
Setelah berdebat dengan Rey Nick memutuskan untuk pergi menyusul Ayumi, Nick tahu betul akan perasaan Ayumi, ia pasti tertekan sekali di perlakukan seperti itu oleh suami sendiri. Apa lagi Mengenal Ayumi hampir empat tahun lamanya di sisi Ayumi membuat Nick tahu watak Ayumi,
"Kenapa jadi seperti ini Rey, aku kira kau akan menyambut Ayumi dengan pelukan hangat tapi kenapa malah mengusirnya, aahhh bagaimana jika Tn. Dominik tahu" gumam Nick.
Nick baru saja tiba di Moskow ia akan langsung menemui Tn. Dominik untuk menjelaskan semua kejadian antara Rey dengan Ayumi.
Karena Ayumi tanggung jawab Nick sesuai permintaan Rey dulu. Dan Nick juga sudah menganggap Ayumi adiknya.
"Aku akan menerima kemarahan Tn. Dominik jika ia marah, karena dia tanggung jawab ku" lirih Nick. Ia menguatkan dirinya untuk bertemu Tn. Dominik sebelum turun dari mobilnya.
"Tn. Nick anda datang, Tn Besar dan Ny. Karina sudah menunggu di dalam" ucap salah satu pelayan Tn. Dominik yang bernama Berta.
Deg
Mereka sudah mengetahui kedatangan ku, kenapa aku menjadi gugup seperti ini, seakan menemui calon mertua saja, ini semua gara-gara Rey.
Batin Nick menolog.
Nick masuk kedalam, ia menuju ruangan yang di maksud Berta tadi.
"Kau sudah datang duduk lah", ucap Tn. Dominik dingin.
Nick duduk di hadapan mereka. "Maaf, aku tidak bisa melindungi Ayumi saat Rey"
"Kami sudah tahu" sahut Karina tidak kalah dingin.
"Apa Ayumi yang bercerita?" Tanya Nick.
"Ayumi bahkan tidak pulang kesini, kau tahu jika orang kepercayaan kami ada dimana-mana"
"Iya Nona", jawab Nick.
"Kami tidak terima jika cucu kesayangan Keluarga Sander di perlakukan seperti itu apalagi di usir meski dia suaminya, bagaimana perasaan Ayumi" ujar Karina.
"Kau bahkan tidak membantu nya" katanya lagi. Karina bangkit dari tempat duduknya.
"Ayo Nick kita pergi" ajak Karina kepada Nick. Membuat Nick merasa binggung, karena ia sedang di introgasi tapi malah mengajak nya pergi.
"Kemana Nona, bukannya" ucap Nick terpotong.
"Nick" tegas Karina.
🍃🍃🍃
Ayumi yang sedang di temani Daniel setelah ia mendarat di bandara. Ia tidak ingin pulang ke apartemennya atau ke Mansion Keluarga nya.
"Nona kita akan kemana" tanya Daniel.
__ADS_1
"Ntah lah kak, Ayumi binggung sedang tidak ingin pulang, jawab Ayumi dengan pandangan matanya ke luar kaca jendela.
Daniel tahu harus membawa nona mudahnya kemana. Ia membawa Ayumi ke restoran milik istrinya, mungkin dengan bertemu Suri putri nya Ayumi akan senang.
Ayumi tidak menyadari jika mobil melaju ke arah Restoran.
Daniel membukakan pintu mobil untuk Ayumi.
"Nona kita sudah sampai" ucap Daniel.
"Eh iya kak, ini bukannya di restoran milik istri kakak?" tanya Ayumi yang masih sedikit linglung.
"Iya nona, saya tidak tahu nona ingin kemana, saya bawa nona kesini, maaf" Daniel menundukkan kepalanya.
Dari arah pintu nampak gadis cantik keluar berlari- lari menghampiri Ayumi dan Daniel.
"Kakak cantik" teriak Suri.
Ayumi langsung tersenyum saat melihat kedatangan Suri.
"Hay, jangan lari nanti jatuh" seru Ayumi. Dan benar saja jika Suri terjatuh dan ia menangis.
Ayumi membantu Suri untuk bangun, "sini biar kakak obati luka nya, sudah jangan menangis iya"
Mendengar Suri menangis Isabella keluar dari dalam dan melihat putrinya yang sedang di gendong Ayumi. "Sayang kenapa menangis?" tanya Isabella.
"Maaf mama Suli tidak mendengal kakak cantik, jadi jatuh"
Daniel menghampiri mereka setelah mengambil kotak obat untuk mengobati lukanya.
Karena kaki Suri terluka, Ayumi tidak jadi mengajak Suri bermain. Ia memutuskan untuk pulang ke Mansion.
"Kak kita pulang ke mansion saja"
Namun setelah sampai di mansion tidak ada Karina atau Deduska membuat Ayumi kembali murung. Ia langsung masuk ke kamar, Ayumi menangis ketika kembali mengingat perlakuan Rey.
"Apa Ayumi tidak pantas untuk bahagia kenapa semua pergi, Dady, mommy hick hick"
Karena terlalu lama menangis membuat Ayumi tertidur.
Pukul sembilan malam Karina dan Tn. Dominik baru pulang, Berta memberitahu kan jika Ayumi ada di mansion.
"Tuan, nona" ucap Berta.
"Iya Berta, ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?"
"Itu nona Ayumi ada di kamarnya, tapi belum keluar dari tadi "
__ADS_1
"Iya sudah biarkan saja" kata Karina.
Karina dan Tn. Dominik saling menatap. "Dady, Ayumi pulang"
"Iya sayang, Daniel sudah memberi tahu Dady tadi"
Karina nampak tersenyum senang, ia mengambil handphone dan menghubungi Seseorang.
Ia memberi kode kepada Tn. Dominik jika ia masuk kamar. "Dady Karina masuk kekamar dulu" lirih Karina.
"Iya sayang"
Pukul sebelas malam, seseorang datang ke mansion Sander dengan cara mengendap-endap. Ia merasa aman untuk bisa masuk karena waktu nya para penjaga untuk bergantian bertugas.
"Huft, untung pergantian shift" Nick mengelus dadanya. Seraya menoleh ke penjuru arah takut ada orang yang melihat.
Nick berhasil masuk kedalam dan menaiki lantai dua.
Karina yang akan memberikan kejutan kepada Ayumi ia sudah bangun dan akan membangunkan Dady nya.
Dengan sangat pelan ia menutup pintu kamar, karena kamar Ayumi ada di samping kamar Karina. Namun saat akan membalikkan badannya, seseorang yang datang mengendap-endap mengejutkannya Karina, membuat Karina berteriak.
"Ahh" teriak Karina. Dengan cepat Nick membekam mulut Karina dan menghimpit tubuh Karina ke tembok, Membuat Karina memberontak untuk bisa lepas dari himpitan tubuh kekar Nick.
"Nona, ini Nick " bisik Nick kepada Karina.Nick membuka menutup wajahnya.
"Nick kau membuatku jantungan, kenapa kau harus memakai penutup segala, seperti perampok saja, kau kan bisa masuk tanpa berpenampilan seperti ini" mendelik kesal.
"Maaf " kata yang di ucapkan Nick yang belum melepaskan himpitan nya. Karina dan Nick saling pandang karena jarak mereka hanya beberapa inci saja, membuat jantung Karina berdeduk kencang. Ia bisa merasakan hembusan napas Nick yang beraroma mint.
Merasa ada yang berteriak Tn. Dominik mencari sumber suara, ia kebetulan sudah bangun dan akan ke kamar putrinya.
"Kalian sedang apa" suara bariton mengejutkan mereka berdua. Nick melepaskan himpitan Karina, Nick merasa salah tingkah.
"Tu-an" kata Nick.
"Ini dad, Nick masuk kedalam seperti perampok saja, jadi Karina berteriak"
Tn. Dominik menatap Nick dengan serius ia bisa melihat Nick dengan penampilan seperti Perampok.
"Kau ada-ada saja Nick, beruntung tidak ketahuan para penjaga jika itu terjadi kau akan habis"
Membuat Nick bergedik ngeri.
"Sudah-sudah jangan berisik, nanti biar Karina ambil kue tart nya dulu" kata Karina, ia turun ke lantai dasar menuju dapur. Tidak lama ia kembali ke atas.
"Tidak di kunci" tutur Nick saat membuka pintu kamar Ayumi.
__ADS_1
to be continued
Terimakasih yang sudah memberikan dukungan untuk novel ini dan juga untuk yang tidak suka terimakasih sudah mampir ke novel author, jangan lupa selalu berikan dukungan dengan like komen, dan hadiah vote nya juga 🤗🥰😘