Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 190


__ADS_3

"Dude! Ternyata kau ambil start duluan buat married." Kata Tom merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sahabatnya. Ya dia berpelukan ala - ala pria. dengan penepuk punggung sahabatnya.


Sean hanya tertawa mendengar ocehan Tom.


"Makanya, habis ini kau Tom. Biar ada yang ngurus." Bisik Sean. Ia mengurai pelukannya.


"Hahaha ... Aku masih ingin hidup bebas dude."


Tom masih mengajak Sean berbicara sedangkan di belakang Tom masih banyak lagi yang ingin mengucapkan selamat kepada mempelai pengantin.


"Hei dude! Bisa kah pembicaraan kalian di lanjut setelah acara resepsi selesai, " sentak Lukas.


Tom melirik dan benar saja, ribuan tamu undangan sedang mengantri.


"Iya, aku tahu, tunggu sebentar lagi" kata Tom. Ia sengaja membuat para tamu undangan dan Lukas menunggu hingga setengah jam. Jika, Lukas tidak menjewer telinga Tom. Mungkin Tom masih mengajak Sean berbincang sambil minum kopi.


"AW .. AW ... " Adu Tom saat tiba-tiba ada yang menjewer telinganya.


"Enak nya, yang lain udah pada nunggu. Kenapa gak sekalian saja minum kopi bareng."


"Aduh kas, jahat banget. kenapa cowok tampan seperti aku malah di jewer." ujar Tom ia tidak terima. seraya mengusap telinga yang masih terasa panas.


Sean dan Karina tertawa melihat kedua laki-laki di hadapan nya.


"Lagian kamu di tunggu in malah ngerjain orang,"


"Nona Karina maaf. Manusia yang satu ini baru keluar dari rumah sakit jiwa." Random Lukas.


"Enak saja kamu. Awas kau kas, udah bikin pamor ketampanan Tom Hardy menurun."


Tom tidak lupa memberikan ucapan selamat kepada Karina.


"Nona Karina selamat atas pernikahan anda dengan Sean." Ucap Tom. Ia mendekati Karina dan berbisik.


"Awas nona, Sean itu singa buas yang kelaparan kalau di atas ranjang."


Karina menyipitkan matanya mendengar perkataan teman suaminya. Ia sempat melirik ke samping melihat Sean sedang bersama Lukas.


Tom lalu pergi dan turun dengan menahan tawanya.

__ADS_1


Sedangkan Rey menuju istrinya yang masih sibuk dengan memakan berbagai cemilan.


"Ihh sayang, itu kan punya Ayumi kenapa di makan." Ayumi menekuk bibir nya cemberut.


Ya. Saat cemilan terakhir Ayumi yang hendak ia makan malah berpindah ke mulut Rey.


"Hanya satu baby, lagian dari tadi aku perhatikan kamu gak berhenti makan."


Rey mengelus perut Ayumi. "Apa anak-anak Dady lapar?"


"Iya Dady, makanya mommy sedari tadi makan terus," tutur Ayumi dengan menirukan suara anak kecil. Membuat Rey tertawa dan juga Irina yang sedari tadi menemani Ayumi.


"Sayang dimana kak Nick?"


"Itu lagi antri buat ngucapin selamat. Ayo kita susul dia dan ingat waktunya ibu hamil untuk istirahat."


"Ish, padahal Ayumi tuh masih ingin disini. Lagian ini pestanya aunty Karina sayang."


"Kalau kau tidak lagi hamil tidak apa-apa honey."


"Iya Ayumi, apa yang di ucapkan suami kamu itu benar. Kakak juga tidak mau calon keponakan kakak kenapa-kenapa," timpal Irina.


Rey menuntun Ayumi berjalan. Dan Irina ada di samping mereka.


"Sayang, Ayumi bisa jalan sendiri."


"No, honey. Aku tidak mau terjadi apa-apa kepada mu."


"Ayumi putri mami," panggil seseorang kepada Ayumi. Rey dan Ayumi berhenti ia menoleh dan terkejut melihat mami Arum ada di pesta pernikahan Karina dan Sean.


"Mami," gumam Ayumi dan Rey berbarengan.


"Halo mami, senang bertemu dengan mami kembali." Kata Irina.


"Iya sayang, mami juga senang bisa bertemu kamu. Dimana Nick?"


"Ada di sana mami, Ayumi, Rey, dan mami. Irina menyusul kak Nicko dulu." Pamit Irina.


"Iya sayang." Kata mami Arum.

__ADS_1


"Selamat sayang atas kehamilan kamu. Mami senang mendengar kabar ini." Kata mami Arum seraya memeluk menantu kesayangan nya. Ia mengurai pelukannya.


"Terimakasih mi,"


"Mi, maafkan Rey yang tidak bisa hadir di saat pernikahan mami dengan Dady, "


Mami Arum tersenyum. "It's ok sayang, mami juga tahu kau sedang menjaga cucu mami." Kata mami Arum.


"Dimana Dady mi, kenapa mami datang sendirian." Ucap Rey.


"Mami datang sama Dady sayang, dia sedang bersama Tn. Dominik. Sapa dia Rey. Dady merindukan mu. "


"Iya mami, kita akan mengucapkan selamat kepada Sean terlebih dulu baru bertemu Dady."


"Iya sayang, mami tunggu di sana. Ok."


Mami Arum mencium kening Ayumi dan mengelus bahu putranya.


"Honey, kenapa kamu diam saja tadi." Tanya Rey.


"Ayumi merasa bersalah sayang, di saat hari bahagia mami kita tidak datang." Ayumi menunduk.


"Hei... Baby, jangan bilang begitu. Kau dengar sendiri kan tadi. Mami tidak mempermasalahkan nya lagian kamu kan sedang mengandung cucu-cucu nya." Rey menatap wajah Ayumi yang menunduk. Ia mengangkat wajahnya.


"Jangan sedih ok, kasian anak-anak kita kalau mommy nya sedih dia ikut sedih."


"Maafkan mommy sayang, membuat kalian ikut sedih." Ayumi mengelus perutnya.


"Sudah tidak boleh sedih lagi lebih baik kita menyapa aunty terlebih dahulu. Ok,"


Ayumi menganggukan kepalanya dan Rey tersenyum. Ia mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Ayumi menuju dimana Sean dan Karina berada.


Yang penasaran dengan Tom Hardy



Lukas Graham


__ADS_1


__ADS_2