
Ayumi memeluk batu nisan Rey yang baru saja di makamkan. Gadis ini masih belum terima. Jika, Rey yang sudah menjadi suaminya baru beberapa bulan meninggalkan nya.
"Kak Rey sudah janji tidak akan meninggalkan Ayumi" ucap Ayumi.
"Kenapa kak Rey pergi. dimana janji kak Rey yang akan selalu kak Rey ucapkan itu!"
"Setelah kepergian mommy, Dady. lalu sekarang kak Rey, Ayumi nanti sama siapa? kak Rey tega!! kak Rey jahat!!" Ayumi kembali menangis. ia meratapi kesedihan nya.
Nick berdiri tidak jauh dari Ayumi. dia mendengar semua keluh kesah Ayumi di depan makam bos sekaligus sahabatnya itu. Rasanya sedih mendengarnya. ia takut jika istri bosnya tidak sadarkan diri kembali. jadi ia akan selalu menemaninya sesuai janji Rey sebelum pergi. mungkin ini firasat Rey akan meninggalkan istrinya.
Ny. Arum membujuk Ayumi untuk pulang. Namun, Ayumi menolak ia masih ingin bersama suaminya.
Ayumi merasa kehilangan Rey. ia mulai menerima Rey sebagai suaminya dan mulai mencintai dan menyayangi nya. Tapi malah pergi meninggalkan Ayumi sendirian untuk selama-lamanya.
Ny.Arum menitipkan Ayumi kepada Nick untuk menjaganya. Nick mengangguk sebelum Nyonya besar nya itu pulang terlebih dulu.
"Nona, ayo kita pulang ini sudah terlalu lama nona menangis disini" bujuk Nick.
"Mau sampai kapan nona akan seperti ini? meratapi kesedihan orang yang sudah pergi. Tuan Rey tidak mungkin kembali jika nona bersedih seperti ini"
Deg
Perkataan Nick Persis seperti Rey saat ia baru saja di tinggal Dady nya. perkataan Nick ada benar juga seperti Rey dulu.
Ayumi menghapus air matanya. "Kak Rey, Ayumi pulang dulu." Ayumi mengusap batu nisan yang bertuliskan nama Rey suaminya. lalu bangkit dan berdiri.
"Baiklah kak Nick, ayo kita pulang." Ayumi memeluk tangan Nick.
Nick tersenyum melihat Ayumi mau pulang. nick menuntun Ayumi menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari pemakaman.
Namun Ayumi tidak melihat. Jika mama Ria masih di pemakaman, hanya berdiri di pinggir jalan dimana mobilnya di parkir.
"Baru saja di tinggal suaminya, tapi sudah menggandeng pria lain" cibir Mama Ria sinis.
Ayumi berhenti melangkah. dan menoleh ke samping melihat mama tiri nya sedang menatapnya. Gadis ini tidak mempedulikan mama tirinya. ia kembali berjalan menuju mobilnya.
Membuat mama Ria merasa kesal. "Dasar anak sialan" Teriak mama Ria.
Nick membukakan pintu mobil untuk Ayumi dan kembali menghampiri mama Ria. "Nyonya lebih baik anda jaga omongan anda itu" tegas nick.
"Kau siapa, berani menasehati ku" ketus Mama Ria.
__ADS_1
"Anda nanti tahu siapa saya" jelas Nick tersenyum kecut. lalu masuk ke dalam mobil. dan melajukan mobilnya menuju rumah Rey.
🍃🍃🍃
Ayumi meminta agar jangan ada yang menganggu. Dia hanya ingin sendirian dulu untuk menenangkan pikiran. Ny. Arum tidak menyetujui nya. bahkan takut jika Ayumi ambruk tidak sadarkan diri kembali. Namun Ayumi memohon terpaksa mama Arum memberikan ijin.
Ayumi duduk di tepi ranjang nya. mengingat kembali saat ia baru saja datang kerumah ini. begitu hangat perlakuan keluarga ini, terutama Rey begitu sabar menghadapi Ayumi yang dingin dan cuek kepada Rey.
Namun dengan kesabaran nya Ayumi luluh juga. sekarang ia baru menyadari rasanya kehilangan orang yang ia sayangi.
Bagaimana nanti hidup Ayumi, tanpa Rey tanpa orang yang dia sayangi, orang yang selalu mensupport hidupnya.
Ayumi mengambil baju Rey. di peluknya baju itu di cium dan kembali di bawa kedalam dekapannya. hingga di bawa tidur oleh Ayumi.
Ny.Arum masuk kedalam kamar Rey. juga merasa kehilangan putra semata wayangnya. wanita paruh baya ini tidak mungkin bersedih terus, karena ia mengingat Ayumi yang harus ia jaga dan rawat.
Melihat Ayumi meringkuk di atas kasur dengan memeluk baju Rey membuatnya bersedih kembali.
Di usapnya rambut Ayumi, ia tahan air matanya agar tidak pecah dan membangunkan Ayumi. terlihat jelas wajah sembab Ayumi dan nampak sisa air mata yang masih basah membasahi wajah cantik nya yang sedikit pucat karena terlalu menangis.
"Sayang, mami janji akan selalu ada buat kamu,bukan hanya sebagai menantu tapi mami ingin kamu menjadi putri mami" lirih Ny.Arum.
Sudah satu minggu kepergian Rey. Ayumi masih saja tidak mau keluar dari Kamar. makan saja tidak mau membuat Ny. Arum merasa khawatir.
Harusnya hari ini Ayumi libur semester kenaikan kelas dan Rey sudah berjanji untuk mengajaknya berlibur. Namun janji tinggal janji Rey tidak akan pernah kembali di sisinya.
Ayumi membereskan semua baju-baju nya. ia tidak mungkin selamanya tinggal dirumah ini.
Pelayan yang akan menaruh baju yang sudah rapih di laundry ke dalam Walk in closet. Namun terkejut saat melihat nona mudahnya yang hendak pergi.
Dia menjatuhkan baju yang sudah rapi ke lantai. ia tidak peduli jika bajunya berserakan, pelayan tersebut berlari hingga menabrak tubuh kekar Jeff
"Aduh Jeff maaf" keluh pelayan tersebut.
"Kau kenapa lari seperti itu, ada apa?"
"Itu nona muda ingin pergi aku lihat sedang membereskan bajunya kedalam koper"
"Apa"pekik Jeff terkejut.
"Iya Jeff, saya harus memberitahu kan nyonya besar"
__ADS_1
"Nyonya besar ada di ruang makan" Jeff memberitahukan jika mami Arum ada di area ruangan makan.
"Terimakasih Jeff"
Ny.Arum yang sedang sarapan pagi sendirian menghentikan nya. setelah mendengar dari pelayan rumah nya itu dengan segera ia pergi ke kamar Ayumi.
"Sayang, kau mau kemana?" ucap Mami Arum yang baru saja masuk kedalam kamar.
Ayumi menoleh ke samping di lihat nya mami Rey mendekati nya.
"Ayumi tidak mungkin tinggal disini mih. Ayumi sudah menghubungi pengacara Ayumi untuk mencarikan tempat tinggal" Ayumi melanjutkan membersihkan bajunya. Ny.Arum menghentikan tangan Ayumi.
"Jangan pergi sayang, tetaplah tinggal disini bersama mami"
"Tapi mih, kak Rey sudah.."
"Sst,, Ada atau tidak nya Rey dirumah ini. kau harus tetap tinggal disini" tegas mami Arum.
"Tapi" Ayumi menundukkan kepalanya. ia ingin menangis jika harus mengingat Rey terus menerus.
"Bukanya kau yang bilang sendiri jika mami mengingatkan kembali pada momy mu sayang"
Saat pertama kali Ayumi datang ke rumah ini, mami Arum memperlakukan Ayumi dengan hangat mengingatkan kembali pada mommy nya yang ia rindukan selama ini, Ayumi bisa merasakan kembali hangatnya pelukan seorang ibu dari ibu mertuanya itu. Rey menceritakan semua tentang Ayumi saat pertama kali menginjakkan kakinya dirumah ini.
"Ijinkan mami menjadi orang tuamu bukan ibu mertuamu sayang. kau sudah ku anggap mami putri mami"
Deg
Ayumi tidak bisa berkata apa-apa lagi. jika semua yang di ucapkan dulu kepada Rey. jika mami Arum mengingatkan kembali pada mommy nya, merasakan kehangatan pelukan seorang ibu, berbeda ketika ia tinggal dengan mama Ria yang memperlakukan Ayumi seperti orang lain. bahkan selalu di tindas.
"Mami" lirih Ayumi memanggil Ny.Arum.
"Mami" Ayumi mengulangi lagi kata yang sama.
"Iya sayang, ini mami, kau putri mami sekarang" Mami Arum merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Ayumi.
Gadis berdarah Jepang Rusia ini menerima uluran tangan mami Arum dan menghamburkan ke pelukan mami Arum.
Ayumi kembali menangis di pelukan mami Arum membuat baju mami Arum sedikit basah. "Terimakasih mami" lirih Ayumi.
__ADS_1
Ini wajah cantik Akira Mayumi Azawa menurut author.