
Pagi menjelang siang, gadis keturunan Jepang Rusia ini masih nyaman di balik selimut tebalnya. Padahal hari ini hari yang di tunggu bagi Ayumi untuk menyerahkan dokumen. tidak biasanya dia bangun terlambat.
Nick sudah siap dengan baju olahraga raganya. Biasanya ia akan bangun terlambat dari Ayumi dan Ayumi sudah siap menunggunya. Namun ntah hari ini Ayumi belum kunjung keluar kamar.
"Dimana dia, apa belum bangun? tumben sudah jam 6 lewat dia belum bangun", gumam Nick.
Nick mencoba untuk menunggu Ayumi 10 menit lagi. mungkin dia akan keluar kamar sebentar lagi.
Nick duduk didepan televisi, sembari menunggu Ayumi Nick memainkan handphone nya. Dirasa cukup lama menunggu Ayumi, Nick memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Ayumi.
Tok.. tok...
"Ayumi apa kamu sudah bangun? ini sudah siang?" ucap Nick.
Namun tidak ada sahutan dari dalam membuat Nick merasa cemas, jika Ayumi sakit.
"Ayumi!!"
"Ayumi!!", panggilan Nick kembali.
Sia-sia Nick membangunkan Ayumi, Nick pasrah dia pergi dari pintu kamar Ayumi. Namun tiba-tiba terdengar handel pintu kamar terbuka.
Nick membalikkan badannya, ia melihat Ayumi dengan piyama tidur bergambar kartun. Dan, ia terlihat baru bangun tidur dengan rambut yang masih acak-acakan.
"Ada apa kak, pagi-pagi sudah membangunkan Ayumi" ucap Ayumi yang masih belum menyadari jika ia bangun terlambat, dengan masih mengucek matanya.
"Astaga Ayumi masih saja bilang ada apa?apa kamu lupa,jika hari ini harus datang ke kampus untuk menyerahkan Dokumen", ucap Nick panjang lebar untuk mengingatkan kembali.
Ayumi hanya memperlihatkan gigi putihnya. "Maaf kak lupa", seru Ayumi.
"Iya sudah sana cepat bersihkan dirimu, kakak juga mau ganti baju dulu habis itu kita sarapan bareng", pinta Nick.
Nick tidak jadi olahraga pagi jadi dia tidak perlu mandi lagi. Nick pergi ke dapur ia akan membuatkan sarapan pagi yang menurutnya simpel dan cepat. Nick sudah biasa hidup sendiri masalah memasak ia sedikit jago.
Ayumi gadis yang sederhana dan tidak suka yang ribet. Tidak butuh lama ia keluar kamar dan mencium aroma harum dari arah dapur. Ayumi nampak speechless melihat Nick asisten suaminya itu ternyata bisa memasak. Tadinya Ayumi ingin memasak sendiri untuknya dan juga Nick.
"Tidak di sangka, kak Nick teryata jago masak juga, Ayumi pikir kak Nick hanya bisa mengatur jadwal kegiatan orang saja", Ayumi terkekek.
__ADS_1
Nick tersenyum mendengarnya. "Apa kau meragukan masakan kakak Ayumi? tunggu lah sebentar lagi, kau duduk saja", sahut Nick meski masih membelakangi Ayumi.
Kini sarapan pagi sudah siap di depan mata, Ayumi menatap makanan yang baru selesai di masak oleh Nick.
Nampak sekali Ayumi menyantapnya dari segi aroma dan sajian sudah jelas jika menu sarapan paginya yang menggoda lidah Ayumi.
"Hmm... penasaran seperti apa rasanya, kelihatan enak", ucap Ayumi, ia mulai mengambil sendok dan menyuapkam kedalam mulutnya.
Ayumi diam tidak bisa berkata-kata, ia nampak menikmatinya, ternyata memang benar masakan Nick memang enak. Nick melihat raut wajah Ayumi untuk menunggu jawaban, seperti apa penilaian Ayumi terhadap masakannya. Ayumi mengacungkan jari jempolnya. Nick merasa lega ternyata Ayumi menyukai masakannya.
"Ini enak banget kak sumpah, kalah sama koki di mansion mami", ucap Ayumi polos.
Nick tersenyum miring. "Kau ini, padahal di mansion itu chef profesional Ayumi, mana bisa masakan kakak bisa mengalahkan mereka", sahut Nick.
"Ayo kak cepetan makan, jangan cuma di pandangi saja", ujar Ayumi.
Mereka berdua makan dengan diam. tidak ada obralan lagi.
Selama Nick masih di Moskow. Dia akan menjadi supir Ayumi kemampuan Ayumi ingin pergi, ia akan dengan segera mengantarnya. seperti sekarang ia sedang di dalam mobil menuju universitas yang akan Ayumi datangi.
Hanya butuh 20 menit mereka sampai di kampus dimana Ayumi akan menimba ilmu. Nick tetap setia menemani Ayumi ke gedung kampus. Ayumi akan mengambil program studi Business and Management. Ayumi akan meneruskan Perusahaan peninggalan Dady dan mommy nya. mengingat Ayumi anak tunggal tidak ada saudara yang harus meneruskan Perusahaannya.
"Jessi, cepetan aku tidak bisa lama di Moskow, jadwal terbang ku mulai padat, jadi hari ini harus kembali ke Colorado", kata Garrett membangunkan Jessica.
"Lima menit lagi", sahut Jesisica.
"Astaga, kau susah sekali di bangunkan, benar apa kata kakak mu Willi", Gumam Garret.
"Baiklah terserah kau saja, aku tidak peduli", kata Garret. Pria ini masuk kekamar dan mengambil koper nya. ia sudah rapih dengan seragam pilotnya.
Garret sudah menjadi pilot beberapa hari ini. dengan lisensi penerbangan MER (Multi-Engine Rating).
Sebelum nya ia dengan lisensi-lisensi sebelumnya seperti (PPL, CPL, dan IR). Untuk mengemudikan pesawat multi-engine punya kinerja serta kecepatan yang lebih cepat. Maka dari itu tanggung jawab yang dipegang oleh pemilik lisensi MER lebih berat sebab kinerja mesin-mesinnya harus seimbang.
Pria ini tidak peduli lagi dengan Jessica. ia menulis memo kecil yang di tempel di depan pintu kulkas.
Jika ku mencariku, aku sudah pergi ke bandara. jangan lupa makan, sudah aku siapkan di atas pantry.
__ADS_1
Itulah isi memo yang Garret tulis untuk Jessi.Jika ia mencarinya. Dan sekarang Jesisica mencari Garrett namun ia hanya menemukan memo kecil yang di tempel di dinding kulkas.
"Ck.. ternyata dia perhatian juga", gumam Jessica. ia merasa senang dengan perhatian kecil dari Garret teman kakak nya yang berprofesi sebagai pilot.
Jessica sudah siap untuk pergi ke kampus. ia mengendarai mobilnya sendiri. kini mobilnya sudah terparkir di parkiran. Banyak yang memandang kepada Jesicca terutama para mahasiswa. siapa yang tidak kenal Jessica yang terkenal dengan kecantikannya. Banyak mahasiswi yang iri akan kecantikan Jessi. Gadis ini orang yang ramah dan tidak sombong siapa saja. ia mau di ajak berteman.
Jesicca berjalan dengan memainkan handphone nya. ia hanya ingin curhat kepada kakaknya soal temannya. Jesicca menaruh hati pada Garrett, maka ia ingin Garret menjadikannya pacar lewat kakaknya yang bernama Willi.
Bug
Jesicca menabrak seseorang yang berpapasan.
"Maaf!! maaf!!, Aku tidak sengaja tadi lagi main handphone." ucap Jessica. ia belum melihat siapa yang sudah ia tabrak. karena ia sedang mengambil handphonenya yang terjatuh.
"Kalau jalan tuh kedepan, bukannya ke handphone", kesal Nick. ia mengusap bahu Ayumi ketika Ayumi meringis kesakitan.
"Kak! tidak apa-apa, lagian dia sudah minta maaf", kata Ayumi.
Jessica mendongakkan kepalanya, ia menatap wajah cantik Ayumi yang ada di depannya. ia merasa terkejut bisa bertemu dengan Ayumi kembali.
"Ayumi!", Teriakan Jessica.
"Jessi", gumam Ayumi lirih masih bisa terdengar Nick.
Nick merasa heran kepada gadis di depannya.
"Ka-Kalian saling mengenal", ucap Nick menatap Ayumi dan Jessica.
Kedua gadis di depannya menganggukan kepalanya.
"Dia yang Ayumi ceritakan kepada kakak semalam", seru Ayumi.
"Iya kami sudah saling kenal saat bertemu di supermarket", jawab Jessica. "Ayumi kamu ngapain ada di kampus ini", tanya Jessica penuh selidik. "Jangan- jangan kau", ucap Jessica terpotong oleh Ayumi.
"Aku baru saja menyerahkan dokumen, iya Jes! aku kuliah di kampus ini, ambil program studi Business and Management", Jelas Ayumi. ia tahu apa yang akan Jessica ucapkan kepada.
"Really?"
__ADS_1
Ayumi menganggukan kepalanya. Jessica merasa senang,jika Ayumi kuliah di satu universitas yang sama dengannya. Mereka saling berpelukan meski ini pertengahan kedua buat mereka tapi seperti teman lama saja. Nick hanya melihat kedua gadis di depannya saja.