
Terlalu lama bermain bersama Suri, membuat gadis kecil itu tertidur di dekapan Ayumi.
"Maaf nona Suri telah membuat nona repot" ucap Daniel mengejutkan Ayumi yang sedang memangku Suri tidur di ayunan taman restoran.
Ayumi menoleh ke samping, Ayumi tersenyum. "Tidak kak, Suri tidak membuat Ayumi repot,dia anak yang manis" jawab Ayumi. Daniel mengambil alih Suri dalam gendongan nya. Ia membawa putrinya masuk, untuk di serahkan kepada Isabella.
Ayumi masih betah duduk di ayunan sembari menikmati keindahan taman restoran yang begitu Asri.
Ayumi masih mengingat saat tadi ia bermain bersama Suri, ia membayangkan jika ia mempunyai seorang putri cantik dengan Rey mungkin akan sangat mengemaskan. Namun ia kembali sedih Acapkali mengingat Rey yang katanya belum sadar dari koma nya.
"Kenapa Ayumi tidak hamil saja saat itu, mungkin jika Ayumi memiliki anak dulu akan sebesar Suri" desah Ayumi merasa menyesal tapi ia juga tahu jika ia hamil di usia remaja dapat meningkatkan risiko pada kesehatannya.
Hal ini karena sebenarnya tubuhnya belum siap untuk hamil dan melahirkan. Karena Ayumi yang masih sangat muda akan mengalami pertumbuhan dan perkembanga bayinya nanti.
Ayumi menghubungi Nick ia ingin tahu perkembangan Rey saat ini.
"Hallo kak Nick" sapa Ayumi.
"Iya Ayumi, ada apa sayang "
"Kak, bagaimana kak Rey apa ada perkembangan selanjutnya?" Tanya Ayumi.
Nick tertegun sejenak ia mengambil napas dalam-dalam. "Kondisi Rey masih sama" kata Nick.
Membuat Ayumi sedih setelah mendengar Rey belum ada perubahan.
Ayumi mematikan sambungan teleponnya ia menitihkan air matanya. Karena tidak ingin ada yang melihat Ayumi menyeka air matanya. Dan ia bangkit dari ayunan.
"Kak Daniel" pekik Ayumi saat Daniel sudah ada di belakang Ayumi tanpa Ayumi sadari.
"Maaf nona, membuat nona terkejut" ujar Daniel.
"Tidak apa-apa," kata Ayumi. "Kak Daniel, Ayumi ingin pulang" kata Ayumi lagi.
"Baik nona,"
Di sepanjang perjalanan Ayumi hanya diam hingga akhirnya mobil sampai di apartemen Ayumi.
"Nona, kita sudah sampai di apartemen" ucap Daniel.
Ayumi tersadar dari lamunannya. "Eh sudah sampai iya, makasih kak, Ayumi turun dulu" kata Ayumi.
Daniel belum menjalankan mobilnya ia masih menatap Ayumi hingga masuk ke dalam lift, Setelah benar- benar memastikan Ayumi sudah sampai di lantai apartemen nya Daniel baru menjalankan mobilnya.
🍃🍃🍃
Hari ini Ayumi akan berangkat ke Colorado Amerika. setelah selesai dengan ujian akhir nya.
Ayumi menghubungi Daniel agar ia menyiapkan jet private nya. Ayumi tidak butuh banyak yang harus Ayumi bawa. Ia hanya membawa yang Ayumi butuhkan, karena semua sudah ada di apartemen Rey karena dulu barang- barang Ayumi tidak semua di bawa pulang termasuk baju-baju Ayumi, namun Ayumi akan pergi jika ia pulang dari kampus.
__ADS_1
"Kak, apa semuanya sudah di siapkan?" Tanya Ayumi.
"Sudah nona" kata Daniel.
"Baiklah, ayo kita berangkat" ajak Ayumi.
Karena dari apartemen ke kampus tidak terlalu jauh mobil yang di naiki Ayumi hanya butuh sepuluh menit dari apartemen.
"Makasih kak, Ayumi turun dulu,"
Danilo yang kebetulan baru sampai ia memanggil Ayumi.
"Morning bidadari ku" sapa Danilo.
Ayumi sudah terbiasa dengan panggilan Danilo kepadanya, Ayumi tersenyum "pagi juga" jawab Ayumi, mereka berjalan berdampingan menuju kelas. Hingga Selena, Jessica dan temannya melihat Ayumi dengan Danilo.
"Apa istimewanya sih tuh cewek, kuliah disini juga karena beasiswa, coba kalau bukan beasiswa mana mampu kuliah di kampus elit seperti ini" ujar Selena kesal.
"Ayumi gadis yang cantik, wajar jika banyak yang dekat, apa lagi mereka sudah dekat dari mereka tinggal di Indonesia dan dia juga mahasiswi yang pintar, dan satu lagi kau harus jaga ucapan mu itu, jika kau dan keluarga mu ingin selamat"cerocos Jessica.
"Ck, keluarga gue tidak ada apa-apa nya sama tuh gadis murahan", kesal Selena.
"Sudah lah sel, dengerin apa kata Jessi jika kau ingin tetap hidup enak " sahut Cristin.
"Kalian kenapa malah membela tuh cewek sih,"
Batin Selena meremas telapak tangan hingga kuku panjang Selena patah.
"Aww" rintih Selena.
Tiga jam Ayumi telah selesai ia yang berjalan beriringan dengan Ayumi.
"Makasih iya Ayumi kau memang sahabat yang terbaik" Danilo memeluk Ayumi.
"Eh, tidak perlu meluk- meluk gitu kali" Ayumi mendelik.kesal.
"Ish, pelit sekali sama sahabat sendiri juga" keluh Danilo. Namun tiba-tiba ada yang menampar Ayumi. Beruntung Ayumi bisa menghindar hingga Danilo yang Selena tampar.
Plak
"Selena apa- apaan kenapa lho nampar gue?"
Selena membeku karena yang ia tampar bukan Ayumi melainkan Danilo pria incaran Selena.
"Maaf Danilo , Selena tidak ada maksud untuk.."
"Tapi kau sudah keterlaluan Selena"
"Danilo, gue sayang sama lho, tapi kenapa lho tidak pernah melihat ke gue? Kenapa selalu sama tuh gadis murahan", teriak Selena.
__ADS_1
"Dan lho Ayumi, jangan sok cantik dan pintar, jika kau masuk ke kampus ini karena beasiswa, jika bukan karena beasiswa mana mungkin kau sanggup membayar kuliah mu sendiri jika tidak kau pasti sugar Baby nya om-om"
"Sudah cukup ngomong nya nona Selena Wu" seru Ayumi.
"Kau beraninya" bentak Selena. Namun Ayumi malah menelpon Karina,
"Hallo Aunty, apa perusahaan Wu bekerja sama dengan perusahaan kita" tanya Ayumi.
"Iya sayang, ada apa" ujar Karina, namun ia malah mendengar suara seseorang memaki-maki Ayumi. Karina baru tahu tujuan Ayumi menelpon nya, karena ada kaitannya dengan seseorang yang terus memaki Ayumi.
"Ok, sayang, itu buat aunty yang membereskan, maaf aunty tidak bisa mengantarkan mu sampai ke bandara"
"Tidak apa-apa aunty,,kalau begitu Ayumi pergi dulu"
Danilo yang melihat kedua wanita ini malah terkekeh, Selena yang habis- habisan memakai Ayumi. Hanya Tertawa melihatnya.
"Hey,lho malah telepon, gue serius" teriak Selena saat Ayumi pergi meninggalkan dirinya.
Ayumi tidak mempedulikan,ia terus melangkah menuju mobil yang diparkir di halaman kampus.
Ayumi melambaikan tangannya kepada Danilo saat sudah di parkiran,."by Danilo, Ayumi pergi dulu"
"Maaf kak,.sudah mau menunggu terlalu lama" ucap Ayumi saat sudah masuk kedalam mobilnya.
"Tidak apa-apa ,,nona. Apa ada tempat yang nona inginkan.
"Tidak kita langsung menuju Bandara saja" kata Ayumi
Ayumi memberikan paper bag berwarna coklat kepada Danilo.
"Kak, Ayumi titip buat Suri"menyerahkan paper bag kepada Danilo.
"Tapi nona"
"Tidak ada penolakan"
Daniel menerima papar bg untuk putri nya.
Daniel menemani Ayumi hingga ke dalam bandara. Hingga Ayumi masuk ke pintu menuju private jet nya.
"Terimakasih kak," kata Ayumi saat mengambil alih koper milik Ayumi.
"Iya nona,.ini sudah menjadi tugas saya" ujar Danilo.
Ia menatap Ayumi hingga tidak terlihat dari jangkauan mata Daniel.
Kak, bentar lagi Ayumi datang
Batin Ayumi.
__ADS_1