
Rey mengajak Ayumi makan di salah satu mall yang cukup terkenal. Rey merangkul Ayumi memasuki mall tersebut.
Banyak para mata pengunjung mall yang melihat mereka seperti kakak beradik yang sangat akur. tidak seperti sepasang suami istri, terlihat dari Ayumi yang masih menggunakan seragam sekolah.
Rey memakai topi dan masker untuk menghindari penggemar nya. karena, ia tidak mau terganggu acara makan dengan Ayumi.
"Kak kita makan dimana?Ayumi haus."
"Kita makan di restoran lantai tiga, kamu haus sayang,ayo kita beli minum dulu."
Ayumi mengangguk. "Aku ingin Summer fruit daiquiris kak."
Rey masih merangkul tubuh Ayumi menuju kedai penjual minum.
"Mbak, Summer fruit daiquiris satu." ucap Rey kepada pelayan kedai.
"Ini mas pesenan nya satu summer fruit daiquiris."
"Ini uang nya." Rey menyerahkan lembaran uang kertas. "sayang ini minumnya kamu." kata Rey menyodorkan kepada Ayumi.
"Kak ayo Ayumi sudah lapar." ajak Ayumi.
***
Mereka berdua memasuki restoran yang cukup terkenal. Rey sudah Reservasi sebelumnya, mereka duduk di ruangan VVIP yang Rey pesan.
"Kak, Kenapa kita pesan di private room seperti ini, kan. tadi di luar masih banyak tempat duduk yang kosong." tanya Ayumi dengan polosnya
"Ayumi mau jika kita sedang makan ada yang mengganggu acara makan kita dengan meminta foto atau apa gitu."
"Itu kan kak Rey bukan Ayumi." Ayumi menghabiskan minuman yang ia beli tadi, "Memang sayang tidak merasa terganggu begitu?" tanya Rey kembali.
Ayumi berpikir sejenak. Jika, ia sedang makan berdua bersama Rey. lalu, tiba-tiba fans Rey datang meminta foto dan juga tanda tangan. kemudian, Ayumi yang sedang makan di minta untuk memfoto mereka berdua.
"Tidak." teriak Ayumi.
"Sayang kamu kenapa berteriak begitu." Rey membuyarkan lamunan Ayumi.
"Lebih baik kita makan disini, jangan di luar. Ayumi tidak mau disuruh jadi fotografer dadakan. jika ada pengemar kak Rey yang alay." menundukkan kepalanya. membuat Rey tertawa. "Jadi, sayang tadi sedang menghayal ... " Ayumi menganggukan kepalanya.
"Bagaimana tadi mengerjakan soal-soal semester susulan tadi?" tanya Rey lagi. di sela-sela menunggu makanan datang.
"Lancar dong, semua mata pelajaran Ayumi kerjakan dalam sehari ini. jadi besok tidak perlu ikutan lagi tinggal menunggu liburan semesteran saja." Ayumi menjelaskan dengan antusias dengan tanpa beban.
"Wow bagus dong. sayang mau liburan kemana? atau mau nemenin kakak bertanding musim besok di Prancis?" tawar Rey.
"Serius kak, Ayumi boleh ikutan?" sahut Ayumi excited
"Iya." jawab Rey singkat.
"Jadi nanti boleh dong jalan - jalan ke Paris?"
"Tentu saja boleh, kau mau kemana nanti aku temani."
__ADS_1
"Ahh makasih." Ayumi memeluk lengan Rey dengan manja. Dii saat itu pelayan datang mengantarkan pesanan mereka berdua.
"Kami permisi dulu. jika masih ada yang di butuhkan kami ada di luar."
"Iya mba."
Ayumi melihat begitu banyak menu makanan yang Rey pesan.
"Kak, banyak banget makanan nya. siapa yang akan menghabiskan kita hanya berdua." ucap Ayumi seraya memakan makanan.
"Buat kamu semua, bukannya tadi kamu belum makan saat jam istirahat?"
"Tapi, tidak sebanyak ini kak." protes Ayumi yang melihat Rey memesan makanan begitu banyak seperti untuk empat orang.
"Sudah tidak apa-apa,tuh kamu saja makan nya lahab begitu."
Ayumi memperlihatkan gigi putihnya. "Habis enak kak di tambah perut Ayumi sudah lapar banget."
"Ya, habiskan ini semua memang untuk kamu."
"Kak Rey gak makan" Ayumi menoleh ke Rey yang belum menyentuh makanan nya.
"Makan."
Rey mengajak Ayumi ke suatu tempat. setelah makan siang mereka. membuat Ayumi kaget karena Rey mengajak Ayumi ke toko perhiasan.
"Kak kenapa kita kesini?"
Rey tidak menjawab pertanyaan Ayumi. Rey hanya, tersenyum melihat istri kecilnya binggung.
"Aku mau ambil pesan Ny.Arum." seru Rey.
"Tunggu sebentar tuan, akan kami ambilkan."
Oh ternyata mengambil pesenan Ny.Arum.
batin Ayumi seraya melihat-lihat koleksi perhiasan di dalam etalase kaca.
"Cantik banget kalung nya." gumam Ayumi yang masih bisa terdengar Rey. Karena, Rey masih memeluk pinggang Ayumi.
"Kamu mau sayang, ambil saja!"
"Ha ... apa??" Ayumi menatap Rey yang ada di samping nya.
"Ambil saja jika kamu mau." ucap Rey.
"Ti-dak." Ayumi menolak.
"Lagian itu terlalu mahal." pikir Ayumi. Karena Ayumi tidak mungkin menggunakan uang tabungan miliknya.
Rey tidak mendengar penolakan Ayumi. Ia tetap akan membelikan kalung keinginan Ayumi.
"Mbak, bisa lihat kalung yang ini." Rey menunjuk kalung yang di maksud.
__ADS_1
Ayumi melotot tajam ke arah Rey. karena, ia akan membelinya dan menyuruh salah satu karyawan toko untuk mengambilnya.
"Ini mas, pinter banget milihnya ini edisi Limited Edition di toko kami."
Rey mengambil dan membuka kait kalung tersebut. "Balik badan Sayang." Ayumi membalik badannya.
Sedangkan Rey menyibakan rambut panjang Ayumi, dan memasang kalung pilihan Ayumi ke leher mulusnya. Rey sempat gemetaran karena melihat leher jenjang Ayumi yang mulus. ingin rasanya mencium dan mengecup lehernya. Ia membalikkan badan Ayumi kembali. Setelah selesai memakaikan kalung tadi. "Cantik." bisik Rey.
Mengarahkan Ayumi di hadapan cermin yang tersedia didalam toko.
"Tapi, ini harganya terlalu mahal. Ayumi tidak memiliki uang sebanyak itu." keluh Ayumi. Karena, Ayumi kira Rey memaksa Ayumi untuk membelinya. gadis ini menatap kalung yang ia pakai.
"Aku yang membelikan untuk mu sayang." Rey mengecup pucuk kepala istrinya. "Mba sekalian ini, nanti dihitung sekalian."
"Baik, cocok banget buat adik nya mas, tambah cantik." puji pelayan Toko.
Ayumi kaget. Karena, ia di bilang adiknya Rey bukan istrinya. apa karena Ayumi masih memakai seragam sekolah jadi terlihat seperti adiknya. Rey malah tersenyum menanggapi perkataan karyawan tersebut.
"Pesanan atas nama Ny.Arum," ucap karyawan toko. "dilihat dulu mas." kata karyawan toko
Rey membuka kotak berwarna merah itu. nampak terlihat sepasang cincin. Rey mengambil salah satu. lalu, ia meraih jari tangan Ayumi di sematkan cincin tersebut. Ayumi tertegun saat Rey menyematkan cincin ke jari manisnya.
"Waw ... di pasang di jari adiknya cocok juga. pasti calon nya ukuran jarinya sama kaya adiknya."
"Ini istriku mba, bukan calon." Rey mengingatkan jika Ayumi istrinya bukan calon ataupun adiknya.
"Ternyata masih muda, maaf saya kira adiknya karena ... "
"Dia memang masih sekolah mba" kata Rey memotong perkataan karyawan itu. "Ini kartu nya, sekalian sama kalung yang tadi iya. cincin sesuai permintaan kemarin iya mba, di kasih nama sama tanggal nya." Rey memastikan kembali Jika pesanan yang sudah dipesan. lucu bukan, jika nanti salah pesanan tidak sesuai dengan permintaan.
"Iya mas sesuai permintaan kemarin."
*
*
*
Rey melihat Ayumi yang masih memandang kalung pemberian Rey tadi. mereka sudah berada di dalam mobilnya.
"Kamu menyukainya sayang?" Rey melirik ke samping.
"Iya, tapi ini terlalu mahal kak, dan ini kakak juga memberikan cincin juga." Ayumi memutar-mutar Cincin.
"Berapapun harganya itu tidak penting. aku tulus memberikan untuk istriku, dan cincin itu sebagai tanda ikatan pernikahan kita. " Rey menoleh kesamping. "apa kamu tidak ingat kalau kita menikah secara mendadak dan aku juga memakainya." Rey menunjukan jari nya yang sudah ada cincin yang melingkar di jarinya.
Ayumi baru ingat. Jika, ia menikah secara mendadak dan di saat itu juga Dady nya pergi untuk selama-lamanya. Ayumi hanya diam teringat akan Dady nya.
"Hai kamu kenapa sayang?" Rey menarik tubuh Ayumi kedalam pelukannya. "Ayumi ingat Dady." lirih Ayumi.
"Apa kamu ingin pergi ke makam Dady?" Rey mengurai pelukannya
Ayumi menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih jangan lupa tinggalkan like dan komentar nya lope lope 😘