
Nick dan mami Arum yang melihat dari luar jendela kaca melihat Ayumi berteriak. Kedua orang yang berbeda jenis masuk kedalam melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Sayang ada apa?" Tanya mami Arum.
"Kak Rey mih" kata Ayumi menatap wajah Rey yang sudah sadar.
"Astaga sayang kau sudah sadar, Nick cepat panggil Dokter" pinta mami Arum.
Nick memanggil Dokter kembali namun ia melihat Dokter dan perawat berlari masuk ke ruang Rey.
"Kami mohon untuk semuanya tunggu di luar" kata Dokter yang menangani Rey.
Namun Ayumi tidak bergeming ia masih menggenggam erat tangan Rey.
"Sayang ayo kita keluar dulu, biarkan Dokter memeriksa Rey " kata mami Arum merangkul pinggang Ayumi untuk ikut keluar. Namun gadis cantik ini menolak untuk pergi.
"Tidak mih, Ayumi ingin selalu ada disisi suami Ayumi, tidak ingin berpisah lagi mih", tolak Ayumi. "Kak Rey tidak apa-apa kan mi, dia benar-benar sudah sadar kan mih,. Dia akan baik-baik saja kan" cerocos Ayumi.
"Kita tunggu kabar dari Dokter saja iya sayang" ucap mami Arum ia membelai rambut panjang Ayumi. ia membawa Ayumi keluar dari ruangan Rey.
Namun gadis cantik ini merasa gelisah, karena dokter belum juga keluar dari ruangan Rey.
"Kak, mih kenapa lama sekali Dokternya tidak keluar- keluar" keluh Ayumi.
"Sabar sayang, wajar jika Dokter lama di dalam, jika Rey sudah hampir satu bulan tidak sadarkan diri, mungkin banyak yang harus dokter periksa"
"Ish, tapi ini sudah hampir satu jam lamanya" mendesah kesal.
"Kakak tahu jika kamu sudah merindukan Rey" ledek Nick kepada Ayumi. Membuat Ayumi mendelik, Nick malah terkekeh.
Di dalam Dokter mengecek keseluruhan kesehatan Rey pasca koma dan juga operasi. Seluruh alat yang menempel pada tubuh nya kini sudah dilepas.
Rey hanya diam ia merasakan sesuatu yang asing di sekeliling nya. Membuat kesadaran belum sepenuhnya pulih untuk kembali normal.
"Apa masih ada keluhan yang Tuan rasakan sekarang?" Tanya Dokter.
"Kepalaku sedikit pusing dok" keluh Rey ia memegang kepalanya yang di balut kain kasa berwarna putih.
Perawat yang mendampingi Dokter mencatat semua keluhan Rey. Dokter akan melakukan perawatan intensif pasca operasi. Dokter keluar dari ruangan,. Membuat Ayumi,Nick dan mami Arum bangkit dari tempat duduk mereka.
"Keluarga Pasien" ucap Dokter.
__ADS_1
"Saya ibunya dok dan ini istri putra saya" kata mami Arum.
"Kami akan melakukan beberapa tes seperti MRI "
"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk putra ku" ujar mami Arum.
"Apa kami boleh masuk dok" tanya Ayumi.
"Boleh tapi hanya satu orang saja, habis di beri suntikan obat pereda nyeri dan obat tidur untuk perbanyak istirahat karena pasien masih mengeluh sakit, perawat nanti akan mempersiapkan pasien melakukan MRI"
Semua orang menganggukan kepalanya, sebelum dokter benar-benar pergi.
"Masuk lah, temani Rey" kata mami Arum, untuk Ayumi menjaga putranya.
Ayumi melangkah masuk kedalam setelah mami Arum menyuruh Ayumi untuk menemani Rey di dalam. Ayumi membelai wajah tampan Rey"Terimakasih Sayang, akhirnya kau bangun juga, Ayumi senang melihatnya" bisik Ayumi. Seraya mencium kening Rey.
Cup
Ayumi menghempaskan pantat nya di atas kursi yang sudah di sediakan di samping Hospital bed milik Rey.
Seakan tidak ingin kehilangan Rey. Ayumi menggenggam tangan Rey. Namun rasa lelah Ayumi ia ikut tertidur di samping Rey dengan tangan tetap menggenggam nya.
Perawat sudah selesai menyiapkan untuk Rey melakukan MRI sesuai perintah Dokter.
"Benar-benar pasangan yang sempurna, sudah tampan ceweknya juga cantik" puji Perawat.
"Iya kau benar, kita tahu sendiri jika pasien ini koma hampir satu bulan, tapi setelah gadis ini datang pasien langsung sadar, begitu kuat ikatan cinta mereka" ucap pasien satunya.
"Iya membuat kita iri, padahal kita sudah punya pasangan tapi tidak seperti mereka."
"Sudah kenapa kita malah gosip,"kata teman nya membuat mereka terkekeh.
Namun mendengar bisik- bisikan membuat Ayumi terbangun, ia mengerjapkan matanya. Melihat ada ketiga perawat yang sudah di dalam ruangan Rey.
"Maaf nona kami mengganggu anda tidur, kami hanya ingin membawa pasien untuk melakukan MRI sesuai perintah Dokter"
Ayumi tersenyum," Tidak apa-apa sus, maaf jika saya ketiduran" Ayumi bangkit dari tempat duduknya. Ia mundur karena perawat akan memindahkan Rey ke brankar untuk memudahkan membawa Rey ke Ruangan MRI.
Ayumi menatap Rey yang di bawa kedua perawat tadi, sedangkan ia masih merasa lelah, Nick dan mami Arum menyadari. Mami Arum memutuskan untuk mengantar Ayumi ke Apartemen. Meski Ayumi menolak tapi karena bujukan Nick, Ayumi berhasil pulang bersama mami Arum. Sedangkan Nick menemani Rey malam ini.
Kedua wanita beda usia ini di antar oleh salah satu anak buah Nick. Hanya butuh sepuluh menit mereka sampai.
__ADS_1
Malam ini Ayumi benar-benar merasakan senang karena Rey sudah kembali dari kesadarannya, namun di sisi lain ia sedih tidak bisa menemani Rey.
"Sudah tidak perlu sedih, besok masih bisa bertemu kan, lebih baik sayang istirahat" ujar mami Arum.
"Iya mih, Ayumi akan pergi untuk istirahat, selamat malam mih" kata Ayumi memeluk tubuh mami Arum sebelum masuk kamar nya.
🍃🍃🍃
Rey kembali ke kamarnya, sedangkan Nick tidak menemani Rey. Ia bertanya setelah kedatangan kedua perawat mengantar Rey.
"Sus, bagaimana hasil MRI nya" tanya Nick.
"Hasilnya akan keluar besok, Sekalian Dokter akan menjelaskannya", ia kembali membantu Rey berbaring di atas Hospital bed.
Melihat Rey masih tidur, Nick kembali mengerjakan pekerjaan hingga larut malam.
Rey terbangun dari tidurnya. Ia merasa tenggorokan nya kering, Rey duduk untuk meraih gelas yang ada di sampingnya, ia tidak mau menganggu Nick yang tampak sedang sibuk dengan laptop di pangkuan.
Dengan tangan yang sedikit lemas membuat Rey kesusahan memegang gelas hingga membuat gelas yang belum terisi air terjatuh ke lantai. Membuat Nick yang sedang sibuk merasa terkejut mendengar benda jatuh.
Pyar
"Astaga Rey, kenapa kau tidak memanggilku" ucap Nick memindahkan laptopnya di sisi kursi dan ia bangkit melangkah ke arah Rey.
"Maaf, aku tidak ingin merepotkan mu, jadi terpaksa ambil sendiri" lirih Rey.
Nick mengambil gelas yang baru dan ia isi air putih kedalam gelas lalu ia membantu Rey untuk minum.
Nick menaruh gelas berisi air di atas meja sebelah Rey.
"Aku akan memanggil OB untuk membereskan kekacauan ini" kata Nick. Ia pergi meninggalkan Rey.
Tidak lama Nick masuk lagi bersama OB yang ia panggil tadi.
"Kenapa kau masih sibuk di depan laptop Nick, ini bahkan sudah larut malam" ucap Rey saat melihat OB sudah pergi dan Nick kembali dengan laptopnya.
"Pekerjaan ku sudah selesai, aku hanya sedang mencari kado untuk Ayumi bukanya dalam dua hari lagi ini ia akan sweet seventeen dan juga wisuda" kata Nick.
"Ayumi" Rey mengerutkan keningnya.
"Jangan bilang kau tidak ingat Ayumi istrimu" Nick menatap Rey.
__ADS_1
to be continued....
Jangan lupa dukungan dari raider semuanya, dengan memberikan like, komentar dan juga Hadiah. Author akan doubel Up atau crazy up. Terimakasih lope lope sekebon Jagung😀😀😘😘