Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 82


__ADS_3

Merasakan perutnya lapar Garrett terbangun ia melihat jam di atas Nakas, ternyata ia tertidur cukup lama setelah merasakan pusing akibat pukul willi.


Ia keluar dari kamar dan melihat sang Dady yang sudah ada di rumah.


"Dady, sudah pulang", seru Garrett seraya mengambil air minum di dapur.


"Kau sudah bangun, saat Dady pulang kau sedang tidur, dan kenapa wajah mu itu?" Tanya Andreas saat melihat wajah Garrett yang sedikit sobek dan memar.


Garrett menghabiskan air putih yang ada di gelas hingga tandas. Ia ikut duduk di samping Andreas.


Garrett memegang lukanya."ini ulah Willi dad"kata Garrett santai.l, seraya merebahkan kepalanya di sofa depan televisi.


"Apa kalian belum berdamai" tanya Andreas.


"Garrett merasa tidak punya masalah sama dia, tapi Willi sudah mengetahui semua soal Ayumi jika dia pernah menikah dengan Rey pembalap itu"


"Lalu kenapa sampai kalian berkelahi "


"Willi ingin mendapatkan Ayumi untuk di jadikan partner ranjang nya dad, aku tidak terima jika Willi tidak sengaja telah melecehkan calon istriku" ucap Garrett dengan sedikit emosi.


"Oh My God Willi", menggelang kepalanya tidak percaya, jika ucapan Willi kemarin tidak serius.


"Lalu bagaimana dengan Willi sekarang" kata Andreas.


"Garrett membalas memukul dia dad, maaf", seru Garrett sedih, "Itu Garrett lakukan untuk bisa melindungi Ayumi dad,"


"Maafkan Dady nak, harusnya tidak memisahkan kalian berdua" ucap Andreas sendu.


"Apa maksud Dad? tanya Garrett kepada Dady nya.


Namun Andreas malah bangkit dari tempat duduknya dan masuk kedalam kamarnya.


"Apa maksudnya dad?" Garrett mengulangi kata yang sama. Ia menatap kepergian Dady nya.


"Garrett tidak mengerti, dad, tolong bisa jelaskan?" Teriak Garrett.


Lagi-lagi tidak ada jawaban dari Dady nya.


"Oh My God dad, apa yang sebenarnya terjadi", Garrett nampak frustasi ia mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


Andreas mengetik beberapa kode di brangkas. Setelah terdengar bunyi ia membuka dan mengambil sesuatu yang ia simpan. dulu ia selalu menyimpannya di lemari biasa namun ia takut. Dan memutuskan untuk menyimpannya di brangkas.


Mungkin ini waktunya untuk memberitahukan kepadanya apa yang selama ini terjadi.


Maafkan Dady nak


Batin Andreas yang kini sudah menitihkan air matanya. dengan segera ia menghapus air mata. Dan ia keluar dari kamar dengan membawa kotak kecil yang selama ini ia simpan.


Garrett yang masih berpikir ambigu dengan perkataan Dady nya tadi masih belum bisa di cerna dengan baik di otak Garrett. Hingga lamunan Garrett buyar dengan Dady nya datang kembali.


"Nak" panggil Andreas. Ia yang sudah duduk kembali di samping Garrett yang sedang tertekun.


Andreas mengambil napas dalam-dalam untuk menjelaskan kepada Garrett. Mungkin dia akan membencinya setelah ini, namun bagi Andreas ia sudah menerima konsekuensi yang akan dia dapat nantinya. Selama ini ia sudah berpikir matang-matang untuk menerima kenyataan yang ada.


"Dad"


Ia menatap wajah pria paruh baya yang ada di samping nya nampak terlihat sangat sedih dengan membawa sebuah kotak kecil yang ada di tangan nya.


Garrett yang masih penasaran dengan Dady nya yang akan dia jelaskan. Dan ia juga akan bertanya apa maksud dari perkataanya tadi hingga membuatnya seperti teka teki yang harus ia pecahkan.


"Lima tahun yang lalu" ucap Andreas. Ia mengingat kembali masa lalunya.


Flashback on


Namun saat akan landing beberapa jam lagi, cuaca tiba-tiba beruban, dan dikabarkan hilang kontak sebelum akhirnya dipastikan jatuh di tengah Laut Alboran bagian paling barat dari Laut Mediterania, yang menghubungkan antara Spanyol di sebelah utara dan Maroko dan Aljazair di sebelah selatan.


Andreas yang mendapatkan kabar jika putranya yang seorang kapten itu telah hilang. Membuat pria paruh baya yang juga seorang pilot shock hingga terkena serangan jantung ringan.


Setelah satu bulan lamanya tidak ada kabar dari tim penyelidikan, membuat Andreas kecewa. Ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebagai seorang pilot. Ia memutuskan untuk pergi mencarinya hingga ia pindah ke Spanyol.


Hampir satu tahun lamanya Andreas belum menemukan titik terang namun pria ini tidak patah semangat. Ia tetap pergi mencari keberadaan putranya itu.


Namun ia melihat seseorang yang membuang seseorang ke tebing dekat laut Alboran. Andreas yang tidak sengaja melihat nya ia bersembunyi di semak-semak agar tidak ketahuan oleh mereka.


"Maaf Rey aku harus melakukan nya" gumam Alex.


"Lex apa kau sudah memastikan dia meninggal" tanya teman nya.


"Su-sudah , aku pastikan tidak ada yang tahu jika kita membuang Rey di sini. Ini bahkan sudah jauh dari sirkuit"

__ADS_1


"Good job, kau memang sahabat terbaik" kata nya seraya tertawa puas. "Ayo kita pergi, biarkan dia di pulau kecil ini di makan bintang buas agar tidak meninggalkan bekas sedikitpun"


Andreas keluar dari persembunyiannya ia mendekati Rey. Ia berjongkok dan memeriksa Rey ternyata masih ada kehidupan.


Andreas mengendong Rey membawanya ke rumah kecil yang ada di pulau Alboran. Andreas merawat Rey namun karena kondisi Rey sangat kritis ia membawa Rey pergi ke Amerika. Jika ia di bawa kerumah sakit Spanyol, Andreas takut jika orang yang mencelakainya tahu akan datang dan membunuhnya.


Rey mengalami koma hingga enam bulan lamanya. Namun saat ia sadar ia tidak ingat apapun termasuk namanya sendiri.


"Aku di mana" kata Rey. Ia melihat sekeliling nya yang nampak asing baginya.


"Kau aman nak bersama ku, kita ada di Colorado Amerika"


"Apa kau tahu siapa namamu" tanya Dokter yang membantu Rey saat itu.


"Aku" ucap Rey. Namun tiba-tiba ia merasa kesakitan ia memegang kepalanya. Ia mencoba mengingat namanya sendiri.


"Ahhhh.... Sakit" teriak Rey. Hingga akhirnya Rey jatuh pingsan.


"Dokter dia kesakitan, tolong dia dok"


Flashback off


"Maafkan Dady jika baru bisa bercerita, dan maafkan Dady jika nama mu Dady ganti menjadi nama anak Dady yang hilang.


"Mungkin ini bisa membantu mu nak, siapa dirimu yang sesungguhnya" kata Andreas ia menyodorkan kotak kecil kepada Garrett.


Garrett menerima kotak dari Andreas, ia membuka nya dan melihat sebuah cincin.


Deg


Garrett terkejut melihat cincin itu, pasalnya ia pernah melihat cincin yang sama yang di pakai Ayumi yang di jadikan satu dengan kalung Ayumi. Saat Ayumi berada di rumah sakit.


Garrett mengambil cincin itu, ia bisa melihat nama yang tertera di dalam cincin bertulis nama Rey dan Ayumi.


"Rey" gumam Garrett.


"Ini tidak mungkin kan dad" kata Garrett kembali ia menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Itu mungkin saja nak, Dady hanya menemukan itu saat menemukan mu dulu, tidak ada identitas lainnya maka Dady memberi nama Garrett Wilson seperti nama putra Dady yang hilang" jelas Andreas.

__ADS_1


"Dady tidak bisa mencari keluarga mu, apa lagi wajah mu saat itu penuh luka hingga Dady tidak mengenal mu jika kau seorang pembalap"


"Maafkan Dady nak, jika kau mau membenci Dady, dengan lapang dada Dady akan menerimanya", ia menatap Garrett "selama ini Dady sudah berpikir untuk menerima konsekuensi jika kau mengetahuinya suatu saat nanti, namun sudah empat tahun ini kau tidak mengingat apapun, hanya setiap malam saja kau bermimpi buruk" jelas Andreas lagi. dan bla.. bla.. masih banyak lagi yang Andreas ungkapkan kepada Garrett yang selama ini ia sembunyikan.


__ADS_2