Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 143


__ADS_3

Karina masuk dengan sedikit berlari kecil karena sudah merasa terlambat sekali. Dan benar saja sampai di area ruangan meeting. Semua wakil divisi sudah memenuhi ruangan.


Karina menghela napas panjang sebelum menyapa mereka. Dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


"Selamat pagi semua. Maaf sedikit terlambat" ucap Karina menghangat.


Meski Karina terlambat tapi tidak merusak jalannya meeting pagi ini.


Beruntung ada sang asisten yang bisa menghandel semua nya.


Jika bukan Karena semalam aku memikirkan nya mungkin tidak akan terlambat seperti ini. Baiklah akan ku coba membuka hatiku untuk nya.


Batin Karina.


Rey dan Ayumi masih duduk bersama Tn. Dominik di halaman belakang mansion.


"Deduska" ucap Rey membuka percakapan mereka.


"Iya nak,"


"Rey akan mengajak Ayumi pulang ke Indonesia."


Tn. Dominik sedikit menghela napas. "Kapan kalian berangkat"


"Besok, karena mami juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan" kata Rey.


"Iya Deduska, Ayumi ingin ke makam mommy" sendu Ayumi.seraya menundukkan kepalanya. Karena semenjak Ayumi di Moskow tidak pernah pulang ke Indonesia.


Rey memeluk pinggang Ayumi. Dan satu tangan menggenggam tangan Ayumi. Rey tahu jika Ayumi merindukan kedua orang tuanya.


Ada rasa bersalah Tn. Dominik. Semenjak putrinya meninggal ia juga belum mengunjungi makam putrinya hingga cucu kesayangan tumbuh menjadi wanita yang mandiri.


"Apa boleh Deduska" lirih Ayumi.


"Tentu saja boleh sayang, Deduska tidak pernah melarang mu. dan kau juga sudah boleh memimpin perusahaan Dady mu di Indonesia" kata Tn. Dominik ia sedikit menahan untuk tidak bersedih.


"Maaf kan Deduska sayang, karena belum pernah mengunjungi mommy mu di sana" keluh Tn. Dominik.


Bukan Tn. Dominik tidak mau untuk datang. Tapi, dia belum mengikhlaskan kepergian putrinya.


Ayumi tahu dari Aunty Karina jika Tn. Dominik terkadang menangis merindukan putrinya di dalam kamar. Tapi seolah pria paruh baya itu baik-baik Saja.


"Tidak apa-apa Deduska, Ayumi tahu jika, Deduska"

__ADS_1


Namun tiba-tiba handphone Rey berdering menandakan jika ada panggilan masuk.


"Baby, bentar Sean menghubungiku" bisik Rey. Ayumi menganggukan kepalanya. Rey bangkit dari tempat duduknya dan sedikit menjauh.


"Iya Sean"


"Rey, apa kau bisa membantuku" tanya Sean.


Rey mengerutkan keningnya karena tidak biasanya ia minta bantuan Rey.


"Katakan ada apa kau menghubungiku, bukannya kau sedang bersama Aunty Karina?"


"Hmm.. Rey, boleh aku meminta nomor telepon Karina" kata Sean to the poin.


Sejenak Rey diam. "Hello Rey apa kau masih di situ?" Tanya Sean.


Seketika Rey tertawa renyah mendengar permintaan Sean.


"Rey kau tidak apa-apa? Kenapa kau tertawa?" Tanya Sean merasa binggung.


"Aku tidak apa-apa, bukan nya kau baru saja bersama Aunty Karina? Kenapa kau tidak memintanya?"


"Sialan kau Rey, jika, Aku tidak mungkin meminta sama kamu, jika sudah meminta sama Karina sendiri" Sean mencebik.


"Iya Rey."


"Apa kau serius menjalin hubungan dengan Aunty Karina?"


"Aku serius Rey, ingin menikah dengan nya. Mungkin aku besok mau pulang ke Paris untuk memberitahu kan kedua orangtuaku untuk melamar Karina" tutur Sean.


"Jadi kau akan menjadi om ku Sean" kata Rey terkekek.


"Ahh sialan kau Rey" seru Sean. "Tapi iya juga aku nanti bakalan menjadi Om kamu dan Ayumi" seketika Sean Tertawa.


Rey hanya mengelengkan kepalanya. "Baiklah nanti aku kirim nomor aunty Karina kepada mu"


"Terimakasih Rey,kau calon keponakan ku yang baik"


🍃🍃🍃


Setelah seharian Karina membereskan pekerjaan dan bersiap untuk pulang. Tapi dia merasa deg degan hingga ia bolak balik ke dalam kamar mandi.


Karina melihat dirinya di hadapan cermin.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus berdandan sedikit" gumam Karina.


"Ahh kenapa dengan aku sekarang, tidak biasanya aku seperti ini, apa aku sudah mulai menerima dia, tapi kenapa aku gugup sekali" sambung Karina lagi. Yang masih berbicara sendiri di depan cermin. Setelah selesai memoles sedikit wajahnya agar terlihat fresh.


Tidak lama handphone Karina berdering. Dengan cepat Karina menuju meja kerjanya dan melihat handphone ia tersenyum melihat Sean menghubunginya.


Setelah Sean meminta kepada Rey, tidak lama Sean menghubungi Karina tapi tidak Karina angkat. Hingga akhirnya Sean memutuskan untuk mengirim pesan singkat jika, Karina harus mengangkat telepon nya.


"Hallo" sapa Karina dengan suara lembutnya.


"Aku sudah di depan lobby" kata Sean.


"Baiklah, tunggu sebentar, aku akan turun" jawab Karina.


Tidak butuh lama Karina mengambil tas nya dan keluar dari ruangan menuju lobby perusahaan.


Sean tersenyum saat melihat kekasihnya yang baru saja keluar dari lift menuju dirinya.


"Maaf kau pasti sudah menunggu lama" ucap Karina.


"Tidak baby," kata Sean ia membukakan pintu mobil untuk Karina.


Karina tersenyum saat mendapat perhatian kecil dari Sean.


"Terimakasih Sean"


"Sama-sama baby"


Setelah masuk ke dalam mobil, Sean meninggalkan halaman perusahaan.


"Baby, ada yang aku ingin katakan padamu" kata Sean di sela-sela perjalanan pulang.


"Katakan Sean, kau ingin mengatakan apa?"


"Lebih baik kita cari tempat dulu"


Sean mencari restoran yang tidak terlalu jauh dari perusahaan.


Kini mereka sudah duduk di meja.


Sean memegang tangan Karina membuat Karina mengerutkan keningnya.


"Baby, maafkan aku. jika besok aku harus kembali ke Paris" kata Sean.

__ADS_1


Mendengar Sean akan kembali membuat Karina terdiam. Hubungan di antara sean dan dirinya baru saja di mulai kenapa harus menjalankan LDR .


__ADS_2