
Setelah Daniel membawa Jessica pergi. Rey memilih ikut pergi. Karena ia sudah berjanji kepada Ayumi jika ia tidak akan lama. Sedangkan Nick mengekor di belakang Rey.
Karina dan Irina sedari tadi membujuk Ayumi untuk makan yang sudah diambilkan oleh Irina. Tapi ibu hamil ini nggan untuk makan.
"Ada apa ini?" Suara bariton mengagetkan keempat orang yang sedang duduk di satu meja yang sama.
"Rey. Ayumi tidak mau makan. Padahal Irina sudah mengambil buah. dan Juga ice cream untuk nya. "
Rey menghela napas panjang. Padahal buah adalah makanan yang Ayumi bisa makan sekarang.
Rey berjongkok di hadapan Ayumi. Ia memegang tangan Ayumi.
"Baby, kenapa tidak dimakan?"
"Sayang, Ayumi takut. Jika nanti ... "
"Baby. Jangan takut dia sudah di bawa ke kantor polisi."
"Lebih baik kita pulang." Ajak Rey. dan Ayumi menganggukan kepalanya.
"Sayang, kau kembali?" Tanya Irian kepada Nick yang ada di belakang Rey.
"Iya, aku sudah kembali. Apa kau tidak merindukan ku?" Tanya Nick. Seraya merentangkan kedua tangannya untuk memeluk kekasihnya.
__ADS_1
Irina tersenyum melihat Nick merentangkan kedua tangannya. Irina menerima pelukan dari Nick.
"Aku kangen kamu." Bisik Irina.
"Aku lebih-lebih kangen sama kamu honey."
"Hei ... Masih ada eyke yang masih jomblo." Ketus Jeremy. Membuat semua orang tertawa.
"Makanya cepat cari biar gak jomblo lagi." Kata Karina.
"Gimana ekye ga jomblo jika calon pacar eyke di ambil adik eyke sendiri. Ye bagaimana. Hufh." Ucap Jeremy seraya melipatkan kedua tangannya kedalam dadanya.
"Kak, dia calon adik ipar kamu, sekarang ..." Irina menegur Jeremy.
Sedangkan Jeremy hanya memanyunkan bibirnya. Membuat semua orang tertawa.
"Iya Rey, aunty takut kenapa- kenapa dengan calon cucu aunty."
🍃🍃🍃
Di dalam Apartemen.
Rey malam ini pulang ke apartemen nya. Setelah tadi Ayumi meminta untuk pulang ke apartemen bukan ke Mansion.
__ADS_1
"Baby, aku buatkan susu hamil untuk kamu." Rey masuk ke dalam kamar. Melihat Ayumi yang sudah tidur. Karena sepanjang perjalanan Ayumi tertidur.
"Ayo diminum dulu, nanti kembali tidur lagi." Kata Rey lagi.
Ayumi membuka matanya. Rey membantu Ayumi untuk duduk. Rey menyodorkan gelas berisi susu hamil.
Ayumi menerima gelas tersebut lalu ia minum hingga tandas. "Terimakasih sayang." Ayumi menyerahkan gelas kosong kepada suaminya.
"Sama-sama sayang. tidurlah!" Titah Rey.
"Hug and kiss." renggek Ayumi.
Rey terkekek. Ia memeluk Ayumi dan menciumnya.
"Tidurlah baby."
"Temani Ayumi."
"Iya honey, aku tidak akan pergi. Tapi sebentar aku mau ambil MacBook dulu." Kata Rey. Ayumi menganggukan kepalanya.
Rey bangkit dari tempat duduknya dan keluar kamar mengambil MacBook miliknya yang ada di ruangan kerjanya. Setelah itu ia kembali lagi ke kamar Ayumi.
Rey duduk di samping Ayumi yang tengah berbaring. Seraya memangku MacBook nya.
__ADS_1
Meski Rey masih menjadi pembalap tapi tugas dia seorang pemimpin perusahaan besar tidak meninggalkan pekerjaan nya. Meski ada Nick sang asisten. tapi dia tidak sepenuhnya menyerahkan kepada asisten nya. Rey benar-benar konsisten. Apa lagi perusahaan Miliknya menjadi perusahaan induk antara Perusahaan Sander dan Azawa milik istrinya.
Menjadi pemimpin perusahaan besar tidak hanya memerintahkan kepada asisten dan anak buahnya saja. Rey juga bertanggung jawab atas kesuksesan perusahaan nya itu. Rey di sebut sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Meski tidak selalu ada di perusahaan dan memilih untuk menjadi pembalap mobil. Di sela-sela kegiatan nya Rey tetap menjalankan perusahaan dari jauh.