Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 144


__ADS_3

"Baby, maafkan aku jika besok aku harus kembali ke Paris" kata Sean.


Mendengar Sean akan kembali membuat Karina terdiam. Hubungan di antara Sean dan dirinya baru saja di mulai kenapa harus menjalankan LDR .


Karina menghela napas berat. "Aku saja baru akan memulai menerima mu, tapi kenapa kau akan pergi, apa kau hanya mempermainkan ku" sendu Karina. Dengan suara sedikit bergetar. Ia menundukkan wajahnya agar Sean tidak melihatnya menitihkan air matanya.


"Look at my eyes!" Kata Sean menangkup wajah Karina.


Karina memberanikan diri untuk menatap mata Sean. Tatapan mereka saling mengunci. Tidak ada kebohongan di sana. Tapi mata Karina sedikit memerah karena menangis.Sean menghapus air mata Karina.


"Aku memang besok akan pergi. Tapi bukan berarti akan meninggalkan mu. Ragaku memang tidak ada di samping mu. Tapi ingat hati dan perasaan ku ada di sini, ada namamu" tutur Sean seraya memegang dadanya.


"Tapi kenapa harus secepat ini"


Sean tersenyum kecil. Sean tahu jika Karina mulai menerima kehadirannya. Tapi wanitanya ini masih nggan untuk berkata jujur.


"Karena aku akan bertemu kedua orang tuaku. Untuk meminta datang melamarmu baby"


Deg


Ada rasa lega di hati Karina mendengar jika, Sean benar-benar serius ingin menikahinya. Tapi, yang ada di benak Karina. apa Keluarganya akan menerima Karina dengan statusnya sekarang seorang Janda.


"Tapi"


Seakan tahu apa yang ada di pikiran Karina. "Sst, kau tenang saja Baby, mereka pasti menerima mu, kau tak perlu khawatir"


"Sean" ucap Karina lembut.


"Yes baby"


"Apa kedua orang tua mu akan Menerima kekurangan ku? Yang"


"Sudah ku katakan baby, kau tak perlu Khawatir atau cemas tentang mereka,"


"Bukan itu Sean. Jika, aku tidak pernah gagal dalam membina rumah tangga mungkin orang tua mu akan memikirkan dua kali untuk menerimaku menjadi menantunya"


"Astaga baby, aku kira apaan. Mereka sudah tahu baby akan status mu" Sean meyakinkan Karina.


Selama Mengenal Karina dan mulai akan mengejar Karina. Sean sudah bercerita kepada kedua orang tuanya. Tidak ada yang di sembunyikan Sean saat membicarakan tentang Karina meski status Karina seorang Janda tapi dia masih perawan.

__ADS_1


Percakapan mereka terpotong saat Pelayan restoran mengantarkan pesanan mereka.


"Sudah baby, kau tidak perlu cemas, lebih baik kita makan dulu. bukannya kencan harus butuh tenaga" seru Sean. seraya menautkan kedua alisnya.


Membuat Karina mendelik tajam dan memukul Dada Sean.


"Sean, kau "


Hahaha


Membuat Sean tertawa. Sean merasa senang ini kali pertama Karina bersikap manis tidak seperti biasanya dingin dan cuek.


"Ayo kita makan dulu. habis itu kita lanjut lagi"


setelah mereka menghabiskan makanannya.


"Sean, bagaimana jika kau bohong dan tidak akan kembali lagi ke sini?" tanya Karina. Sean terkekeh.


"Baby, kau percayakan kepadaku?" tanya Sean. sedangkan Karina hanya diam. lalu ia menganggukan kepalanya.


"Maka dari itu aku ingin cepat-cepat menikahimu baby, aku juga tidak mau jauh darimu"


"Aku serius baby, lagian juga di sini ada pekerjaan. aku tidak akan lama di Paris, setelah bertemu kedua orang tua ku dan membawa kesini. kita akan segera menikah.


🍃🍃🍃


"Baby, kau sedang apa disini?" Tanya Rey melihat istri kecilnya duduk di kursi ayunan menghadap Kolam.


Seketika Ayumi menoleh ke samping.


"Sayang," seru Ayumi melihat Rey sudah berdiri di samping kursi ayunan.


"Ada apa? Kenapa kau murung. Hemm" tanya Rey. Ia ikut duduk di samping Ayumi. Rey memeluk pinggang Ayumi dan dagunya menyender di bahu Ayumi.


"Apa perlu kita mengajak Deduska juga untuk mengunjungi makam mommy?"


"Good ideal, honey" kata Rey.


"Tapi Ayumi ragu untuk mengajak Deduska. Apa perlu Ayumi bantuan Aunty Karina agar Deduska mau ikut sayang? "

__ADS_1


"Iya, kita tunggu saja aunty dan meminta bantuan sama dia."


"Tapi kenapa aunty belum juga pulang, biasanya jam segini sudah di mansion" tanya Ayumi seraya melirik jam tangan yang melekat pada pergelangan tangannya.


"Sean, mengajak Aunty. Karena Dia akan membicarakan hal serius dengan aunty. Sean akan kembali ke Paris besok"


"Apa?" Pekik Ayumi. "Lalu bagaimana dengan Aunty sayang?" Ayumi menoleh ke belakang.


Rey tersenyum melihat kekhawatiran istri kecilnya.


"Sean hanya ingin meminta ijin kedua orang tuanya untuk datang melamar aunty. Honey"


"Really"


Rey menganggukan kepalanya. "Yah, gak bisa ajak Deduska ke Indonesia dong"


"Lain, waktu kita ajak ok baby" Rey menarik tubuh Ayumi di atas pangkuan nya. Dan menghadap Ayumi ke arah nya.


Ayumi menganggukan kepalanya. Seraya tangan nya memeluk leher Rey.


"Baby, jangan bergerak nanti kau membangunkan sesuatu di bawah sana" bisik Rey.


Tangan Rey sudah masuk ke dalam dress Ayumi ia meraba punggung Ayumi dan ia melepas kait branya.


"Sayang," pekik Ayumi saat merasakan kait bra nya terlepas.


"Sst, diam Baby." Kata Rey. Namun tangan Rey sudah menjalar kemana-mana hingga ke dua buah dada Ayumi.


"Sayang..." Ayumi mendesah karena permainan Rey.


"Hemm" kata Rey ia sedang mencium dada Ayumi.


"Jangan disini, kita masuk ke dalam saja. Ayumi takut.. ahhhh" desah Ayumi saat Rey menggigit.


Rey tersenyum. Ia bangkit dari kursi ayunan namun belum melepaskan Ayumi dari pangkuannya. Ayumi malah di gendong ala koala hingga masuk ke dalam.


Banyak para pelayan namun mereka tidak berani untuk menatap nona mereka. Hingga Rey membawa Ayumi ke atas lantai dua dimana kamar mereka berada.


Para pelayan tersenyum. Karena melihat ke uwuhan nona muda Ayumi dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2