
Pukul Delapan malam ...
Rey berencana hanya mengajak Ayumi sebentar ke acara ulang tahun perusahaan Sander. Setelah memperkenalkan diri sebagai pemilik yang baru. Namun, niatnya di urungkan setelah Ayumi memohon kepada sang suami jika ia masih betah disini. dan juga ada Irina dan Jeremy yang datang.
Maka ketiga orang itu sekarang sedang menikmati makanan mereka. Sedangkan Rey memilih untuk bergabung dengan sahabat dan orang terdekatnya.
"Ayumi sayang, kakak senang setelah mendengar kau tengah hamil." Ucap Irina.
"Iya, selamat atas kehamilan mu princess." Timpal Jeremy.
"Kalian dengar dari siapa? Kak Nick?" Kata Ayumi melihat wajah mereka berdua bergantian.
Kakak beradik itu malah mengelengkan kepalanya.
"Lalu?"
"Kakak saja belum bertemu kak Nicko. Karina lah yang sudah bercerita kepada kami."
"Astaga aunty. Cepat sekali menyebarnya." gumam Ayumi.
"Kenapa tidak di makan? Apa kau ingin sesuatu?biar kakak ambilkan." Tanya Iriana. Karena melihat Ayumi yang hanya menatap makanan mereka yang ada di atas meja.
"Tidak kak," Ayumi menggelangkan kepalanya. "Ayumi tidak berselera makan. jika makan akan mual dan muntah." Keluh Ayumi seraya menundukkan kepalanya.
Rey yang memperhatikan istrinya dari jauh meski ia tengah berbincang dengan Sean. Tapi pandangan mata Rey selalu menatap wajah cantik Ayumi.
__ADS_1
"Rey kau mau kemana?" Tanya Sean.
"Aku akan mengambilkan makanan untuk Ayumi. Lihatlah dia bahkan tidak menyentuh makanan nya. Aku kasihan dengan nya jika makan akan muntah dan mual."
Rey menuju ke stand makanan untuk mengambil buah-buahan untuk Ayumi. Hanya buah-buahan lah Ayumi bisa memakannya.
🍃🍃🍃
Salah satu pelayan menawarkan minuman untuk Ayumi. Meski Ayumi menolak tapi pelayan itu tetap memaksa.
"Hey. Adikku sudah tidak mau kenapa kau malah memaksa." Bentak Irina.
"Maaf, nona saya hanya di suruh suami nona ini."
"Sudah lah kak, Ayumi tidak apa-apa." Kata Ayumi menengah kan perdebatan dengan pelayanan.
"Ck, Rey kenapa malah menyuruh orang bukan dia aja sendiri." Desah Irina.
"Sudahlah Je, mungkin Rey sibuk dengan temannya." Timpal Jeremy.
Sedangkan pelayan tadi segera pergi dari mereka bertiga.
Seseorang dari jauh tersenyum devil karena rencananya berhasil memberikan minuman itu ke pada Ayumi.
"Ayo minum Ayumi maka kau akan tamat malam ini. Jessi tidak mau jika kau mengandung dari pria yang Jessi cintai." Jessica tersenyum puas setelah melihat pelayan tadi untuk mengantar minuman untuk Ayumi.
__ADS_1
"Nona, saya sudah kerjakan apa yang nona suruh." Kata pelayan itu dengan suara lirih. Ia takut jika ada seseorang yang mendengarnya.
"Good job, kau memang hebat. Kerja bagus." Ucap Jessica. Ia membuka tas nya dan mengeluarkan amplop berwarna coklat dan menyerahkannya kepada pelayan tadi.
"Ini bayaran mu, cepat pergi sebelum ada yang melihat mu."
Jessica menoleh ke kanan dan ke kiri ia memperhatikan sekelilingnya jika tidak ada seseorang yang curiga.
Jessica kembali kepada kedua orang tuanya.
"Dad, mom. Ayo kita pulang." Ajak Jessica kepada kedua orangtuanya.
"Tumben sayang, ini bahkan baru jam 8. Kenapa kau ingin pulang?" Tanya ibu Jessica.
"Jessi ngantuk mom." Kata Jessica. Seraya menguap. Agar kedua orang tuanya percaya.
"Dad, lihat putri kita sepertinya sudah mengantuk." Ucap Ibu Jessica.
"Baiklah, ayo kita pamitan terlebih dulu kepada Tn. Dominik sebelum pulang."
"Ayolah, dad. Jessica sudah mengantuk." Rengek Jessica. Ia menarik lengan Tn. Robert Muller untuk segera pergi dari acara pesta ulang tahun perusahaan Sander.
Pyar ...
Ayumi yang hendak meminum air yang tadi di berikan oleh pelayan tadi. Ayumi sempat marah karena ada seseorang yang seenaknya saja merebut gelas miliknya. Namun Ayumi terkejut saat melihat seseorang yang telah merebut dan membuang jauh-jauh gelas yang tadi. Hingga para tamu melihat ke arahnya. Dan juga Irina dan Jeremy yang masih ada bersamanya.
__ADS_1