Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 198


__ADS_3

Beberapa kali Sean dan Karina melakukan olahraga panas hingga pukul tiga pagi mereka baru saja bisa tidur.


Sean terbangun terlebih dulu saat handphone nya berdering. Sean tidak ingin membangunkan Istrinya yang kelelahan akibat ulahnya.


Sean mengecup kening,bibir Karina sebelum turun dari tempat tidur nya.


Cup


"Terimakasih,honey. Semoga dia cepat hadir disini." Ujar Sean. Seraya mengusap perut Karina. Ia memperbaiki posisi selimut tebal yang menutupi tubuh Karina yang masih polos.


Ia tersenyum saat melihat tanda stempel di beberapa tubuh Karina. Rasanya Sean ingin mengulangi lagi dan lagi. Namun, ia sadar jika ia juga tidak ingin membuat Istrinya kelelahan akibat ulahnya sendiri.


Sean mengambil celana Boxer dan ia menggunakan bed robe. Ia keluar dari kamarnya menuju ruang kerja miliknya.


Sebelum masuk kedalam. Sean memerintahkan agar koki untuk membuat kan sarapan dan ia akan makan di kamar.


Sean kembali menelponnya balik kepada seseorang yang menghubunginya.


Karina mengerjapkan matanya dan tangan nya meraba ke samping. Namun, kosong saat Karina mulai membuka matanya. Ia mulai mencari keberadaan Suaminya.


Karina menyibakkan selimutnya dan mulai turun dari tempat tidur nya.


Karina merasakan sakit dan perih di area sensitif. Ia mengadu kesakitan saat untuk berjalan mencari Sean.


"AW .."

__ADS_1


Karina terduduk di lantai kamar nya. dan saat itu juga Sean masuk kedalam kamar nya dengan membawa nampan berisi sarapan mereka berdua.


"Astaga, honey. Kenapa duduk di lantai." Ujar Sean. Ia menaruh nampan tadi di atas sofa yang ada di kamarnya.


"Kau mau kemana?" Imbuh Sean.


"Saat aku membuka mataku, aku tidak melihat mu Sean. Makanya aku ingin mencarimu. Tapi, rasanya sakit dan perih sekali." Lirih Karina seraya menunduk dan menahan rasa sakitnya.


"Dan aku juga ingin ke kamar mandi. Tapi."


Sean tidak mendengar penjelasan Karina. Ia mengendong Karina menuju kamar mandi. Sean mendudukkan Karina di atas closed. Dan ia mengisi bak mandi dan memberikan beberapa tetes aroma terapi untuk menenangkan.


Karina menatap Sean dengan kagum. Sesekali Sean milirik kearah Karina. Ia juga tersenyum melihat Karina yang malu-malu saat di perhatikan oleh Sean.


"Honey, kau masih sakit. Tidak boleh untuk melakukan sendiri. Aku tidak mau kau kenapa-kenapa."


"Sean, jangan liatin aku terus. Aku malu tahu." Karina menyilang kan tangannya untuk menutupi tubuhnya.


"Honey, aku bahkan sudah hafal akan lekuk tubuh mu. Apa kau ingin lagi." Sean mengedipkan matanya. Membuat Karina mendelik tajam ke arah Sean.


"Sean!" Teriak Karina.


Sean tertawa saat melihat Karina malah berteriak.


"Air nya sudah honey. Berendam lah biar rasa sakit nya berkurang." Kata Sean. Ia membantu Karina turun dari closed.

__ADS_1


Sean mengendong Karina lagi dan merendam kan tubuhnya kedalam bak mandi yang sudah terisi dengan air hangat.


"Terimakasih." Ucap Karina. Saat dirinya sudah berada di dalam bak mandi.


"Kau, seperti ini karena ulahku honey. So, sudah seharusnya aku membantumu."


Sean mengecup kening Karina.


Cup


"Mandilah, aku akan mandi di bawah shower saja. Kalau sudah katakan ok."


Karina mengangguk kepalanya.


🍃🍃🍃


"Sayang, kenapa masih belum pergi ke perusahaan?"


"Hari ini aku ingin bersama kalian."jawan Rey.


"Maafkan Dady iya, karena kemarin Dady pulangnya malam. Sebagai gantinya. Hari ini Dady bersama kalian." Ucap Rey mengelus perut Ayumi yang sudah membuncit.


Ayumi tersenyum mendengar Rey akan menemani dirinya seharian ini di dalam apartemen. Dan Rey jugs menyuruh pelayan yang ada di apartemen Rey untuk cuti atau libur bersama selama Rey ada di apartemennya bersama istrinya.


"Terimakasih sayang." Tutur Ayumi.

__ADS_1


__ADS_2