
Ayumi terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya. melihat sekeliling kamar yang asing baginya.
"Aku dimana?" gumam Ayumi.
Ayumi belum menyadari jika ia berada di rumah yang Rey belikan untuk nya.
saat matanya melihat bingkai foto di depan nya yang menempel di dinding. Ayumi baru menyadari bahwa ia pulang kerumah barunya.
Pandangan Ayumi menatap sekeliling ruangan kamar. lagi lagi Ayumi mengingatkan pada Rey sebelum Rey pergi untuk selama-lamanya di kamar ini lah mereka berdua menghabiskan waktunya.
"Kenapa semua orang menyuruh ku untuk melupakan kak Rey?" lirih Ayumi. "Bagaimana bisa jika semua tempat akan mengingatkan ku padanya" Ayumi meneteskan air mata.
"Kak Rey jahat!! jika kak Rey membuat Ayumi seperti ini kenapa kak Rey datang kehidupan Ayumi , kenapa? kenapa?" teriak Ayumi menatap foto Rey. seolah-olah Rey ada di depan nya dan Ayumi meluapkan emosi nya kepadanya.
"Kenapa kak Rey diam saja? jawab kak Rey" Ayumi terduduk lemas di lantai.
"Arrrrggggggggh"
"Huhuhuhu"
Pelayan rumah Rey yang disuruh menjaga nya, mendengar Nyonya muda nya berteriak, ia takut terjadi apa-apa padanya,
Tok..tok..
"Nyonya ini bibi" ucap Bi Atun.
Namun tidak ada sahutan dari dalam membuat merasa khawatir. ia terpaksa masuk kedalam beruntung kamar Ayumi tidak di kunci.
Bi atun melihat Ayumi duduk di lantai. "Astaga Nyonya anda kenapa?" Bi Atun membantu Ayumi untuk berdiri dan memapah tubuh Ayumi untuk duduk di atas kasur.
"Cerita sama bibi, Nyonya kenapa?"
"Kak Rey bi" kata Ayumi ia memegang tangan Bi Atun. "Kenapa kak Rey pergi meninggalkan Ayumi sendirian, dan kenapa semua orang menyuruh Ayumi untuk melupakan kak Rey"
"Sabar Nyonya"
"Kenangan bersama kak Rey terlalu banyak untuk di lupakan begitu saja. bahkan rumah ini, ia berikan saat ia akan pergi selama- lamanya, jika dia tidak akan pernah kembali kenapa dia memberikan kenangan yang indah kepada ku bi"
Bi Atun tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia sedih mendengarnya. bi Atun mengelus rambut panjang Ayumi.
"Nyonya boleh bersedih, tapi apa Nyonya akan seperti ini terus, tuan Rey pasti sedih jika Nyonya seperti ini, Nyonya tidak akan sendirian, ada bibi yang akan menemani Nyonya, jika Nyonya butuh teman untuk bercerita, bibi siap mendengarnya"
Ayumi mendengar ucapan bi atun seperti Rey dan Nick yang selalu menguatkan dirinya. jika ia tidak sendirian.
__ADS_1
Tapi Rey pergi untuk selama-lamanya dan Nick tidak selamanya ada di negara ini. ia juga harus mengurus kontrak kerja Rey. dan lainnya yang menyangkut Rey. meski Rey sudah tiada tapi sebagai pembalap internasional
🍃🍃🍃
Nyonya Arum tidak bisa tidur semalaman memikirkan Ayumi yang tak kunjung pulang hingga menjelang pagi.
"Nyonya belum istirahat, lebih baik Nyonya istirahat dulu" kata Bi Sri.
"Tidak Sri, sebelum Ayumi pulang saya tidak akan beranjak dari ruangan ini"
"Tapi nanti Nyonya sakit, dan kerutan di wajah nyonya akan muncul" kata Bi Sri kembali, ia tahu jika Nyonya Arum sangat menjaga penampilan dan kecantikan nya, maka dari itu Nyonya Arum masih awet muda.
"Saya tidak peduli Sri, kenapa Saya sangat bodoh, kenapa saya bilang seperti itu kepada Ayumi, itu membuat Ayumi sakit hati, ia pasti kecewa dan marah sama saya Sri"
"Nyonya tidak salah, mungkin nona Ayumi butuh waktu dan tempat untuk sendirian, Saya yakin nona Ayumi pasti akan pulang" ucap Bi Sri.
"Jeff kau urus masalah di kantor, saya ingin menunggu Ayumi pulang, jika Ayumi tidak kunjung pulang kita lapor polisi saja" kata Ny. Arum.
"Baik Nyonya"
Jeff berbalik badan dan meninggalkan Ny. Arum namun handphone berdering ia menatap layar ponselnya tertera nama Nick yang menghubungi nya.
"Hallo Jeff"
"Aku dengar dari bodyguard jika Ayumi pergi dari rumah, apa yang sebenarnya terjadi"
Jeff menoleh ke belakang melihat Ny. Arum lalu ia pergi mencari tempat yang aman untuk menceritakan semuanya kepada Nick.
"My God, Ayumi mental nya masih belum stabil, ia pasti sangat down sekali, pantas saja Ayumi pergi. hari ini juga aku akan kembali ke tanah air Jeff"
Tut
Sambungan telepon terputus.
Nick tahu betul Ayumi seperti apa keadaan sekarang, beruntung masalah kontrak Rey, masih berjalan dan tidak mendapatkan pinalti apapun, karena Rey tidak melakukan kesalan ia murni kecelakaan saat pertandingan berlangsung.
Ny. Arum akhirnya menyerah ia merasakan tubuh yang lemah kepala terasa nyeri. Dirinya merasa bersalah kepada Ayumi, andai malam tadi ia tidak egois mungkin Ayumi tidak akan pergi dari rumah.
Baru melangkah beberapa langkah Ny. Arum tiba-tiba tumbang dan jatuh pingsan.
Bi Sri yang tidak jauh darinya berteriak, membuat semua pelayan dan penjaga mendekat.
"Tolong bantu Nyonya besar" ucap Bi Sri kepada salah satu penjaga.
__ADS_1
Jeff yang belum pergi melihat banyak pelayan yang berkerumun.
"Ada apa" kata Jeff.
"Nyonya besar tidak sadarkan diri" jawabannya.
"Apa!!" Jeff melihat Ny. Arum di gendong penjaga.
"Bawa Nyonya ke kamar, saya akan hubungi dokter keluarga" ucap Jeff.
Setelah menunggu setengah jam dokter keluarga datang dan memeriksa keadaan Ny. Arum.
"Bagaimana dok" ucap Jeff.
"Ny. Xavier hanya dehidrasi dan kelelahan, saya sudah memasang infus agar stabil tidak dehidrasi" seru Dokter keluarga menjelaskan kondisi Ny. Arum. "Saya akan membuatkan resep obat untuk Ny. Xavier"
Dokter itu menulis resep obat dan menyerahkan kepada Jeff.
"Terimakasih Dokter" ucap Jeff saat dokter keluarga hendak pergi.
"Jika terjadi sesuatu hubungi saya"
"Baik Dok, mari saya antar anda kedepan"
Jeff menitip Ny. Arum kepada Bu Sri karena ia harus mengurus perusahaan dan mencari keberadaan Ayumi dengan menyusur bodyguard nya lagi.
***
Ayumi nampak duduk di ayunan yang menghadap Taman yang berada di halaman belakang.
Ayumi tertegun, ia membayangkan jika saat itu Rey benar-benar bercinta dengan Ayumi, mungkin Ayumi saat ini sedang hamil.
Ayumi mengelus perutnya yang rata, mungkin jika ia hamil akan merasa senang atau akan merasa sedih karena tidak ada Rey di sampingnya.
Bi Atun menatap Nyonya muda nya yang sedari tadi melamun. pandangan kosong kedepan.
Dia melihat Nyonya muda nya merasa kasian. di usia yang masih sangat muda ia harus di tinggal suaminya, bahkan seharusnya pernikahan mereka sedang hangat-hangatnya.
Bi Atun ingin menghubungi keluarga Rey tapi dia tidak tahu, Bi Atun hanya mengenal Rey saja tidak dengan keluarga Rey yang lain. jadi bi Atun tidak memberitahukan keberadaan Ayumi saat ini.
Bi Atun mengingatkan pada sang asisten Rey, hanya dia yang bi Atun kenal. dia menghubungi nomor Nick namun tidak terhubung. membuat bi Atun menghela nafas panjang.
"Ya sudah, biarkan Nyonya muda disini saja, ini juga rumahnya" Gumam Bi Atun.
__ADS_1