Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 22


__ADS_3

Danilo tidak terima jika namanya di ganti Kudanil ia mengeja namanya di depan wajah Bulan "Hei cewek bar-bar nama gue Da-ni-lo paham lho" tegas Danilo.


Deg


Ternyata dia ganteng banget


Batin Bulan meleleh setelah Danilo mendekat kan wajahnya sangat dekat memperjelas wajah asli Danilo yang blasteran Inggris indo ini.


Ah apa an sih, kenapa gue malah muji Kudanil tapi emang ganteng sih.


Batin Bulan kembali ia membuang pikiran yang memuji Danilo tadi.


"Gak!! gue mau panggil lho Kudanil titik puas lho" tegas Bulan dengan tatapan dingin.


"Kalian jika ingin berdebat lebih baik keluar dari ruangan ini" Sahut Nick tegas, yang tidak jauh dari mereka berdua.


"Lho sih, berdua bisa diam gak sih, dari tadi kaya tom and Jerry saja" ketus Saka.


Setelah cukup lama berkunjung mereka bertiga memutuskan untuk pulang kerumah.


"Saka gue ikut lho aja ya" Bulan memohon


"Kenapa? Bukan nya lho searah dengan dia"


"Gak mau, pusing mual gue jika deket sama dia" bohong Bulan. Meski memang ia tidak mau jika Danilo melaju motor nya dengan sangat kencang membuat pusing dan mual.


Membuat Danilo terkekek "Syukur dech,jika tidak mau pulang sama gue, lagian gue gak mau pulang sama cewek bar-bar kaya lho, udah gitu berisik"


Perawat menyuruh Nick untuk bertemu dengan Dokter yang menangani Ayumi. dengan berat hati Nick pergi meninggalkan Ayumi.


"Sus, boleh minta tolong" ucap Nick.


"Iya Tuan ada apa? anda ingin meminta tolong apa?"


"Tolong jaga nona ini selama saya bertemu Dokter"


"Tapi Tuan sebentar lagi shift saya sudah habis" seru perawat itu.


"1Jam 5 Juta bagaimana?" Tawar Nick kepada perawat tersebut.


Ini sudah lebih cukup dari gaji saya sebulan


"Baiklah Tuan, Saya nunggu Teman saya yang datang"


Nick bertemu Dokter dan menitipkan Ayumi bersama perawat yang ia bayar.


Dokter menjelaskan keadaan Ayumi saat ini, dilihat nya hasil laboratorium yang baru saja keluar. " Dilihat dari jumlah Sel darah putih (RBC) nya sangat tinggi, kemungkinan penyebab demam yang di alami nona Ayumi karena infeksi bakteri. oleh sebab itu nona Ayumi terserang DBD dan gejala typus"


Nick sedikit lega atas penjelasan dari Dokter.sudah tahu jika Ayumi hanya sering telat makan itu menyebabkan ia mengalami typus.namun sempat kaget bukan hanya Typus saja.

__ADS_1


DBD?? Apa!!??


Nick kembali sedih karena Ayumi tidak mengalami typus saja tapi DBD.


🍃🍃🍃


Dua Minggu telah berlalu Ayumi sudah pulang dari rumah sakit dan kini ia berada di dalam mobil mami Arum yang akan mengantarnya pergi kesekolah.


"Sayang, jangan sampai telat makan iya,mami tidak mau jika kamu sakit lagi"


"Iya mami sayang"


"Kamu ingin melanjutkan kuliah dimana? Biar mami yang urus semuanya"


"Hmm" Ayumi nampak berpikir sejenak.


Ayumi sejujurnya ingin kuliah di London Inggris. semasa Rey masih hidup, biar ia bisa selalu sama Rey. karena Rey sering balapan mobil di sana. Namun keinginan pupus sudah, jika memang ia kuliah disana maka ia akan sendirian tanpa Rey suaminya.


"Sayang kenapa diam" tanya mami Arum menoleh kesamping dan menatap kedepan Kembali.


"Ayumi belum mikirin itu mih, lagian ujian nasional masih lama, masih setengah bulan lagi"


"Sayang, setengah bulan itu cepat lho"


"Apa boleh Ayumi kuliah di Moscow Rusia mih?"


Mami Arum mengerem mendadak. "Kamu serius sayang ingin kuliah disana"


"Mami tidak keberatan sayang, jika kau ingin kuliah dimana pun, termasuk Moscow"


"Sebenarnya ingin ke London mih tapi Ayumi tidak mau nanti sendirian di sana" Lirih Ayumi menundukkan kepalanya.


"Kamu tidak sendirian sayang, bukannya Nick tinggal disana"


"Tidak!! Ayumi ingin ke Rusia saja" tegas Ayumi. Membuat mami Arum menurut karena apapun keinginan nya akan selalu di penuhi.


"Biaklah, nanti mami hubungi pengacara Dimitri untuk menyiapkan semuanya untuk kamu, selama disana"


"Terimakasih mih. sudah mau mengantar Ayumi kesekolah" memeluk lengan Mami Arum.


"Iya sayang, belajar ya rajin iya" sahut mami Arum kepada Ayumi yang hendak keluar dari mobilnya.


Ayumi menegakkan kepala ke atas dan menatap wajah ke depan, nampak wajah Ayumi yang sangat tegas dan arogan membuat siapa saja tidak bisa mendekati kecuali Annabelle karena siswi yang satu ini menjadii saingan nya. semenjak Rey meninggal Ayumi berubah menjadi gadis yang dingin.


Ayumi berjalan menyusuri lorong sekolah dimana terdapat teman- teman nya yang sedang berkerumun, bercanda bahkan ada yang sedang diskusi mengenai pelajaran.


"Hey cewek matre berhenti lho" teriak Annabelle.


Namun Ayumi tetap saja berjalan dengan wajah di angkat.ia tidak mempedulikan sekelilingnya.

__ADS_1


"Sial awas saja kau Ayumi" Annabelle mengepalkan tangan nya.


Saka melihat dari kejauhan menyunggingkan senyuman melihat cara Ayumi menghadapi musuh nya.


"Kakak bersyukur memiliki adik sepertimu Ayumi, semoga kau bisa melewatinya dengan tetap tegar" gumam Saka.


Ayumi bersikap cuek dan arogan sekarang, tidak hanya karena kepergian Rey saja. karena ia ingin tahu seberapa besar teman-teman nya tulus dan sayang sama Ayumi atau hanya pura-pura saja untuk menjadi murid yang populer seperti Ayumi.


Kini mereka sudah berada di kantin, karena jam istirahat sudah berbunyi.semenjak ia keluar dari rumah sakit Ayumi tidak akan telat makan sesuai dengan janji mami Arum.


Melihat Ayumi, Bulan bahkan Saka duduk bersama. membuat Danilo ingin bergabung bersama mereka.


"Boleh aku gabung dengan kalian" sahut Danilo. membuat Saka dan Bulan menoleh bersama.


"Ay!!.Si kudanil datang"


Tanpa jawaban mereka, Danilo duduk menghadap Ayumi.


"Eh lho ngapan? ikutan duduk disini? masih banyak noh kursi yang masih kosong"


"Aku hanya ingin memandang Bidadari dari kayangan"


"Ck... gombal lho"


Ayumi tidak peduli. ia tetap asyik dengan makanan yang ada di depan nya.


***


Ny. Arum menghubungi pengacara Dimitri yang di percaya memegang harta peninggalan Mommy nya Ayumi. meski di Russia masih ada ayah kandung nya namun, Mommy Ayumi sudah memberikan semuanya untuk putri nya Akira Mayumi Azawa, untuk mengurus Ayumi selama di Rusia.


"Mami pasti akan kesepian tanpa mu Ayumi" Ny. Arum menatap foto mereka berdua, yang di letakan di atas meja kerjanya di kantor.


Dia juga tidak lupa menatap putra semata wayangnya yang sudah tiada.


"Mami bangga sama kamu sayang, karena telah memilih Ayumi sebagai istrimu, dan mami tidak percaya jika kau sudah pergi untuk selamanya, mami masih merasakan akan kehadiran mu sayang" Keluh mami Arum.


"Rey" mami Arum mengelus bingkai foto putranya.


"Selamat ulang tahun sayang"


Berbeda dengan Ayumi. ia datang ke pemakaman Rey saat pulang sekolah, ia menyempatkan untuk mampir ke kios bunga langganan nya.


"Paman Ayumi minta bunga satu, buatkan yang cantik iya" Sahut ayumi kepada paman Sam.


"Kak Rey pasti suka, Ayumi kasih bunga"gumam Ayumi.


Ayumi mengeluarkan Kalung dan cincin pemberian Rey dulu, di tatapnya cincin itu yang bertulis kan nama nya dengan Rey suaminya.


Ayumi tersenyum mengingat saat kejadian ia datang ke tempat ini pertama kalinya dan memperkenalkan kepada pemilik kedai bunga.

__ADS_1


Bersambung..


Terimakasih jangan lupa like dan komentar, jangan lupa hadiah nya 😂🤗😘


__ADS_2