Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 154


__ADS_3

Setelah Jessica di tinggal pergi oleh Danilo sendirian di Cafe. Ia memutuskan untuk pulang, ia bangkit dari tempat duduknya dan membalikkan badan nya hendak ke Toilet terlebih dulu sebelum pulang. Namun ada tangan mungil nan cantik yang berani menampar pipi Jessica di depan umum.


Plak


Jessica terkejut mendapatkan satu tamparan kerasa di pipi sebelah kanannya. Dan ia menenggang pipi yang sedikit memar akibat tamparan seseorang.


"Brengsek, berani sekali kau ... "


"Apa, lho mau bilang apa ke gue, Jes ... " Bentak Selena. Karena sudah berani menampar Jessica, sahabat nya sendiri.


"Selena, kenapa lho menampar Jessi??" kata Jessica tidak terima.


"Lho gila, lho belum sadar. Jika lho membuat kesepakatan dengan Danilo pacar gue." Selena memaki Jessica.


Siang ini begitu sial bagi Jessica. Ia tidak bisa membujuk Danilo untuk kerja sama dan Jessica juga mendapat tamparan dari sahabatnya sendiri.


"Ck, sejak kapan lho pacaran sama dia." desis Jessica.


"I ... Iya, pokok nya dia pacar gue. Tapi lho gila, nyuruh dia buat kerja sama lho buat rebut Ayumi." Seraya memalingkan wajahnya ke arah jendela.


Selena menunjuk jari nya ke wajah Jessica. Untuk memberikan peringatan. "Awas lho, Jika itu terjadi. Gue gak segan- segan untuk buka mulut rahasia lho. Ingat kata-kata gue. camkan itu ... "


Selena meninggalkan Jessica di cafe. Semenjak Selena menyukai Danilo. Ia selalu mengikuti kegiatan Danilo kemanapun Danilo pergi terutama saat Jessica meminta bertemu dengan cowok incaran nya.


"Shiittt," umpat kesal Jessica.


Jessica mengepalkan tangannya dengan kuat.


Berani juga dia ke Jessi, awas lho Selena.


Batin Jessica. Ia tidak jadi pergi ke toilet. Ia merasa malu sedari dari di cafe hanya membuat keributan dua kali.


🍃🍃🍃

__ADS_1


Ayumi yang sedang murung akan ucapan Rey ia mendiami Rey.


"Baby, aku minta maaf iya ... " Rey memohon. Tapi lagi-lagi Rey gagal untuk membujuk istri kecilnya itu.


Hingga kedatangan Daniel ke dalam Ruangan Ayumi.


Tok... tok..


Ceklek


Pintu di buka. Daniel merasakan suasana ruangan yang sangat berbeda. Ia merasa jika salah satu suami istri ini sedang perang dingin.


"Maaf, Tuan dan Nona. Jika, saya menganggu ... "


"Tidak kak Daniel." Kata Ayumi.


Daniel melangkah menuju meja kerja Ayumi. Ia meletakkan beberapa berkas yang di butuhkan Ayumi tadi sebelum Rey datang.


"Kak Daniel apa sudah makan siang?" Tanya Ayumi.


"Kebetulan, Ayumi belum makan, ayo kita makan siang bersama." kata Ayumi. Ia menutup laptopnya dan membereskan beberapa lembaran kertas dan memasukan ke dalam salah satu Mao berwarna merah.


Ayumi bangkit dan mengambil tas nya. Dan mengajak Daniel untuk keluar dan tidak mengajak Rey sang suami.


"Baby, kenapa kau tidak mengajakku." Tanya Rey.


Seketika Ayumi berhenti.


"Maaf, Ayumi hanya ingin makan berdua dengan kak Daniel."


Glek


Daniel merasa sesuatu yang tidak mengenakkan.

__ADS_1


"Tapi, nona, lebih baik kita makan bersama ... "


Namun, Ayumi tidak menjawab pertanyaan Daniel. Ia menarik tangan Daniel untuk segera meninggalkan ruangan dan meninggalkan Rey.


Rey hanya bisa pasrah ia bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti Ayumi dan Daniel di belakangnya.


Daniel membukakan pintu mobil untuk Ayumi. Namun Ayumi memilih duduk di depan. Daniel hanya menghembuskan napas panjang dan menatap Rey.


"Masuklah, biar Aku yang nyetir."pinta Rey.


"Tapi, Tuan ... "


Rey mengambil kontak mobil Daniel. Ayumi terkejut saat Rey yang mengemudikan mobil Daniel.


"Lho ... Dimana kak Daniel."


"Saya disini nona. " Sahut Daniel di belakang Ayumi.


Rey hanya bisa tersenyum licik. karena ia bisa berada di samping Ayumi.


"Anggap saja aku sopirmu, honey." Rey terkekek melihat wajah Ayumi yang kesal.


"Nona, mau kemana tujuan anda sekarang? Saya dengan senang hati akan mengantar anda kemana pun." kata Rey. yang kini sedang menjalankan perannya sebagai seorang sopir sungguhan.


"Kak, Daniel bilang sama sopir baru, Jika, Ayumi ingin makan makanan Korea. " Ucap Ayumi.


"Baiklah, nona. permintaan nona akan saya kabulkan. " Rey terkekeh geli memerankan sebagai seorang sopir.


Bagi Rey tidak mempermasalahkan dirinya yang sedang memainkan drama sebagai sopir. Rey juga sudah cukup berpengalaman sebagai Pilot yang membawa penumpang di dalam pesawat terbang.


Daniel hanya terkekeh melihat drama suami istri ini.


Ahh aku jadi merindukan mommy Suri di rumah

__ADS_1


Batin Daniel.


__ADS_2