Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 15


__ADS_3

"Kak Rey jangan pergi, jangan tinggalkan Ayumi"


"Hicks... hicks... hick... Jangan pergi"


Ayumi menangis dalam tidurnya. mami Rey terbangun dari tidurnya saat mendengar sayup-sayup Ayumi manggil-manggil nama Rey dan menangis. Mami Arum menemani Ayumi saat tak sadarkan diri hingga ketiduran.


"Ayumi sayang,bangun sayang" ucap Ny.Arum. membelai wajah Ayumi.


Ayumi mengerjapkan matanya ternyata hanya mimpi di tinggal pergi sama Rey. "Mami" gumam Ayumi langsung memeluk tubuh ibu mertuanya itu.


"Ada apa sayang?" mengelus bahu menantunya.


"Mih kak Rey pergi meninggalkan Ayumi"


"Sabar sayang, Jeff masih menggali informasi tersebut, semoga saja Rey selamat sayang" bisik Ny.Arum.


Deg


"Jadi benar.jika, kak Rey meninggalkan kita" seru Ayumi yang masih ambigu.


mereka mengurai pelukannya, mami Rey hanya mengangguk.


"Tidak mih, itu pasti tidak benar itu hanya mimpi,barusan Ayumi mimpi kak Rey pergi jauh" seru Ayumi dengan berurai air matanya. gadis cantik permata sipit masih belum percaya. jika, Rey mengalami kecelakaan saat balapan mobil berlangsung.


"Sabar sayang, Jeff sedang mengurusnya" sahut mami Arum mencoba tegar,ia juga merasa sedih jika benar kabar tersebut.


"Tidak mih, Ayumi ingin kesana sekarang" pinta Ayumi.


"Tunggu kabar dulu iya sayang" menghapus air mata Ayumi "Nick sedang mengurus semuanya"


"Tidak mih, Ayumi ingin kak Rey sekarang"teriak Ayumi.


"Sayang"Tidak kuasa menahan tangisnya " Mami juga sedih. tapi, mami tunggu kabar dari Nick" menitihkan air matanya "Jeff" panggil nya.


"Iya nyonya" Seru Jeff yang tidak jauh dari kamar Rey.


"Tolong kau tanyakan Nick kembali. apa kita bisa ke sana?"


"Baik nyonya" Jeff mengundurkan diri dari hadapan mereka. untuk menghubungi Nick. jika, Ny.Arum dan nona Ayumi ingin tahu kabar Rey sekarang.

__ADS_1


Nick harus bilang apa kepada keluarga Rey, ia juga terpukul kehilangan sahabat dan sekaligus bos nya itu. namun saat ia sedang memikirkan keluarga Rey, Jeff menghubungi nya.


"Hallo Jeff" sapa Nick.


"Nick, Nyonya menanyakan tuan muda Rey, nona Ayumi ingin ke Spanyol,apa boleh mereka pergi kesana"


"Jangan karena perjalanan memakan waktu lama, biar saya saja yang mengurus segala sesuatunya untuk kepulangan Rey secepatnya, bilang sama nyonya tunggu saja dirumah"


Seharian penuh Ayumi hanya menatap wajah Rey lewat bingkai foto yang ia peluk. terlihat derai air mata yang tak kunjung berhenti menangisi Rey hingga membuat kedua matanya sembab.


"Semoga kak Rey baik- baik saja. Ayumi yakin kak Rey selamat"


"Ayumi tunggu kak Rey dirumah seperti janji kak Rey akan pulang dengan segera"


tok tok


"Nona, apa kami boleh masuk" tanya salah satu pelayan rumah Rey dari luar kamar. namun, Ayumi hanya diam tidak menyahut nya.


Tidak ada suara dari dalam membuat pelayan rumah merasa khawatir dengan keadaan Ayumi. terpaksa harus masuk melihatnya langsung.


Ceklek


Pintu kamar di buka, terlihat Ayumi menyenderkan kepalanya di tepi ranjang. pelayan merasa lega karena terlihat nona mudahnya baik baik saja. namun kenyataannya Ayumi tidak sedang baik baik saja, dari mulai ia tersadar dan kini ia belum mau memakan apa pun, terlihat makanan yang ia bawa di atas nampan belum ia sentuh sama sekali.


Ayumi hanya diam, membuat pelayan menghela napas panjang.


"Nona, lebih baik anda makan dulu, biar saya suapi" Ayumi menggelengkan kepalanya "Tapi, nona dari kemarin belum makan" bujuk pelayan rumah menemani Ayumi hampir satu jam tidak mau membuka mulutnya.


Pelayan rumah memutuskan untuk pergi dari kamar Ayumi, ingin melaporkan kepada Ny.Arum. jika, Ayumi tidak mau memakan apapun.


Jeff melihat pelayan baru saja keluar dari kamar Rey.


"Bagaimana apa nona mau makan?"


"Tidak Jeff,saya sudah membujuknya hingga makanan dingin. kekeuh tidak mau" ucap nya


"Ini makanan dari semalam saja belum ia sentuh" jelasnya.


Jeff menghela napas berat "Terimakasih, lebih baik kau kerjakan yang lain, biar ini urusan saya"

__ADS_1


"Baik Jeff saya pergi"


🍃🍃🍃


"Rey, kenapa kamu meninggalkan mami sendirian" lirih Ny. Arum.


"Ini yang mami khawatirkan selama ini, kenapa kau tidak berhenti saja sebagai pembalap mobil dari dulu dan meneruskan perusahaan Papi kamu sayang" Ny.Arum membelai dan menatap foto Rey "Sayang, semoga kabar ini tidak benar. mami tidak mau kehilangan kamu, setelah papi pergi"


Nick menghubungi Jeff jika ia sudah sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta bersama rombongan yang mengantar Rey pulang.


Rumah Ny.Arum sudah di penuhi para pelayat yang datang dan pergi dari kalangan orang-orang yang cukup berpengaruh dan juga rekan bisnis Ny.Arum. tidak ketinggalan teman dan keluarga dekat nya turut hadir menyambut kedatangan Rey pulang.


Termasuk mama Ria ia juga datang, mama Ria merasa senang dengan kabar ini, melihat anak tirinya kembali berduka.


Ini karma buat kamu Ayumi, kau di tinggal oleh orang- orang yang kau sayangi mama Ria tertawa dalam hatinya.


Setelah mendapat kabar dari Nick, Ayumi merasa senang jika Rey suaminya kembali. "Kak Rey pulang" Gumam Ayumi "Mami kak Rey akhirnya pulang, ia akan baik-baik saja kan mih" tanya Ayumi kepada mami Rey. Ny.Arum hanya bisa menahan tangisnya melihat menantunya itu selalu bertanya Rey baik baik saja. "Sayang, yang sabar dan ikhlas iya"


"Memang kenapa mih, bukan nya hari ini kak Rey pulang iya" ucap Ayumi "Iya sayang hari ini Rey pulang,Ayo kita keluar menunggu Rey datang" bujuk mami Rey.


Ny.Arum menatap wajah cantik Ayumi yang terlihat pucat dan kedua matanya sembab. Ayumi mau di bujuk untuk keluar kamar dan menunggu kedatangan Nick dan rombongan datang.


Setengah jam mereka menunggu akhirnya datang juga. nampak peti mati sudah berada di dalam ruangan. Ny.Arum benar-benar tidak percaya jika yang berada di dalam peti mati itu putra semata wayangnya. "Rey!!mami tidak percaya kau meninggalkan mami secepat ini" ucap Ny.Arum.


"Mih, dimana kak Rey"Tanya Ayumi "Katanya hari ini pulang" sungguh sakit dan pilu mendengar pertanyaan Ayumi mencari keberadaan suaminya "Ini Rey sayang" jawab Ny.Arum


"Tidak mih"Menggeleng "Mami bohong kan, ini tidak mungkin kak Rey" sahut Ayumi.


"Mami tidak bohong sayang, yang sabar iya"menitihkan air matanya "Tidak mih"Teriak Ayumi "kak Rey masih hidup, kak Rey tidak mungkin meninggalkan Ayumi, ia sudah janji akan kembali dengan secepat" Hardik Ayumi.


"Nona ini kenyataan jika tuan muda Rey sudah pergi meninggalkan kita semua" kata Nick mencoba menjelaskan kepada Ayumi.


"Tidak"Teriak Ayumi membuat semua orang menoleh ke arahnya "Kalian sudah berbohong, kak Rey tidak mungkin meninggalkan, kalian bohong" Ayumi menangis dengan histeris ia belum bisa menerima kenyataan ini.


"Nona Ayumi tenang"Ucap Nick untuk menenangkan Ayumi "Kita semua juga tidak mau ini terjadi tapi ini sudah menjadi suratan takdir tuan muda Rey , kita hanya bisa mendoakan saja"


"Tidak... tidak" Ayumi memukul dada Nick "Kak Rey masih hidup, kalian bohong" teriak Ayumi hingga akhirnya ia ambruk tidak sadarkan diri di pelukan Nick.


"Nona ..nona sadarlah" Nick menepuk-nepuk pipi Ayumi.

__ADS_1


"Sayang, Ayumi Sayang" ucap mami Arum.


Bersambung..


__ADS_2