
Rey menjalankan mobilnya menuju apartemen dengan kecepatan tinggi, Ayumi yang tahu suaminya yang sedang tidak baik-baik saja akibat pertemuan dengan Willi ia memilih diam dan memejamkan matanya. Karena Rey melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Citt
Rey menghentikan laju mobilnya. Karena menyadari jika Ayumi ketakutan saat ia membawa mobil dengan sangat kencang.
"Baby"
"Maaf membuat mu ketakutan,aku hanya ingin sampai di apartemen" kata Rey seraya menarik tubuh Ayumi ke dalam pelukannya.
Ayumi mendongakkan kepalanya "Ayumi tidak apa-apa sayang" menatap wajah khawatir Rey.
"Really baby?" Ayumi mengangguk saat mengurai pelukannya.
Rey kembali menjalankan mobilnya menuju apartemen Sekarang.
"Tunggu baby" ucap Rey saat Ayumi hendak keluar dari mobil. Rey keluar terlebih dulu ia mengitari mobil dan membuka pintu untuk Ayumi. Namun malah ia menggendong Ayumi kedalam gendong ala bridal style.
"Sayang kenapa kau menggendong Ayumi, malu di lihat orang" bisik Ayumi, sekarang mereka sudah masuk kedalam lift dan ada beberapa orang yang ada di dalam bersamanya, namun Rey tidak mempedulikan pandangan mata orang yang mengendong Ayumi. Rey tetap mengendong Ayumi sampai keluar dari lift dan membawa ke dalam apartemen.
"Sudah sampai sayang turunin" rengek Ayumi namun Rey malah membawa Ayumi kedalam kamar mandi.
Rey menyalahkan shower yang masih mengendong Ayumi. Hingga Ayumi berteriak minta di turunin.
"Kak turunin sekarang" pinta Ayumi seraya memukul mukul dada bidang Rey.
Rey akhirnya mengalah namun apa yang di lakukan Rey kepada Ayumi.
Brettt
Rey merobek baju Ayumi yang masih ia kenakan. Membuat Ayumi marah kepada Rey.
"Ahhh Sayang kenapa malah merobek baju Ayumi" teriak Ayumi. Ia memukul dada Rey kembali "Kak Rey jahat, kak Rey jahat",
Hick..
Hick..
"Maaf baby, aku lakukan agar tidak ada bekas sentuhan pria brengsek itu masih melekat di tubuhmu" Rey menangkup wajah cantik Ayumi.
"Dimana saja dia menyentuhmu baby"
Ayumi tertekun akan perlakuan Rey terhadapnya, ia tidak mau jika miliknya di sentuh oleh orang lain seperti Willi.
__ADS_1
"Katakan baby dimana saja!" Hardik Rey seraya menunjuk tangan nya dimana saja Willi menyentuh istrinya."Disini atau disini? Baby katakan lah" kata Rey lagi karena Ayumi hanya diam.
Ayumi menangis " cukup kak, dia hanya menyentuh tangan Ayumi saja", Ayumi memeluk tubuh Rey.
"Aku tidak mau milikku di sentuh oleh pria lain baby, apa lagi pria itu pria brengsek"
"Maafkan aku baby" gumam Rey. Ayumi melepas pelukannya. "Jangan pernah minta maaf, Ayumi senang kak Rey begitu melindungi Ayumi" kata Ayumi menyeka air matanya meski masih di bawa guyuran air shower.
"Terimakasih sayang" seru Ayumi.
Cup
Ayumi mencium bibir Rey. Karena melihat Ayumi yang sudah kedinginan Rey membawa Ayumi keluar kamar mandi. Meski yang di bawah sana ingin meminta lebih melihat tubuh Ayumi tanpa kain hanya daerah sensitif nya yang masih terbalut.
Rey membantu Ayumi mengeringkan rambutnya setelah memakai baju yang kering. Ayumi tersenyum melihat perhatian kecil Rey. Ia bisa melihat Rey dari kaca depan mereka yang begitu telaten.
"Kenapa tersenyum Honey, ada apa?" Tanya Rey. "Tidak sayang, terimakasih sudah membantu Ayumi"
Rey memeluk tubuh Ayumi. "Iya baby, selagi aku ada pasti aku akan bantu mu baby" bisik Rey. Mereka saling tersenyum. "Semoga cepat tumbuh Rey junior disini" kata Rey seraya mengelus perut rata Ayumi. Sedangkan Ayumi hanya mengaminkan saja.
"Baby maaf aku harus meninggalkan mu, karena tadi belum sempat bertemu Tn. Damor, apa kau tidak apa-apa aku tinggal sendirian di apartemen?"
Ayumi membalikkan tubuhnya menghadap suaminya. "Sayang, Ayumi tidak apa-apa, pergilah, maaf gara-gara tadi kau harus kembali lagi kesana"
"Yes baby, aku tidak akan lama"
Ayumi mengantar Rey sampai pintu apartemen ia masih memperhatikan Rey dari jauh hingga Rey tidak terlihat lagi kedalam kotak persegi yang berjalan. Ayumi baru masuk ke dalam, rasa sepi hampa tanpa ada nya Rey di dalam apartemen nya membuat Ayumi menghela napas panjang.
Ayumi memilih bermain handphone nya dan ia lupa jika belum memberikan kabar ke Karina dan Tn. Dominik. Ayumi menghubungi Karina lewat video Call. Setelah beberapa saat Karina menerimanya.
"Hallo sayang" sapa Karina.
"Hallo aunty,"
"Tumben video Call Aunty, dimana Rey?"
"Kak Rey sedang keluar aunty, Ayumi sekarang sendirian di apartemen" kata Ayumi seraya memperlihatkan suasana apartemen.
"Tunggu sayang, apa kau sedang di Colorado" tanya Karina. "Iya Aunty, maaf Ayumi lupa tidak memberitahu Aunty dan salam buat Deduska" kata Ayumi. Karina mengarahkan kamera ke Dominik.
"Hallo cucu Deduska, prasaan baru di tinggal dua hari tapi Deduska kangen" keluh Dominik.
"Uhhh Deduska sayang, Ayumi lebih - lebih kangen " kata Ayumi, "ko cuma ke Deduska saja, aunty tidak di kangenin nih" Karina cemberut, "tidak" jawab Ayumi santai.
__ADS_1
"Jahat ihh, punya keponakan satu tapi tidak sayang sama Aunty" membuat mereka semua tertawa.
"Baiklah semua sepertinya kak Rey sudah pulang" kata Ayumi melambaikan tangannya saat menyudahi obrolan mereka.
Ayumi bangkit dari tempat duduknya. Ayumi tersenyum saat melihat siapa yang datang ia urungkan, Ayumi melihat di monitor ternyata kurir pengantar makanan. Ayumi menekan tombol jika ia tidak memesan apapun.
"Nona saya kurir, mengirim makanan untuk nona Ayumi dari Tn. Rey"kata kurir makanan itu. Setelah tahu dari siapa Ayumi membuka pintunya dan menerima makanan nya.
"Tahu saja jika Ayumi lapar" gumam Ayumi. Tidak lama Ayumi dering handphone Ayumi berbunyi. Ia tersenyum saat melihat siapa yang menghubunginya.
"Hallo sayang" ucap Ayumi. Seraya memakan makanan tadi. Ayumi mendengar suara dentungan musik seperti Rey berada di tempat keramaian.
"Apa makanan yang ku kirim sudah sampai baby?" Tanya Rey di sebrang telepon. Meski Rey menjauh dari tempat keramaian namun masih terdengar jelas di telinga Ayumi.
"Sudah," jawab Ayumi singkat, ia tahu jika Rey mengirimkan makan berarti suaminya akan pulang telat.
"Baby" ucap Rey ia sedikit berat untuk memberitahu kan Ayumi.
"Maaf jika aku pulang telat, tadi tidak "
"Sudah tahu, jika kau pergi bersama teman- teman mu, termasuk Emily kan, Have fun" ucap Ayumi. Ia memutuskan sambungan telepon begitu saja.
Ayumi sedikit kecewa, Rey meninggalkan Ayumi di apartemen sendirian sedangkan dia pergi bersama teman-teman nya.
Ayumi masuk kedalam kamarnya dan mengganti bajunya, tidak lupa mengambil tasnya dan keluar dari apartemen, ia tidak lupa membawa salah satu mobil milik Rey. Ayumi tidak mempedulikan jika Rey nanti akan marah jika ia pergi sendirian.
Ayumi pergi ke pusat perbelanjaan, ia akan menghabiskan waktunya untuk shoping, meski bukan hobby nya tapi Ayumi lakukan untuk mengisi rasa jenuh nya. Disini lah Ayumi di pusat kota Denver ibu kota Colorado.
"Shopping I come" Ayumi begitu excited saat ia sudah di dalam mall tersebut.
"Punya uang banyak Kenapa tidak di habiskan" Ayumi tertawa kecil saat Karina selalu mengajaknya shoping tapi Ayumi memilih diam di mansion atau apartemen untuk belajar.
Ayumi membeli banyak baju, tas dan sepatu. Saat sudah di depan kasir Ayumi tersenyum saat akan membayar semua belanjaan nya.
Ayumi mengambil salah satu kartu yang tidak pernah ia gunakan.
"Berapa totalnya, ini kartunya" Ayumi menyerahkan kepada kasir toko.
Tidak hanya satu toko yang Ayumi datangi tapi ada beberapa toko yang Ayumi masuki. Hingga merasakan lelah Ayumi baru menyudahi acara shoping nya. Ia memasuki salah satu cafe di dalam mall tersebut. Meski ini sudah malam tapi masih ramai. Sembari menunggu makanannya datang Ayumi memijit kakinya yang sedikit sakit.
"Apa sudah selesai shoping nya"
"Su-sudah" jawab Ayumi ia tahu Siapa pemilik suara itu. Ia menelan Saliva nya saat mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang sudah ada di hadapannya.
__ADS_1