
Kamu kenapa beberapa hari ini gelisah" tanya seseorang kepada temannya.
"Aku tidak apa-apa" bohong.
"Jangan bohong, kau sedang menutupi sesuatu dari ku kan, cepat katakan" ia mencecar dan mencengkram dagu temannya.
Ia merasa ketakutan saat temannya mencengkera kuat dagunya. "Saat di Amerika kemarin, beberapa kali aku sering melihat Nick di Apartemen" ia berusaha untuk terlepas dari cengkraman temannya.
"Lalu" kata nya ia melepaskan cengkraman nya. dan mengambil sebatang rokok dan membakarnya.
"Dan... Dan... tidak sengaja aku menabrak Rey di lobby apartemen"
Mendengar nama Rey ia menjatuhkan pemantik api. "Kau jangan bercanda, kau sendirikan yang sudah menyingkirkan dia, bagaimana bisa ia masih hidup, kau benar-benar memastikan jika sialan itu sudah mati kan ", bentak nya.
"Aku sudah memastikan nya tapi bagaimana jika ia masih hidup" tanya nya. "Aku tidak mau tahu, dia tidak boleh kembali dan merebut posisi ku saat ini yang aku cita-citakan menjadi juara pemenang tetap, sia-sia saja jika aku menyingkirkan dia tapi dia kembali" hardik Rival Rey.
"Sialan!! Jangan sampai dia kembali" Gumam nya dan ia pergi dari temannya itu dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca.
🍃🍃🍃
Garrett menghubungi Ayumi namun tidak kunjung angkat sudah beberapa kali pria ini mencoba namun tetap saja tidak di angkat.
Dia memutuskan untuk menghubungi Nick, ia takut terjadi sesuatu pada nya.
"Hallo" ucap Nick.
"Nick, aku menghubungi Ayumi tapi tidak kunjung ia angkat apa terjadi sesuatu pada nya" tanya Garrett.
"Ck, segitunya kau khawatir pada Ayumi hanya tidak dia angkat, Ayumi masih ada kelas maka ia tidak angkat, hari ini ia sudah mulai masuk"
Garrett menghela napas panjang. "Syukurlah jika tidak terjadi sesuatu, aku sudah merasa khawatir," keluh Garrett. Membuat Nick terkekek. "Tunggu lah Setengah jam lagi dia pulang, aku titip Ayumi pada Jessica" kata Nick.
"Baiklah, akan aku hubungi lagi jika sudah di rumah" kata Garrett ia memutuskan sambungan telepon. Ia tidak mungkin menghubungi Ayumi saat Ayumi sedang bersama Jessica.
Nick berdecak geli mendengar Garrett begitu khawatir kepada Ayumi.
"Bagaimana nasib kamu Garrett jika ternyata Rey masih hidup" gumam Nick menatap layar handphone yang baru saja selesai di hubungi oleh Garrett.
"Ayo lah Ayumi ceritakan kepada ku apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kau bisa kecelakaan seperti ini" desak Jessica. Ayumi hanya diam ia tidak ingin Jessica tahu saat melihat Garrett seperti melihat Rey. dan nanti akan tahu jika Ayumi sudah bertunangan dengan pria incaran Jessica.
"Kau tahu Ayumi, saat kau tidak ada kabar sama sekali, separuh hidupku hilang, Jessi tidak semangat untuk pergi kuliah" keluh Jessica.
"Apa kau tidak kasihan dengan sahabatmu yang malang ini" pura-pura sedih. "Dady sama kak Willi saja tidak bisa menemukan keberadaan mu, sungguh keluarga Sander menyembunyikan mu kemana salama ini hingga Dady tidak bisa melacaknya.
Ayumi masih diam ia tetap tidak ingin menceritakan semuanya.
"Sudah lah Jess, kau membuat bidadariku bersedih, mungkin tidak ingin menceritakan kecelakaan itu yang membuat Ayumi trauma" Danilo membela Ayumi yang melihat Jessica selalu bertanya kepada Ayumi.
"Yang terpenting bidadariku sudah kembali dan bisa berkumpul lagi bareng kita, gue akan selalu mendukungmu untuk sembuh, semangat bidadariku," ucap Danilo memegang tangan Ayumi,
__ADS_1
Namun Ayumi menepisnya karena ia tidak ingin Danilo menyentuhnya.
"Maaf Ayumi, Jessi sudah membuat mu bersedih" ucap Jessica memeluk tubuh Ayumi.
"Jessi akan menjadi kaki kamu sekarang kemana pun kau inginkan" ucap Jessica.
Ayumi tersenyum ternyata kedua sahabatnya sangat mempedulikan dirinya. "Terimakasih buat kalian, sungguh membuat Ayumi terharu, kalian sahabat terbaik Ayumi" Ayumi merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Jessica. Dan Danilo mengikuti memeluk Ayumi.
"Lho jangan ikut-ikutan meluk dong" ketus Jessica yang mendorong tubuh Danilo untuk menjauh.
"Hey.. Jess! Ayumi saja merentangkan tangannya masa gue tidak membalasnya" ucap Danilo tidak terima. "Sudah-sudah, kali ini Ayumi memberikan ijin untuk kamu Danilo",
Di beri aba-aba oleh Ayumi dengan senang hati Danilo ikut memeluk kedua sahabatnya.
"Sebentar Ayumi hubungi kak Nick dulu, untuk menjemput sekarang" ucap Ayumi. Ia mengambil handphone di dalam tas.
Ayumi terkejut melihat panggilan tidak terjawab banyak sekali dari Garrett. Ia Tersenyum.
"Kau kenapa Ayumi kenapa senyum- senyum sendiri" Jessica merasa curiga kepada sahabatnya.
Dengan segera Ayumi menyembunyikan handphone nya "Tidak Jess, ini aunty Karina" bohong Ayumi.
Ayumi menelpon Nick karena ia ingin cepat- cepat menghubungi Garrett kembali.
"Hallo kak, dimana? Ayumi sudah selesai"
"Wait!!.. kakak akan ke situ" seru Nick mengakhiri sambungan telepon nya.
"Iya kita tunggu di parkiran saja"
Sepanjang jalan menuju parkiran Jessica tidak henti-hentinya berceloteh, Ayumi hanya mendengar saja, hanya Danilo yang menyahutnya.
"Nah itu dia kak Nick sudah datang," ucap Jessica, saat melihat Nick melangkah mendekati dirinya.
"Lapor kak, Jessi sudah menjaga Ayumi dengan sangat baik hari ini" seru Jessica kepada Nick. Membuat Nick terkekek. "Terimakasih nona Jessica, sudah membantu Ayumi hari ini" jawab Nick seraya melirik tajam ke arah Danilo. Sedangkan yang di lirik tidak mempedulikannya Danilo bersikap cuek seperti biasanya.
"Jes, Danilo, Ayumi pulang dulu" pamit Ayumi kepada kedua sahabatnya. " Iya hati-hati sampai bertemu besok pagi disini" Jessica tersenyum. Dan ia melambaikan tangannya kepada Ayumi.
"Garrett menghubungi Kakak, katanya kau susah sekali di hubungi" kata Nick, kini mereka sudah berada di dalam mobil.
Ayumi baru ingat jika Garrett menghubunginya. Ayumi menepuk keningnya.
"Untung kakak ingetin, Ayumi tidak tahu saat masih didalam kelas dan ingin menghubungi balik tapi masih sama Jessica"
Ayumi mengeluarkan Handphone nya dan menghubungi seseorang. Saat dering kedua ia langsung mengangkatnya.
"Hai baby, bagaimana hari pertama masuk kuliah lagi" tanya Garret.
Ayumi menceritakan semua kegiatan hari ini di kampus, terutama menceritakan Jessica yang selalu mencari keberadaan. Garrett merasa senang karena Ayumi kembali ceria, terakhir mereka bertemu.
__ADS_1
Di sela-sela obrolan mereka Ayumi mendengar seseorang berbicara dengan Garrett. Membuat Ayumi menghentikan percakapan nya.
"Kapten ini pesanan anda" ucap seseorang wanita.
"Thanks emili", seru Garrett.
"Hallo sayang, kau masih di situ" ucap Garrett saat tidak mendengar suara Ayumi kembali.
Ayumi nampak berkaca-kaca. Yang Ayumi pikirkan sekarang tunangannya sedang bersama seorang wanita di belakangnya. tanpa Ayumi bertanya terlebih dulu membuat Ayumi merasa Garrett telah berselingkuh.
"Maaf kak, sepertinya Ayumi menganggu kakak" jawab Ayumi. "Ayumi tutup dulu teleponnya, sepertinya bukan waktu yang pas untuk menghubungi kakak" Ayumi menahan tangisnya agar Garrett tidak mendengarnya.
"No Honey, jangan ditutup dulu" ucap Garrett namun Ayumi sudah mematikan sambungan teleponnya. Garrett merasa jika Ayumi salah paham sehingga ia memutuskan sambungan telepon begitu saja.
Garrett mengusap wajahnya dengan kasar. ia tahu pasti Ayumi marah dan bersedih.
Ayumi menangis dalam diam karena ia tidak ingin Nick tahu, tapi salah jika Nick memperlihatikan Ayumi saat sedang menelpon tadi.
Di dalam hatinya Nick mengumpat Garrett. Biasa-biasa ia membuat Ayumi menangis. Namun Nick tidak bisa menyalahkan sepihak jika belum tahu kesalan apa yang membuat Ayumi bersedih
Nick menyerahkan selembar tisu ke arah Ayumi dan Ayumi menerimanya.
Garrett menghubungi Ayumi balik tapi Ayumi abaikan.
Apa sesakit ini jika mendengar pasangan kita sedang bersama wanita lain.
Batin Ayumi.
"Ayumi angkat dulu teleponnya, dengar kan alasan dia dulu" ucap Nick.
Beberapa kali Garrett menghubungi nya. Namun tak kunjung Ayumi angkat.
"Oh My God baby please" gumam Garrett. Ia nampak frustasi dan gelisah.
"Kapten kau nampak gelisah sekali, kau menghubungi siapa" tanya emili. Ia memperhatikan Garrett dari tadi hanya mondar mandir.
"My wife," tegas Garrett ia tidak suka jika ada seseorang yang ikut campur urusan orang. Ia pergi dari hadapan teman-temannya. Karena Garrett sedang mengadakan pesta sesama pilot dan para pramugari.
Ayumi memutuskan untuk mengangkat Vidio call dengan Garret. Ia merasa lega karena Ayumi akhirnya mengangkat nya.
Nampak terlihat Garrett berada di suatu tempat yang ramai. Ayumi hanya diam saja.
"Baby kau menangis" tanya Garrett. Karena nampak mata Ayumi sedikit sembam. Ayumi menggeleng. "Kau pasti salah paham dengan suara wanita tadi, dia teman-teman ku, kita sedang party baby, jika sedang berkumpul seperti ini" Garrett mengarahkan kamera nya ke semua teman Garrett. Dan ia memperkenalkan kepada teman- temannya.
"Hai. She's my wife" Garrett memperkenalkan Ayumi didepan temannya jika Ayumi adalah Istrinya. Nampak semua teman-temannya melambaikan tangannya ke arah Ayumi.
"Kapten, Your wife is very prettyl " sahut salah satu temannya.
Garrett tersenyum atas pujian teman nya. Dan ia menjauh dari teman-teman karena ia lebih suka bersama Ayumi dari pada ikut bergabung.
__ADS_1
Nick hanya menjadi pendengar saja. Ternyata hanya salah paham saja di antara mereka. Membuat Nick merasa geli.