
Tok ... Tok ...
Nick mengetok kaca mobil milik Tn. Muller. Dan Tn. Muller menyuruh sopir pribadinya untuk menurunkan kaca mobilnya.
"Selamat malam. Maaf saya mengganggu waktu anda."
"Ada apa ini sebenarnya." Tanya Tn. Muller yang ada di bangku belakang.
"Maaf, Tn. Muller jika bos saya ingin bertemu anda beserta keluarga anda!." pinta Nick agar Keluarga Tn. Muller tidak curiga.
"Hah ..." Pekik Tn. Robert Muller. Ia tidak tahu siapa yang di maksud bos pria yang ada di balik kaca mobil.
"Mari Tuan, jika bos saya sudah menunggu anda beserta keluarga anda."
"Dad, Jessi tidak mau ikut." Rengek Jessica.
"Sayang, ikut sebentar iya ke dalam. Dady janji di dalam nanti hanya sebentar saja. Ok ... "
Jessica mendengus kesal. Ia terpaksa mengikuti permintaan Dady nya.
__ADS_1
Nick tersenyum saat melihat keluarga besar Tn. Muller mau mengikutinya.
Nick berjalan terlebih dulu sedang ketiga orang mengekor di belakang Nick.
"Tuan, siapa bos Anda?" Tanya Istri Robert. Karena Semenjak ia ikut kemana pun suaminya pergi untuk perjalanan bisnis. Ia belum pernah bertemu Nick atau bos nya.
Nick hanya tersenyum. "Apa putra anda tidak memberitahukan mu nyonya?" Tanya Nick.
Mereka mengelengkan kepalanya. Karena memang mereka tidak tahu. Jika putranya tengah ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan milik Rey.
🍃🍃🍃
Di dalam kamar hotel.
Rey begitu murka mengetahui niat buruk Jessica untuk menghilangkan buah hati Rey dengan Ayumi.
Rey tidak sabar ingin memberikan hukuman kepada pelakunya. Rey akan melakukan apapun jika ada seseorang yang sudah berani melukai keluar kecilnya. Apa lagi ini kasus nya ingin melenyapkan Avalon.anak- anak Rey.
"Nak, Rey. Deduska mohon jangan gegabah untuk memukul nya biar itu menjadi urusan Daniel." Tn. Dominik memohon agar Rey bisa terkontrol emosinya.
__ADS_1
"Tapi, Deduska. Jika, dia ingin membunuh anak-anak Rey."
"Kali ini Deduska mohon. Ingat jika istrimu tengah hamil. biarkan Daniel dan para bodyguard yang memberikan hukuman untuk mereka."
Seketika Rey terdiam. Rey berhenti melangkah saat ia teringat jika Ayumi tengah hamil dan Rey tidak boleh sembarang bertindak. Kata orang tua jaman dulu namanya pamali jika istrinya sedang hamil. Melakukan sesuatu yang berbau kekerasan.
Sean menepuk.bahu Rey. Untuk memberikan ketenangan. "Sabar Rey. Aku akan membantumu agar ia mendapatkan hukuman yang setimpal."
"Ayo kita temui dia, apa dia akan mengakui siapa yang sudah menyuruh dia melakukan ini terhadap Ayumi. Meski kau sendiri sudah tahu otak dalangnya siapa." Sambung Sean kembali.
Ceklek
Pintu kamar di buka oleh Daniel dan mempersilahkan ketiga bisa nya untuk masuk ke dalam.
Daniel memberikan isyarat agar menutup mata dan mulut nya di buka.
"Ahh sialan. Kenapa kau malah menyandra ku. Memang aku berbuat salah apa kepada kalian." Teriak. Pelayan itu.
"Katakan siapa yang menyuruh kamu untuk memberikan minuman kepada pimpinan perusahaan Sander." Kata Daniel mencengkeram rahang pelayanan itu agar mau membuka mulutnya.
__ADS_1
Daniel akan menjadi mengerikan jika mengusik ketenangan keluarga bos nya.
Sisi psikopat Daniel akan muncul jika sudah menyangkut keluarga Sander. Daniel tidak peduli jika ia perempuan sekaligus. Bagi Daniel siapa.saja yang sudah berani mengusik ketenangan keluarga bos nya akan berurusan dengan dirinya. Sebelum di serahkan ke kantor polisi.