Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 150


__ADS_3

Beberapa hari kedepan akan menjadi hari- hari Irina kembali lagi. seperti, tahanan Zeck dulu.


Karena, Nick menyuruh anak buahnya untuk menjaganya. Namun, dengan radius 10 meter dari Irina berada. Membuat wanita cantik ini tidak bisa bergerak bebas.


"Ini sama saja aku kembali tawanan Zeck. Huft menyebalkan." kesal Irina.


Jeremy yang saat ini sedang bersama adik tercintanya merasa heran dengan adiknya itu. Karena, sedari pertama mereka keluar dari apartemennya merasa adiknya sedang tidak baik-baik saja.


Jeremy berkata. "Jean ... Kau itu kenapa? sedari tadi kakak perhatikan wajahmu di tekuk kaya kanebo kering."


"Ck,, mana ada kanebo kering bisa ditekuk" ketus Irina.


Jeremy terkekek, "Ada tuh muka lho. Emang ada apa?"


Irina akhirnya menceritakan semua tentang dirinya yang di jaga oleh seorang bodyguard. selama tidak ada Nick. Membuat kakak gemulai nya tertawa terpingkal-pingkal. Karena, kekasihnya itu benar-benar tidak mau adik satu-satunya terluka. atau hilang lagi.


"Kak Je!!!" Teriak Irina. Seraya menginjak- injakan kakinya ke lantai.


"Lagian kamu kenapa tidak mau ikut kak Nicko mu itu??"


Membuat Irina sekakmat. Apa yang di katakan Nick benar. Jika, Jeramy akan mengijinkan Irina untuk ikut ke Paris.


"Dia juga bilang gitu. Jika, kak Je bakalan mengijinkan Jean untuk pergi dengan nya. Tapi, kan."


Jeremy memotong perkataan Irina sebelum selesai. "Jean ... Kekasihmu ada benarnya juga, maafkan kakak. Jika tidak bisa menjaga mu dari pengawasan Zeck." lirih Jeremy.

__ADS_1


"Kakak macam apa aku ini. Yang tidak bisa menjaga adiknya sendiri. Menjaga diri sendiri saja kakak tidak bisa." Jeremy meneteskan air matanya.


"Kak Je, jangan seperti itu, kakak adalah kakak yang terbaik yang Jean miliki." kata Irina memeluk Jeremy.


"Maafkan kakak Jean." bisik Jeremy.


🍃🍃🍃


Setelah menempuh perjalanan berpuluh-puluh kilo meter. hingga, memakan waktu 13 jam, 45 menit. Rey dan Ayumi sampai di bandara internasional Moskow Rusia.


Daniel yang di tugaskan untuk menjemput Ayumi dan Rey sudah berada di ruang tunggu.


Dari kejauhan Daniel melihat Rey menggendong Ayumi. Beruntung Rey tidak membawa barang apapun seperti koper. Karena kebutuhan Ayumi dan Rey di Moskow sudah tersedia semua.


"Tuan muda Rey." sapa Daniel saat sudah berada di dekat Rey yang masih mengendong Ayumi.


Dengan segera Daniel menuju mobilnya dan Rey mengekor di belakangnya.


Setelah sampai di mobil. Daniel membukakan pintu mobil untuk Rey. Dan, Rey duduk di kursi belakang dengan Ayumi yang masih di pangkuannya.


Rey mengehela napas panjang. Setelah sudah di dalam mobil.


Daniel terkekeh melihat Rey yang terlihat lelah dari wajahnya.


"Tuan muda, apa anda ingin minum?" Tawar Daniel.

__ADS_1


"Iya, Daniel terimakasih, kau tahu betul aku haus." Kata Rey.


Daniel mengambil air botol kemasan untuk Rey.


Tidak butuh lama perjalanan dari bandara ke Mansion Sander. Namun, Ayumi tetap tidak terbangun saat sudah sampai.


Rey benar-benar tidak ingin menganggu istrinya yang sedang tidur. Padahal, selama di perjalanan Ayumi. hanya, di habiskan untuk tidur.


"Ck, manjanya, sampai tidur saja tidak kebangun." ucap Karina saat menyambut kedatangan Ayumi, dan Rey. Tapi, malah melihat Ayumi tertidur pulas hingga tidak terganggu.


"Iya, aunty sepanjang perjalanan. Hanya di habiskan untuk tidur." Kata Rey.


Deduska yang mengelengkan kepalanya saja.


"Apa dia sakit Rey? sejak kapan Ayumi jadi tukang tidur begitu?" seru Karina. Membuat Rey berhenti sejenak. Rey mengingat kembali saat di Indonesia.


"Sepertinya tiga hari yang lalu, aunty."


"Sudah lah bawa masuk cucuku, nak!" pinta Tn. Dominik.


"Baik, Deduska." Kata Rey pergi meninggalkan Karina dan Tn. Dominik.


"Dedy, seperti nya ada yang tidak beres dengan Ayumi." ucap Karina. Tapi, dia juga masih binggung dengan dugaannya.


"Sudah lah, sayang. Kau jangan berpikiran yang tidak-tidak, lebih baik kita masuk kedalam. bukannya sebentar lagi kita makam siang." Pinta Tn Dominik.

__ADS_1


"Dedy, Karina masuk ke kamar dulu, Sean menghubungi Karina," kata Karina, seraya menunjukkan. Handphone ke Tn. Dominik.


Dan, Tn. Dominik mengijinkan. "Syukurlah. Jika, pada akhirnya kau menemukan kebahagiaan mu dengan Sean, sayang." gumam Tn. Dominik.


__ADS_2