Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab.193


__ADS_3

Semua orang menatap Rey dan Ayumi yang begitu romantis pagi ini. Tn. Dominik merasa senang melihat cucunya mendapatkan cinta yang begitu besar dari Suaminya. Dan juga keluarga nya.


"Sean, Karina kalian berdua kan sudah menjadi suami istri, lihatlah apa kalian tidak iri melihat Ayumi dan Rey yang begitu romantis." Kata ibu Sean.


Karina menoleh ke arah Sean. ia merasa malu apa mereka harus melakukan seperti yang dilakukan Rey dan Ayumi.


"Iya mom," jawab Sean.


Ia mengambil alih piring Karina dan mulai menyuapi Istrinya.


"Ah sayang, buka mulut kamu."pinta Sean.


"Sean, aku bisa makan sendiri, apa kau tidak malu." Bisik Karina.


"Malu??" Kata Sean.


"Untuk apa malu, kita sudah menjadi suami istri honey. Lihatlah Rey dan Ayumi."


Karina terpaksa menerima suapan dari suaminya.


Membuat orang tersenyum. Namun, berbeda dengan Karina ia merasa malu.


"Kalian ingin bulan madu kemana?" Tanya Tn. Dominik.


"Kita belum memikirkan kemana kita akan pergi dad." Kata Sean.

__ADS_1


"Kebetulan Dady baru saja launching resort terbaru di Bali. Datang lah jika kalian belum ada ide ingin pergi kemana." Ucap Dady Andres.


"Dad, anak mu saja belum berkunjung kesan. Kenapa menyuruh orang lain." Rey protes. Membuat semua orang tertawa akan Rey yang protes.


"Kau juga boleh nak, tapi nunggu perut Ayumi kuat dulu."


Dady Andreas memutuskan untuk pensiun menjadi seorang Pilot, padahal Dady Andreas adalah seorang pilot senior yang memiliki segudang prestasi. Demi tidak ingin kehilangan anak angkatnya. Ia rela untuk pensiun yang sudah membesarkan namanya selama ini di dunia penerbangan. Dan ia juga menikahi mami Arum, agar tidak berjauhan. Dady Andreas memutuskan untuk terjun di dunia bisnis seperti Istrinya. Dan mami Arum juga membantu akan kelancaran dan kesuksesan resort yang baru saja di bangun. Dady Andreas tidak ingin menyusahkan Istrinya yang seorang pengusaha.


"Rey, mami sama Dady akan ke Swiss. Kapan kau akan berhenti menjadi pembalap?" Tanya mami Arum.


"Setelah semua kontrak habis mi, Rey akan berhenti dan fokus ke perusahaan.mami tidak perlu khawatir, perusahaan papi biar Rey saja yang handel,. Mami sama Dady pergilah."


"Terimakasih sayang, kau akhirnya mau mengurus perusahaan papi kamu."


"Kalau dia memang sudah terlahir kaya Tom dari masih di perut." Bisik Lukas.


"Aku juga ingin di angkat anak oleh mereka kas."


Tuk.


Lukas memukul Tom dengan sendok makan.


"Kau ngomong apa sih, mana ada yang mau angkat anak seperti mu, yang ada rugi tahu."


"Kas, aku kan anak yang baik hati."

__ADS_1


"Baik, dari mana. Yang ada bikin susah."kata Lukas.


"Ish, kas. Dari tadi kau cerewet sekali."ucap Tom mengalihkan pembicaraan.


"Morning semua, kenapa tidak ada yang membangunkan eyke." Kata Jeremy dengan muka bantal dan masih menggunakan baju tidur bergambar Barbie dan tidak lupa sandal bulunya.


"Astaga, Miss apa kau tidak mencuci wajah mu dulu." Kata Karina. Iya, Jeremy masih menggunakan masker wajah yang masih menempel sempurna di wajahnya.


Jeremy memegang wajah dan ia baru menyadari jika masker wajah nya belum ia hapus.


"Hihihi ... Eyke lupa ye. habis kamarnya bagus banget kaya kamar pengantin. Sayang pangeran eyke tidak ada yang nemenin, " sendu Jeremy.


"Kenapa tidak mengajak Tom saja." Sahut Lukas.


Tom melotot tajam ke arah Lukas.


"Nak, Jeremy lebih baik pergi cuci muka dulu baru makan sarapan nya." Pinta Tn. Dominik


"Iya miss kau sangat menakutkan." Kata Ayumi.


Dengan sedikit kecewa Jeremy kembali ke kamarnya untuk membersihkan badannya.


Sepanjang perjalanan ke kamar banyak yang menatap Jeremy aneh ada juga yang mentertawakan nya.


"Apa ye lihat- lihat baru lihat badut pagi-pagi iya."kata Jeremy dengan gaya gemulai.

__ADS_1


__ADS_2