
Satu Minggu telah berlalu, Ayumi harus kembali ke Moskow Rusia. sekarang Ayumi menjadi gadis yang pendiam, bahkan kepada keluarga nya. Ia akan berbicara jika seperlunya saja.
Karina merasa sedih melihat keponakannya. Bagaimana caranya agar Ayumi kembali ceria lagi.
"Nick aku tidak sanggup melihat Ayumi seperti itu, dia menjadi tertutup sekali, aku mohon sama kamu, pertemukan Ayumi dengan Rey segera."
"Iya nona, aku akan berbicara empat mata dengan Ayumi, setelah kita sampai nanti,"kata Nick.
Nick dan Karina sudah berada di dalam mobil yang sedang menunggu Ayumi yang masih di dalam kamarnya. Sedangkan Tn. Dominik sudah kembali ke Moskow sebelum Ayumi dan Karina pergi berlibur.
Ayumi menatap bingkai foto Rey yang ada di kamar. "Selamat tinggal kak," ujar Ayumi. Ia mengusap foto dan menciumnya sebelum Ayumi keluar kamar.
Ayumi melangkah menuju mobilnya, yang sudah ada Nick dan Karina. Ia masuk kedalam mobil dan duduk di belakang. Setelah melihat Ayumi sudah duduk Nick menjalankan mobilnya menuju bandara.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2.486 km dari Paris Prancis menuju Moskow Rusia dengan kecepatan sekitar 900 km / jam waktu penerbangan 2 jam 45 menit.
"Ayumi ingin tinggal di apartemen saja!" pinta Ayumi saat ia sudah sampai di Moskow.
Karina tidak memaksa Ayumi akan tinggal dimana,
"Baiklah sayang, nanti aunty akan berbicara sama deduska.jika cucu kesayangannya ini akan tinggal di apartemen," ucap Karina tersenyum. lalu memeluk tubuh Ayumi sebelum pergi, karena sopir pribadi sudah menunggu.
"Jaga dirimu baik-baik iya sayang, jika ada apa-apa hubungi aunty," bisik Karina.
Ayumi hanya mengangguk kepalanya saja. Sebenarnya Karina merasa sedih melihat Ayumi yang kembali introver.
Di dalam kamar Ayumi bisa merasakan aroma parfum milik Garrett yang masih tertinggal.
"Sayang, apa kau benar-benar ingin pergi dari ku, tapi kenapa kau selalu meninggalkan jejak seperti ini," gumam Ayumi.
Selama Garrett berkunjung ke Moskow ia tinggal di apartemen bersama Nick. Dan Nick memberikan kamar Ayumi untuk Garret, karena saat dulu selama Ayumi pemulihan pasca kecelakaan ia tinggal di mansion Keluarga Sander.
Karena rasa lelah yang Ayumi rasakan sekarang. Ayumi memilih untuk pergi tidur.
Mungkin ini waktu yang tepat untuk menjelaskan kepada Ayumi.
Batin Nick.
Nick akan mengajak Ayumi jalan- jalan. Mungkin dengan ini Ayumi akan kembali ceria.
Malam sudah datang, Nick sudah bersiap untuk mengajak Ayumi untuk pergi.
Namun, Ayumi malah menolak untuk pergi dengan alasan ingin di apartemen saja. namun Nick tetap memaksa Ayumi. Terpaksa Ayumi mengikuti permintaan Nick.
"Kak, Ayumi tidak mau, ingin di apartemen saja!" tolak Ayumi.
"No ... kakak ingin kau ikut, jika tidak kakak akan menyeret paksa kamu!" ancam Nick. Membuat Ayumi cemberut.
Melihat penampilan Ayumi yang hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek.
Nick menatap penampilan Ayumi. "Tidak terlalu buruk ayo kita pergi," tutur Nick. Ia merangkul bahu Ayumi.
Saat di dalam lift Ayumi baru menyadari akan penampilan yang jauh berbeda dengan penampilan Nick yang begitu rapih.
__ADS_1
Bodo amat, siapa suruh maksa untuk pergi.
Batin Ayumi cuek.
Meski Ayumi berpenampilan seperti itu, Ayumi masih terlihat cantik.
Nick mengajak Ayumi mengunjungi taman yang terletak di Rayon Zelenograd.
"Kak, kita mau kemana, kita bahkan sudah jauh dari kota,"kata Ayumi.
Nick tidak menjawab pertanyaan Ayumi, ia memarkirkan mobilnya.
"Kita di Park Pobedy," ujar Nick. "Ayo kita turun, kau pasti akan merasa senang di tempat ini!" ajak Nick lagi.
Dan benar saja Ayumi sangat senang, saat melihat air mancur yang mengalir deras dan menyemburkan air setinggi delapan meter ke udara.
mata Ayumi tercengang melihat pemandangan yang begitu takjub. "Kak, bagus sekali air mancur nya, Ayumi ingin kesana!" rengek Ayumi menoleh ke belakang melihat Nick.
"Huft, tadi aja diajak tidak mau," sindir Nick. melangkah ke Ayumi.
Membuat Ayumi tertawa renyah. Nick merangkul pundak Ayumi.
"Kita seperti pasangan kekasih,jika seperti ini." kata Ayumi.
"Jangan bilang seperti itu, kakak bisa di bunuh oleh Garrett karena cemburu melihat kita." Nick melirik kesamping.
Untuk sampai di taman Ayumi dan Nick harus melewati jembatan penyeberangan. Jalan setapak yang diterangi cahaya bulan.
Nick menghentikan langkahnya, kini ia berada di tengah jembatan. Nick menghadap ke arah Ayumi, kini mereka sudah saling berhadapan.
"Ayumi ... percaya lah sama kakak," kata Nick menatap wajah Ayumi. "Jika Garrett sangat mencintaimu."
Ayumi menatap wajah Nick dengan intens.
"Dia sedang berjuang untuk mu, dia membela mu dari orang yang akan memanfaatkan kebaikan mu, maka dari itu dia tidak ada kabar karena dia sedang berjuang ..." ungkap Nick lirih.
Deg
"Ayumi tidak mengerti," ucap Ayumi yang masih belum paham.
Nick menghela napas dalam-dalam. "Ayumi janji ya, jangan marah dulu sebelum kakak selesai berbicara!"
Ayumi semakin tidak pengertian dengan penjelasan Nick yang akan ia sampaikan.
"Kita cari tempat duduk dulu," kata Nick lagi.
Nick mengambil handphone nya dan membuka gallery foto dan memberikan handphone nya kepada Ayumi. Ia memperlihatkan Rey yang sedang tidak sadarkan diri.
"Apa maksudnya kak, bisa jelaskan ini semua," bibir Ayumi sedikit bergetar. Ayumi nampak sudah menitihkan air matanya.
Nick mulai menceritakan tentang Rey, semua cerita Nick tidak ada yang di tutupi dari Ayumi.
"Ayumi are you ok," ucap Nick melihat Ayumi begitu terpuruk. Ayumi menangis dalam diam. Nick menarik Ayumi dalam pelukannya.
__ADS_1
Ayumi merasa bersalah karena menuduh Garret meninggalkan dirinya seperti Rey. setelah mendengar kenyataan dari Nick.
"Kakak tidak tega jika harus melanjutkan ceritanya," bisik Nick.
"Lanjutkan kak, Ayumi tidak apa-apa." mencoba tegar ia menghapus air matanya dengan kasar.
"Kakak baru tahu jika garrett adalah rey, kau benar sayang, jika dia rey," kata Nick mengingat kembali perkataan Ayumi tempo hari, namun ia tidak percaya.
Membuat tangisan Ayumi semakin pecah.dan ia juga merasa terkejut jika Garrett adalah Rey, berarti tebakan Ayumi memang ada benarnya. Jika Garrett adalah Rey, dengan adanya tato di tubuhnya.
"Kak, Ayumi ingin ke sana, ingin melihat keadaan kak rey, apa boleh? bahkan ingin membantu kak rey agar ia bisa sadar kembali!" Ayumi memohon.
"Tapi kamu baru pulang dari Paris lalu bagaimana dengan kuliah kamu, bukannya kamu sebentar lagi akan ujian akhir,kau pasti akan sangat sibuk."
"Ayumi tidak peduli, yang Ayumi mau kak rey!" Ayumi memohon dengan derai air matanya. Ayumi memegang tangan Nick.
Nick menatap Ayumi ia juga tidak tega. "Baik kita akan ke sana, tapi tidak sekarang setelah kau mengikuti ujian akhir bagaimana?" Nick melepaskan tangan Ayumi ia menghapus air mata Ayumi.
"Sudah jangan sedih. Kau ingin melihat keadaannya," tutur Nick. Nick mengambil handphone nya kembali.
Ayumi mengangguk setuju. Nick menghubungi anak buahnya yang di tugaskan untuk menjaga Rey selama Nick tidak ada.
"Hallo tuan," sapa seseorang dari seberang.
"Aku minta kamu mendekat ke arah rey, dan arahkan kameranya ke arah rey!"
seseorang itu mengarahkan kamera handphone nya dimana Rey sedang tidur tidak berdaya.
"Kak Rey,maafkan Ayumi yang tidak tahu," bibir Ayumi bergetar. Ayumi melihat Rey yang masih dalam tidur lelapnya dengan berbagai alat yang menempel di tubuh kekar nya. Ayumi membekam mulutnya.
"Kakak kenapa bisa seperti itu" tanya Ayumi yang masih menangis.
"Ada penyumbatan pembuluh darah di otaknya"
Ayumi tidak kuasa mendengar cerita dari Nick.
"Cukup kak, cukup Ayumi tidak sanggup" mengelengkan kepalanya.
Ayumi memeluk tubuh Nick. Wajah Ayumi menjauhkan dari kamera tadi.ia tidak sanggup melihat Rey terbaring lemah.
"Menangis lah, jika itu membuatmu tenang"bisik Nick.
"Maafkan kakak Ayumi, tidak memberitahu hal serius ini"tutur Nick.
"Kenapa kak Nick tidak memberitahu dan kenapa baru sekarang" seru Ayumi.
"Apa kau lupa jika kau sedang marah setelah liburan dari Praha kemarin"
"Maaf" Ayumi menundukkan kepalanya.
"It's ok"
Nick mengacak rambut Ayumi. membuat Ayumi berteriak.
__ADS_1