan akan mulainya? Bukannya acara wisuda Ayumi dua jam lagi?" Tanya Karina.
"Gara-gara ye, eyke sampe lupa" ketus Jeremy. Melirik ke arah Karina.
"Sini princess, eyke sulap jadi bidadari" kata Jeremy.
Ayumi memakai baju kebaya sesuai permintaan kemarin. Karena Ayumi ingin memakai kebaya khas Indonesia di acara Wisuda nanti. Meski Ayumi bukan keturunan orang Indonesia tapi. Dia tinggal dan lahir di Indonesia.
Jeremy benar benar menyulap Ayumi begitu cantik, anggun dan elegan dengan balutan kebaya berwarna bluesky.
"Oh my, keponakan aunty cantik sekali" Karina memuji kecantikan Ayumi yang begitu cantik bak bidadari. Apa yang di katakan Jeremy benar. Jika, ia akan menyulap Ayumi bak bidadari.
"Iya, Rey pasti akan terkesima melihat pesona istrinya" sahut Irina.
Bukannya Ayumi senang. tapi, Ayumi merasa sedih. Sampai detik ini Rey belum memberikan kabar apapun.membuat Ayumi galau hari ini.
Jeremy menyadari perubahan mimik wajah cantik Ayumi menjadi sedih.
"Do not be sad princess" kata Jeremy. "Mungkin dia masih di jalan. Kau tenang saja" ucap Jeremy menghangat.
__ADS_1
🍃🍃🍃
Semua orang ikut menghadiri acara wisuda Ayumi. Kini sudah ada di aula gedung kampus. Karina duduk bersama Deduska dan bersebelahan dengan Irina dan Jeremy.
Jeremy yang sedari awal masuk ke halaman kampus yang begitu heboh. Karena banyak brondong yang membuat Jeremy menjerit- jerit seperti kesetanan akan ketampanan nya.
"Kak, bisa diam sebentar tidak, dari tadi kakak heboh sampai telinga Jean sakit"keluh Irina.
"Sorry honey, habis mau kapan lagi cuci mata melihat yang bening bening secara live begini" kata Jeremy dengan suara jantan nya.
Sedangkan Ayumi sudah duduk terpisah bersama teman-teman yang akan ikut wisuda hari ini. Ayumi di kejutkan dengan kedatangan Danilo yang ikut duduk di samping Ayumi.
"Hai bidadari, kau sangat cantik sekali hari ini, gue tidak salah memanggil kamu bidadari" kata Danilo.
Ayumi menoleh dan tersenyum. "Terimakasih Danilo."
Sedangkan ada sepasang mata yang melihat kedekatan Ayumi dan Danilo yang begitu dekat. Seperti sepasang kekasih. Meski mereka hanya sebagai sahabat saja.
"Dasar wanita murahan kau benar Jes, jika dia memang murahan lihat dia, bersama kekasih gue Danilo" kata Selena kepada Jessica.
"Sepertinya kita harus melakukan sesuatu" ucap Jessica dengan senyuman devil.
"Apa yang akan kamu lakukan Jess?"
"Kemarilah" kata Jessica untuk lebih dekat lagi Selena. Jessica membisikan sesuatu ke telinga sahabatnya itu.
"Oh my.. apa itu tidak akan keterlaluan Jess?" Tanya Selena. Ia tidak percaya bahwa sahabat akan merencanakan sesuatu untuk Ayumi.
Jessica mengangguk kepalanya. "Bagaimana ide brilian Jessi" kata Jessica.
"Gue ikutan saja apa mau mu Jess, gue tidak berani. Ini akan membuat kedua orang tua gue semakin murka."
Ayumi melupakan sejenak kesedihan terhadap ketidak hadiran Rey di acara wisuda nya. Hingga akhirnya acara yang di tunggu di mulai.
Semua nampak diam saat salah satu rektor berdiri di depan podium.
Semua orang bertepuk tangan saat satu persatu mahasiswa yang berprestasi dan mendapatkan predikat cumlaude untuk maju ke depan.
Danilo memberikan selamat untuk sahabat Ayumi.
"Selamat bidadari. jika, kau masuk kedalam predikat cumlaude" ujar Danilo.
__ADS_1