
Tn. Dominik sudah duduk di meja makan. Ia menunggu Ayumi, Rey dan Karina untuk sarapan pagi bersama.
Tn. Dominik tersenyum saat melihat Ayumi begitu manja dengan memeluk lengan Rey. Mereka menuju area ruang makan.
Tidak lupa Ayumi dan Rey menyapa Tn. Dominik yang sudah menunggu di meja makan.
"Pagi" sapa Ayumi dan Rey barengan Seraya menunggu Rey yang membantu Ayumi untuk duduk. Dan menyusul Rey ikut duduk si samping Ayumi.
"Pagi sayang" jawab Tn. Dominik.
"Dimana Aunty, Deduska?" Tanya Ayumi karena tidak melihatnya.
"Aunty mu belum turun sayang"
"Iya sudah kita tunggu aunty sebentar"
Namun yang di tunggu belum juga menampakkan dirinya. Padahal sudah menunggu hampir 30 menit. Hingga akhirnya Tn. Dominik memerintahkan kepala pelayan untuk memanggil Karina.
Tidak biasanya Karina bangun terlambat.
Dari semalam Karina tidak bisa tidur dengan nyenyak. Masih mengingat kejadian dimana Sean mengatakan cintanya dan juga akan petuah Irina kepadanya. Karina bisa memejamkan matanya saat pukul 4 pagi waktu Rusia. Padahal dia akan ada meeting pagi. Membuat Karina bangun terlambat.
Berta hendak mengetuk pintu namun bersamaan dengan Karina yang membuka pintu kamar.
"Berta, ada apa? kenapa ada di depan pintu?" Tanya Karina yang sudah terburu-buru.
"Maaf nona muda, sudah di tunggu di meja makan!"
"Terimakasih Berta"
Karina turun ke bawah. Sedangkan Berta masuk ke dalam kamar Karina untuk membersihkan Kamar nya.
__ADS_1
"Pagi semua. Maaf Karina terlambat, semalam habis membuat laporan karena pagi ini ada meeting pagi" seru Karina berbohong.
"Kita makan dulu" ajak Tn Dominik.
"Tidak Dady, Karina sudah terlambat" ucap Karina ia hanya menyesap jus Jeruk sedikit.
"Pagi semua. maaf mengganggu kalian semua" kata seseorang.
Membuat ke empat orang yang sedang duduk di meja makan menoleh ke sumber suara.
"Pagi Sean. Kau sudah sarapan? Ayo kita sarapan bersama dulu"
"Tidak tuan. Sean sudah makan tadi."
Karina tidak mempedulikan kedatangan Sean. Ia bangkit dari tempat duduk nya dan berpamitan.
"Dady, Karina berangkat dulu"
"Tidak Dady, Karina bersama Daniel" tolak Karina.
"Sayang, Sean sudah datang lebih baik di antar Sean"
Karina tidak bisa menolak permintaan Dady nya. Ia menghela napas berat.
"Baik, ayo kita pergi aku sudah terlambat" ajak Karina. Ia jalan duluan meninggalkan Sean.
"Semuanya maaf, Sean harus pergi dulu" pamit Sean sebelum Sean duduk ia harus pergi lagi untuk menyusul Karina.
Karina sudah duduk di mobil Sean. namun, merasa nampak kesal dari raut wajahnya.
"Maaf menunggu lama" ucap Sean saat sudah duduk di balik kemudi mobil.
__ADS_1
"Hmm" jawab dingin Karina. seraya membuka map untuk di pelajari kembali.
Sean menstater mobilnya dan meninggalkan halaman mansion. Di sepanjang perjalanan tidak ada percakapan apapun. Hanya hening yang ada di dalam mobil. Hingga tidak terasa mobil sudah sampai di lobby Kantor.
"Terimakasih" ucap Karina saat hendak membuka pintu mobil namun terlebih dulu tangan Karina di cegah oleh Sean. Seketika Karina menoleh ke samping.
"Kali ini aku mohon! berikan hatimu sepenuhnya untuk ku. Dan lupakan semua masa lalu perlakuan buruk mantan suami kamu. Aku bukan seperti dia jangan pernah membenciku seperti kau membenci mantan suamimu. Aku dan dia berbeda Karin. Coba Lihatlah aku seorang. Coba beri sedikit ruang di hatimu" ucap Sean. dengan tatapan yang mendalam.
Sean sudah mendengar semua tentang masa lalu Karina hingga wanita cantik ini enggan untuk membuka hatinya untuk pria lain.
Jika ini pernyataan cinta Sean yang kedua kalinya. untuk memastikan kepada Karina yang keras kepala.
Sean hanya ingin tahu. apa ucapan Karina kemarin menerima nya karena terpaksa atau memang tulus ingin membuka hatinya untuk Sean? Perasaan yang tidak pernah rasakan kepada wanita manapun. Dan Sean memilih untuk menjomblo. Namun berbeda saat bertemu Karina. Sean kini mengibah untuk di balas perasaan untuknya.
Mereka saling bertatapan cukup lama mengunci tatapan satu sama lain.
Karina menghela napas panjang.
"Sean, sudah aku katakan kemarin bukan! aku menerima mu dan aku akan mencobanya. Lepaskan tanganmu Karena sebentar lagi ada meeting pagi"
"Baiklah, aku akan menjemput mu nanti. Terimakasih kau sudah mau membalas perasaan ku"
Karina menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Sean tersenyum kecil. Ia memberikan kecupan di kening Karina dan mencium bibir nya sekilas.
Meski Karina melotot tajam saat Sean mencuri ciuman nya. Dan langsung membuka pintu mobil dan pergi meninggalkan mobil tanpa menoleh kebelakang.
Sedangkan Sean tersenyum karena, Karina tidak memberontak.
Sean menepuk keningnya nya. Bisa-bisa nya ia lupa menanyakan pulang jm berapa dan belum memiliki nomor Karina.
"Shiittt,"umpat Sean.
__ADS_1