
Rey langsung merebahkan tubuh Ayumi di atas kasur king size miliknya. saat sudah di dalam kamar dengan sangat pelan. Dan Rey melanjutkan melepas drees dan dalaman Ayumi.
Ayumi terkekeh melihat Rey yang sudah tidak tahan untuk menyentuhnya.
Setelah melepaskan kain yang menempel pada tubuh Ayumi. kini giliran Rey yang melepas bajunya, hingga tidak ada selembar benang yang melekat pada tubuh Rey.
Rey mencium seluruh tubuh Ayumi, hingga membuat Ayumi mendesah karena ciuman Rey.
Ayumi menarik rambut Rey, saat Rey mencium area favoritnya.
"Sayang, apa kau sangat mencintai ku?"
"Kenapa kau malah bertanya seperti itu, bukan nya sudah dari kita masih anak-anak aku sudah memuja mu baby"
Rey mengeratkan pelukan nya. Bahkan ia sudah membenamkan wajahnya di dada Ayumi.
"Sayang" desah Ayumi. Seraya menarik rambut Rey untuk menjauhkan wajahnya di bukit kembarnya. Namun, Rey tidak mempedulikan nya hingga Rey menggigit dada Ayumi membuat kulit putih mulus Ayumi berwarna biru kemerahan.
Tangan satunya meremas salah satu bukit kembarnya. hingga, Ayumi melengguh.
Jika sudah seperti ini. Ayumi pasrah membukakan kakinya. Rey tersenyum saat melihat Ayumi yang sudah siap untuk bercumbu dan jendral kecil milik Rey siap masuk ke sarang nya untuk memulai pertempuran.
Rey menghentakkan pinggulnya dengan sangat lembut. Tidak tahu sudah berapa kali mereka melakukan nya hingga membuatnya tidak berdaya.
🍃🍃🍃
Sean dan Karina masih di restoran yang sama. Kini mereka sedang menikmati kencan pertama mereka. Sebelum Sean pergi meninggalkan Karina.
Hingga Sean menawarkan dirinya untuk mengajak Karina untuk berdansa. Sean bangkit dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya untuk mengajak Karina ke tengah.
"Baby apa kau mau berdansa dengan ku?" Tawar Sean.
Karina tersenyum. Ia mengangguk kepalanya sebagai tanda setuju.
Karina dan Sean mulai melakukan gerakan dansa. dengan di iringi musik romantis yang ada di restoran.
"Ternyata kau pandai berdansa juga baby" bisik Sean.
"Iya, aku harus pandai, terkadang Dady selalu mengajakku ke pesta para koleganya dan mengajakku untuk berdansa" ucap Karina.
Dirasa sudah cukup mereka menyudahi acara dansa. Belum Karina duduk kembali di atas kursi tadi. Sean merogoh kantong celananya dan mengambil kotak kecil.
Sean berlutut di belakang Karina yang hendak kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
"Karina Sander"
Karina berhenti melangkah dan ia membalikkan badannya. Karina sangat speechless di saat Sean berlutut dengan menyodorkan kotak kecil ke arahnya.
"Our relationship has only recently been strained. I just want you, forget the pain, forget the pain of the past, Forget everything and everyone that makes you feel sad. I can't promise to erase bitter memories, but I promise to never be the reason you get hurt again I'm not asking you just to marry me. I ask you to hold my hand as we begin a new chapter in our lives anew Entitled forever entitled Won't you? You merry me.!" Tutur Sean panjang lebar.
(Hubungan kita memang baru saja terjalin tapi.aku hanya ingin kau, melupakan rasa sakit, lupakan rasa sakit dari masa lalu... lupakan segalanya dan semua orang yang membuatmu merasa sedih. Aku tidak bisa berjanji untuk menghapus kenangan pahit, tapi aku berjanji untuk tidak pernah menjadi alasan kau terluka lagi... Aku tidak memintamu hanya untuk menikah denganku. Aku memintamu untuk memegang tanganku saat kita memulai babak baru dalam hidup kita... yang berjudul 'Selamanya'... maukah kamu? You Merry me!!.)
Karina menutup mulutnya tidak percaya apa yang ia lihat. Mata Karina mulai berkaca-kaca ia tidak bisa membendung rasa bahagianya.
Ntah harus bagaimana Karina harus menjawab dengan apa. Karena sekarang Karina tidak bisa berkata apa-apa.
Terlalu lama Sean berlutut hanya menunggu jawaban dari Karina. Namun Karina masih saja diam membeku dengan berlinang air mata nya membasahi pipi nya.
"Baby, apa jawaban mu, apa kau tidak mau menerima ku?" keluh Sean.
"Aku sudah berusaha untuk bersikap romantis membuat suasana malam ini untuk mengajakmu menikah. Tapi kaki ku sudah tidak kuat berlutut. Kau lihat kaki ku sedikit gemetar hanya menunggu jawaban darimu"
Karina sudah terbawa suasana karena keromantisan Sean yang tiba-tiba melamar nya. namun menjadi gagal karena Pria yang berlutut mengadu. jika kaki nya sedikit gemetar karena terlalu lama berlutut.
Karina memicingkan matanya melihat Sean yang bangun yang tadi sedang berlutut.
"Ck, kau ini terlalu lama menjawab nya baby" jawab Sean.
"Aku hanya sedang terbawa suasana saja Sean. Tapi kenapa kau malah mengaconya." Karina tertawa melihat Tingkah Sean yang tidak sabaran.
"Lalu apa jawaban nya, aku sudah tahu kau pasti menolak ku kan?"
"Kata siapa" ketus Karina.
"Cepat pasangkan cincinnya di jari manis ku, sebelum aku berubah pikiran Sean. Ayo cepetan" ujar Karina.
Sean tersenyum mendengar penuturan Karina. Dengan segera Sean meraih cincin yang di genggaman tangannya dan menyematkan cincin ke jati manis milik Karina.
Para pelayan dan beberapa pengunjung yang melihat kejadian tadi hanya tertawa melihat keromantisan mereka yang gagal di ganti tingkat lucu Sean.
Setelah menyematkan cincin berlian ke tangan Karina. Sean menarik punggung Karina dan memeluknya.
"Terimakasih baby" bisik Sean.
"I love you" sambung Sean.
__ADS_1
"I love you to" jawab Karina.
Ayumi
Rey/ Garrett
Nick
Karina Sander
Irina/ Jean
Sean.
Miss Jeremy
__ADS_1
Bonus visual menurut Pandangan Author.