
Satu...
Dua...
Tiga..
Hap
Seketika mereka saling beradu pandang karena tidak menyangka akan mendapatkan buket bunga secara bersamaan.
Laki-laki itu menatapnya secara lembut dan mendalam bisa melihat mata yang begitu teduh.
Suara para tamu undangan yang tadi begitu riuh ikut merebut buket bunga yang mereka rebutkan di halaman mansion kini seketika sunyi. Mereka semua melihat ke arah kedua wanita dan laki-laki yang sedang saling beradu pandangan dan memegang buket bunga di tangannya.
Laki-laki itu adalah Sean Paul Wilson, yang kebetulan mendapatkan tangkapan buket bunga yang di lempar dan wanita cantik itu adalah Karina Sander.
Karina memandang mata Sean. Karina merasakan desiran seluruh tubuhnya hingga ia tidak bisa bernapas dengan normal.
Hingga Karina tersadar dari lamunannya. Ia tersentak setelah semua orang berbisik-bisik jika mereka akan berjodoh.
"Maaf" lirih Karina. Ia melepaskan tangan dari tangan Sean. Namun Sean mencegahnya.
"Ini buat kamu" kata Sean.
"Tidak, terimakasih" Karina menolak secara halus.
Sean merasa sedikit kecewa saat Wanita yang sudah membuat nya jungkir balik akhir-akhir ini.
Meski begitu, Sean mengingat kembali saat Tn Dominik mengatakan.jika, Karina susah sekali untuk di dekati.
Sean terkekeh kecil. Di tariknya tangan Karina agar lebih mendekat padanya.
__ADS_1
Karina tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa membuang wajahnya.
"Kamu wanita satu-satunya yang bisa mengalihkan duniaku, kamu wanita yang sudah membuat ku gila beberapa hari ini dan kamu wanita yang sudah membuatku bahagia" bisik Sean.
Deg
Karina menutup mata. Ia tidak ingin melihat dan mendengar pengakuan pria yang baru ia kenal beberapa kali bertemu. Karina tidak ingin sakit hati yang kedua kalinya. Pertama dengan mantan suaminya.
"Aku mencintaimu Karina Sander" sambung Sean.
Seseorang tersenyum melihat keberanian Sean. Ia berharap Karina bisa menerima kehadiran Sean.
"Sayang, apa kak Sean sedang mengatakan cintanya kepada aunty" tanya Ayumi kepada Rey.
"Sepertinya iya baby, kita doa kan saja mereka menjadi sepasang kekasih"
"Iya kau benar sayang, Ayumi ingin melihat aunty bahagia. Terlalu lama menutup hatinya dari laki-laki"
"Aku akan mendukung Sean baby, karena Sean pria yang baik"
"Kenapa? Aku akan mengobati luka hatimu Karina, percayalah" teriak Sean. Sean tidak peduli dengan tatapan semua tamu undangan. Ia tahu berbeda status yang sangat berbeda. Karina adalah wanita dari keluarga berpengaruh di Negara ini.
Karina melihat ke arah Dady nya. Namun Tn. Dominik menganggukan kepalanya sebagai isyarat kepada putrinya untuk menerima Sean.
"Listen to me... Aku tak mencintai mu. Kau mungkin hanya tertarik kepadaku karena kau penasaran kepadaku Sean. Kau hanya obsesi kepadaku dan jangan menyia-nyiakan waktu mu untuk ku percayalah padaku" kata Karina panjang lebar
"Kau tak memberikan ku kesempatan Karina.Kenapa kita tidak mencoba nya dulu? Cinta itu bukan perasaan yang datang lalu pergi. Cinta itu tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Cinta tidak di tanam, tapi cinta tumbuh dengan sendirinya " teriak Sean.
Jeremy merasa meleleh dengan pernyataan Sean. Andai Sean yang menyatakan cintanya kepadanya . Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menerimanya.
"Duh so sweet banget" gumam Jeremy
__ADS_1
Deg
Karina memejamkan matanya. Ia sudah berikrar jika ia tidak ingin jatuh cinta. Setelah apa yang di lakukan mantan suaminya dulu.
"Sayang" sahut Tn. Dominik.
Tom, Nick dan Irina membelalakkan matanya tidak percaya jika, Sean menyatakan cintanya kepada Karina. Berbeda dengan Lucas yang sudah mengetahuinya. Ia hanya tersenyum akan keberanian Sean di depan umum.
"Aku salut kepadamu Sean, ternyata kau berani juga" gumam Lucas. Namun Tom dan Nick yang ada di sampingnya masih bisa mendengarnya.
"Apa" pekik ke dua pria yang ada di samping nya.
"Biasa saja kali, tidak perlu terkejut begitu" Lucas terkekek.
"Lucas, apa kau mengetahui ini semua?" Tanya Tom.
"Iya" kata Lucas singkat.
"Really? Kenapa aku tidak tahu?"
"Yes of course. Karena Tn. Dominik lah yang menceritakan sendiri jika, Sean sudah meminta ijin terlebih dulu"
"Hah.." Lagi-lagi Tom dan Nick terbengong seperti orang bego.
Karina masih memejamkan matanya. Ia mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskan napas dengan pelan-pelan.
"Baiklah, akan aku coba dulu" lirih Karina pelan tapi masih bisa terdengar oleh Sean. Karena Sea semakin mendekatinya.
Sean tersenyum mendengar jawaban Karina. Sean menarik tangan Karina dan memeluknya hingga tubuh mereka begitu dekat.
Sean mengecup kening Karina membuat Karina terkejut akan ciuman Sean kepadanya.
__ADS_1
"I love you" bisik Sean.
Cup