Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 59


__ADS_3

Ayumi"


Mendengar teriakkan Karina, Nicak mencari sumber suara ia melihat kamar Rey yang terbuka.


Nick berlari ke kamar Rey. Melihat Karina yang sedang membantu Ayumi untuk berdiri.


"Ada apa" tanya Nick kepada keduanya.


"Nick bantu aku, tadi Ayumi mencoba untuk berdiri ia terjatuh dan tangan nya terluka karena kejatuhan benda dari atas" jawab Karina.


"Astaga, kenapa tidak memanggil kami Ayumi, kau sampai terluka Seperti ini" omel Nick seraya mengendong Ayumi menjauh dari pecahan kaca dan mendudukkan nya di atas sofa yang ada di kamar.


Sedangkan Ayumi hanya menundukkan kepalanya saja di depan mereka. Ayumi tidak sanggup ia menitihkan air matanya.


"Maafkan Ayumi kak, aunty jika selama ini Ayumi membuat kalian repot karena tidak berdayanya Ayumi" sendu Ayumi.


"OH MY Sayang!! Kami tidak merasa di repotkan oleh kamu, ini sudah menjadi tanggung jawab kami, karena kami keluarga mu sayang" seru Karina yang sedang memungut pecahan beling tadi.


Ayumi menatap tangan nya yang berdarah dan ia merintih kesakitan. "Apa rasanya sakit sekali, coba kakak lihat dulu" seru Nick ia menatap luka Ayumi ternyata lukanya cukup serius.


"Ayumi ini harus segera di obati, biar kakak panggil Dokter pribadi kesini" Nick mengambil handphone nya dan menghubungi Dokter pribadinya untuk segera datang ke Apartemen Rey.


Sedangkan Karina yang sudah selesai membersihkan pecahan kaca ia ikut menemani Ayumi sembari menunggu Nick datang.


Gareet ia calling..


Mendengar handphone Ayumi berdering dan Karina membantu mengambilkan Handphone Ayumi.


"Sayang!! Garrett memanggil mu" seru Karina menyerahkan gawai Ayumi.


Ayumi menghapus air matanya. "Aunty jangan beritahu Garrett jika Ayumi terluka" Ayumi memohon.


"Tapi sayang,"


"Ayumi mohon Aunty, dia pasti akan khawatir sekali jika mendengar Ayumi terluka Seperti ini" keluh Ayumi.


"Baiklah, angkat telepon nya sayang, kasian Garrett"


Ayumi mengangkat telepon dari Garrett.


"Hai.. sudah bangun, aku kira masih tidur habis, lama sekali mengangkat telepon "


"Maaf kak, Ayumi memang baru bangun" Jawab Ayumi dengan sedikit suara serak.


"Baby!! Kau habis menangis" tanya Garrett karena ia mendengar suara Ayumi sedikit berbeda.


"Tidak kak" bohong Ayumi.

__ADS_1


Karina menatap Ayumi yang sedang menahan sakit karena nampak luka Ayumi darahnya bertambah banyak.


Garrett mengajak Ayumi berbicara dan Ayumi menanggapinya ia mencoba untuk ceria meski harus menahan rasa sakit.


Meski kau terluka kau bisa menutupinya dengan keceriaan Ayumi, aunty tahu kamu selama ini kau menderita dan mencoba menutupinya.


Batin Karina. Ia merasa bersedih baru mengetahui sisi lain Ayumi.


"Ayumi luka kamu harus di bersihkan, kakak akan membantu agar darahnya tidak keluar lagi, kakak Sudah memanggil Dokter pribadi kesini" seru Nick masuk dengan membawa air kedalam kamar Ayumi. Ia tidak tahu jika Garett sedang menelpon sang Adik.


Dan ia menaruh baskom air dan kain untuk mengompres luka Ayumi. Dan Karina mengisyaratkan agar Nick berhenti berbicara.


Deg


Ayumi merasa takut jika Garrett akan mendengar suara Nick tadi.


Mendengar Ayumi terluka seseorang yang di sebrang telepon merasa khawatir.


"Honey, kau kenapa? Kau terluka kenapa tidak bercerita" ucap Garrett ia merasa khawatir. Panggilan telepon ia ganti menjadi Vidio call.


Ayumi menerima nya dan ia bisa melihat wajah Garrett yang sudah merasa khawatir.


Ayumi mengarahkan kameranya ke tangan yang luka di bantu Karina, alangkah terkejutnya Garrett melihat luka Ayumi.


"Astaga sayang, luka serius seperti ini kau tidak memberitahu kan aku" Garrett merasa geram dengan tunangannya.


Ayumi menagis ia merasa bersalah karena telah menutupinya. Karina memeluk Ayumi untuk menenangkan sang Keponakan.


"Dia pasti marah Aunty"


"Tidak sayang, kau tenang iya lebih baik kita bersihkan luka kamu agar tidak infeksi" kata Karina. Ia mengulurkan tangan Ayumi dan mengambil air untuk mengompres.


Tidak lama Dokter pribadi Nick dan Rey datang.


Karina dan Nick berdiri sedikit menjauh saat melihat Dokter sudah datang.


🍃🍃🍃


Mendengar Ayumi terluka dengan segera ia bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke kamar lagi. Ia mengganti baju Garrett dan menagmbil Jaket dan Kontak mobilnya.


Garrett langsung menuju Apartemen Ayumi.


"Itu pasti rasanya sakit sekali, dia oasti sedang menahan sakitnya, bisa-bisa Ayumi bisa menutupi hal serius seperti ini" Gumam Garrett. Kini ia sedang menuju apartemen Ayumi. Dengan kecepatan tinggi Garrett mengendarai mobilnya agar cepat sampai. Tidak butuh lama mobil Garrett Sampai di lobby apartemen. Ia memarkirkan mobilnya.


Dengan langkah cepat hingga ia tidak sebagai menabrak seseorang.


"Sorry!! Tidak melihat karena Buruh-buruh" ucap seseorang.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, karena aku juga tidak melihat kedepan" jawab Garrett.


Deg


"Rey" gumam seseorang yang menabrak Garrett tadi. Ia sedikit shock bisa melihat Rey lagi.


Dengan gugup saat melihat Garrett ia pergi begitu saja dengan wajah ketakutan.


Garrett yang mendengar gumam nya dan melihat ia pergi dengan wajah ketakutan nya.


"Dia pikir aku Rey hingga ia ketakutan" gumam Garrett dengan menggelangkan kepalanya.


Karena pintu apartemen Ayumi sedikit terbuka ia masuk begitu saja. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan nampak sepi. Namun dengan segera Garrett naik ke lantai dua dimana kamar Ayumi berada.


Melihat Ayumi yang sedang di obati oleh dokter dan melihat Karina dan juga Nick.


"Honey" lirih Garrett. Membuat semua orang menoleh.


"Kau tenang, dia sudah di tangani oleh Dokter" kata Nick.


Setelah selesai Garrett mendekati Ayumi dan duduk di sampingnya. Merasa sangat khawatir meski luka Ayumi sudah di obati Garrett memeluk tubuh Ayumi.


"Baby, aku merasa khawatir sekali tadi, bisa-bisanya kau membohongiku" bisik Garrett. Ia mengurai pelukannya.


Melihat Ayumi sudah selesai dan sudah ada Garrett Karina dan Nick keluar dari kamar.


"Maafkan aku"Ayumi menundukkan wajahnya.


"Aku tahu, jika kau tidak ingin aku khawatir maka kau menutupinya dari ku" ia menangkup wajah Ayumi. Ia ingin sekali marah tapi ia takut akan membuat tunangan nya bertambah sedih.


Setenang mungkin Garrett mendengar alasan Ayumi dan menceritakan kejadian tadi hingga mengakibatkan ia terluka.


"Astaga honey, Jangan pernah lakukan seperti itu lagi, dan mengakibatkan kau terluka seperti ini"


"Jika kau melakukan kesalan yang sama, aku ingin menikahimu sesegera mungkin"


Bukan mendengar Jawaban Ayumi tapi ia mendengar suara perut Ayumi.


"Kau belum makan sayang",


Ayumi menggelangkan kepalanya "Maafkan aku"


Tidak menjawab perkataan Ayumi, Garrett mengendong Ayumi hingga ke meja makan, nampak sudah ada Nick dan Karina.


Melihat kedua insan datang. Ia meminta agar Garrett ikut bergabung dengan mereka untuk sarapan bersama.


Karena setiap pagi tidak pernah makan menu yang berat, Karina menyajikan menu sarapan ringan, seperti Roti, sandwich, potong buah, susu, sereal teh dan kopi.

__ADS_1


Karena tangan Ayumi terluka Garrett membantu Ayumi makan makanan nya. Ia menyuapi Ayumi. Membuat kedua orang tua di hadapannya tersenyum melihat perhatian Garrett, apa lagi Nick bisa melihat ketulusan Garrett seperti dirinya melihat Rey kembali. Hal seperti ini lah ia sering melihatnya saat Rey masih hidup.


__ADS_2