
Karina tersenyum saat melihat suaminya datang. Ia bangkit dan berjalan menuju suaminya. Dan memeluk Sean. Tidak lupa ia memberikan kecupan mesra.
"Baby, bagaimana keadaan Ayumi?" Tanya Sean. Seraya memeluk pinggang Istrinya.
Karina hanya mengangkat bahunya saja. "Kita masih menunggu dari tadi." Jawab Karina.
"Semoga Ayumi baik-baik saja dan juga calon baby twins." Ujar Sean.
Sedangkan Karina hanya mengaminkan saja. Karina melirik ke arah Sean. Untuk mendekati Rey yang masih mondar-mandir menunggu dokter keluar.
"Bro, tenang kan dirimu, Ayumi pasti baik-baik saja di dalam." Sean menepuk pundak Rey. Sedangkan Rey hanya menoleh.
"Ini salah ku, jika, wanita ****** itu tidak datang dan hendak melukai Ayumi, ini tidak akan terjadi."
Rey nampak frustasi dan Sean mengajak Rey untuk duduk. Ia bercerita panjang lebar kepada Sean apa yang sudah terjadi.
"Astaga Rey, jelas Ayumi marah dan pergi. mendengar dan melihat kau di peluk seperti itu."
Rey bangkit saat melihat Dokter keluar dari UGD.
"Dokter, bagaimana istri saya?" Tanya Rey.
__ADS_1
"Tuan Xavier, beruntung istri anda segera di bawa kerumah sakit. Mereka tidak apa-apa hanya kram. sebentar lagi istri anda akan di pindahkan ke ruangan. Saya mohon untuk tidak membuat nya stres berlebihan karena itu akan membahayakan calon anak-anaknya anda." Dokter Obygu menjelaskan kepada Rey.
Rey menganggukan kepalanya mengerti. "Baik dok, terimakasih." Ucap Rey.
"Bagaimana Rey? Apa kata Dokter?" Tanya Karina.
"Ayumi baik-baik saja aunty, hanya kram. dia hanya butuh istirahat."
"Ayo lebih baik keruangan Ayumi saja. Aku lihat Ayumi sudah di bawa ke ruangan nya." ajak Sean.
Kabar masuknya Ayumi kerumah sakit terdengar hingga ke telinga Tn. Dominik setelah anak buah nya melaporkan kepada Tn. Dominik apa yang telah terjadi. Ia sempat murka mendengar cucu kesayangan nya masuk kerumah sakit.
"Daniel segera siapkan penerbangan ke Paris sekarang juga!" Pinta Tn. Dominik kepada Daniel.
🍃🍃🍃
Rey duduk di samping berangkas Ayumi. Ia memegang tangan Ayumi. Seraya menatap wajah cantik Ayumi.
"Maafkan aku baby, maaf kan Dady sayang." gumam Rey meminta maaf kepada istrinya dan juga calon anak-anaknya.
Sedangkan Sean dan Karina duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Ia menatap Rey yang begitu sedih melihat Ayumi yang masih belum sadarkan diri. Dengan tangan yang di infus.
__ADS_1
Sean mendengar isak tangis Karina yang ada di samping nya.
"Honey, kenapa kau menangis?" Tanya Sea.
"Apa jika aku hamil, kau akan selalu ada di samping ku Sean?"
"Kau ngomong apa Honey. Jelas aku akan selalu ada untuk mu, dan tidak akan pernah menyakitimu.apa kau lupa dengan janji ku di depan Dady mu?" Ucap Sean. Ia menangkup wajah cantik Karina dan menatap mata yang begitu sendu.
"Jangan pernah tinggalkan aku"
Sean tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Aku janji baby, percaya lah padaku."
Bugh
Pintu ruangan Ayumi di buka paksa dari luar oleh seseorang.
Membuat Sean, Karina dan juga Rey menoleh. mereka terkejut dengan kedatangan seseorang yang mereka kenal.
"Maaf, Tuan kami sudah melarang mereka berdua untuk masuk." kata salah seorang bodyguard Rey yang di tugaskan untuk menjaga di luar.
"Terimakasih kau sudah bekerja dengan baik, mereka berdua orang tua saya."
__ADS_1
"Maaf, taun dan nyonya saya tidak tahu."
"Tidak apa- apa." kata Dady Andreas.