
"Nick apa ini" tanya Garrett.
Garrett mengedarkan pandangannya keseluruh arah, ia bisa melihat bangunan mansion mewah dan megah bergaya klasik ini. Ia masih linglung dengan pikirannya. Yang ia ketahui Ayumi memang dari keluarga kaya raya pada umumnya tapi tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang di depan mata.
Dan Ayumi atau Nick tidak pernah bercerita atau menunjukkan bahwa dirinya dari keluarga terpandang.
Membuat Nick tersenyum akan kebingungan Garrett. "Maaf, jika aku tidak pernah bercerita kepadamu sebelumnya. Jika Ayumi cucu pewaris dari keluarga milyarder ini, karena Ayumi sendiri tidak ingin jati dirinya yang sesungguhnya, kau tidak perlu terkejut apa lagi untuk mundur untuk mendapatkan Ayumi" tegas Nick kepada Garrett. Mereka masih di dalam mobil dan Ayumi masih di pangkuan Garrett.
"Tapi Nick "
Nick memiringkan badannya ke samping "Kau cukup bahagiakan Ayumi" kata Nick kepada seseorang yang masih duduk di belakang.
"Mereka merestui hubungan kalian dan menerima kamu sebagai pendamping Ayumi, cukup yang aku katakan tadi, bahagiakan Ayumi, jaga dan lindungi dia dan terutama jangan sakiti dia " kata Nick kembali dan pria yang masih memangku Ayumi mengangguk mengerti.
"Ayo kita masuk kedalam, mereka sudah menunggu kita", ajak Nick.
Dan benar saja Tn. Dominik dan Karina menyambut Garrett dengan hangat.
"Selamat datang di keluarga Sander Mantu cucuku", kata Tn. Dominik.
"Terimakasih tu...",
"Panggil Deduska seperti Ayumi karena kau calon suami cucu ku"
"Baiklah, Deduska",
"Ish, Anak ini bisa-bisanya tertidur", gumam Karina "Garrett kamar Ayumi ada di atas, pak Kin tolong antar Garrett ke kamar Ayumi", pinta Karina.
"Deduska, aunty, Garrett bawa Ayumi ke kamar dulu",
Garrett mengendong tubuh Ayumi yang masih tertidur dan membawa masuk ke dalam, seorang kepala pelayan mengantar Garrett menuju kamar Ayumi.
Garrett masih tercengang melihat desain interior mansion yang begitu mewah. Setelah sampai di lantai dua dimana letak kamar Ayumi.
"Tuan, ini kamar nona muda" kata Kepala Pelayan menunjuk ke salah satu ruangan.
"Terimakasih"
Ia membantu membukakan pintu kamar Ayumi. Garrett melangkah masuk kedalam dan meletakkan Ayumi di atas kasur king size.
Tidak lupa ia mencium kening Ayumi dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya.
Aku janji akan membahagiakan mu sayang,aku mencintaimu
Batin Garrett. Ia membalikkan badannya namun tangan nya di tarik oleh Ayumi.
"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku" dengan mata yang terpejam.
Garrett membalikkan badannya lagi melihat Ayumi yang masih tertidur ternyata Ayumi hanya mengngigo. "Kau tenang saja baby, aku tidak akan pernah meninggalkan mu" ia menatap Ayumi lagi.
Garrett keluar dari kamar Ayumi dan melihat pelayan pribadi Ayumi yang berdiri di depan pintu. Membuat ia terkejut
__ADS_1
"Maaf membuat tuan terkejut, saya Berta panggil saja bibi Berta, saya pelayan pribadi nona muda Ayumi" kata Berta memperkenalkan dirinya.
"Bibi, tolong jaga Ayumi dia masih tidur, jika dia bangun aku ada di bawah bersama keluarganya"
"Baik tuan"
Garrett ikut bergabung dengan Nick, Karina dan Tn. Dominik.
"Kau sudah mengantar Ayumi, kemarilah nak" ajak Tn. Dominik.
Garrett bisa merasakan kehangatan keluarga Ayumi. Ia tidak menyangka akan di sambut dengan baik. Ia ikut duduk di samping Nick.
"Terimakasih Deduska aunty dan Nick menerima ku sebagai calon suami Ayumi yang hanya orang biasa" kata Garrett merendah.
"Nak Garrett kau jangan merendah begitu, kami juga orang biasa, kau itu hebat dan luar biasa akan pekerjaan mu yang mampu melindungi dan memiliki tanggung jawab besar mengantar para penumpang hingga selamat sampai tujuan" kata Tn. Dominik. "Maka dari itu kami yakin jika kau tidak hanya melindungi mereka saja tapi kamu bisa menjaga Ayumi seperti kau melindungi mereka".
Mereka bertiga larut dalam obrolan mereka sampai tidak menyadari jika Ayumi sudah berdiri di anak tangga.
"Kalian kenapa tidak mengajak ku dan membangunkan ku" keluh Ayumi.
Mereka bertiga terkejut melihat Ayumi yang sudah di anak tangga yang akan turun ke bawah.
"Baby kau sudah bangun" kata Garrett ia bangkit akan membantu Ayumi untuk turun karena Tn. Dominik dan Karina belum tahu jika Ayumi sudah bisa berjalan tanpa bantuan apapun.
"Sayang kau tetap di situ! " perintah Ayumi.
"Tidak sayang, Garrett benar ia kan membantu mu turun" ucap Karina khawatir melihat Ayumi yang menolak tawaran Garrett.
Dan Ayumi melangkah ke arah mereka dengan santai. Membuat Karina dan Tn. Dominik yang melihat tidak percaya, cucu dan keponakan nya sudah bisa jalan.
"Sayang apa ini, kau sudah bisa jalan" ucap Karina mendekati Ayumi.
"SUPRAIS" teriak Ayumi.
"Kau membuat aunty dan Deduska khawatir sayang" seru Karina ia memeluk tubuh Ayumi dengan berlinang air mata.
"Ini berkat dukungan support dari kalian semua Ayumi bisa seperti ini, Terimakasih"
"Deduska akan merayakan kesembuhan mu sayang, ayo kita buat pesta kecil-kecilan dan juga penyambutan mu Garrett di rumah ini" ide Tn. Dominik untuk cucu tersayang nya.
"Tapi Deduska" ucap Ayumi yang kini sudah duduk di samping Garrett.
"Tidak ada penolakan Sayang, " seru Tn. Dominik.
"Pak Kin" panggil Tn. Dominik saat melihat pak Kin berdiri tida jauh darinya.
"Iya Tn. Besar "
"Siapkan pesta di halaman belakang"
"Baik Tn. Besar" kata pak Kin.
__ADS_1
Pak Kin memilih untuk menyiapkan barbeque untuk acara pesta kecil untuk Ayumi bersama keluarga besarnya. Setelah sudah siap pak Kin memberitahu kepada semua orang jika semuanya sudah di siapkan.
"Wow, pak Kin kau tahu saja jika Ayumi ingin berbequean" ucap Ayumi yang melihat halaman belakang seraya memeluk tangan Garrett dan pria ini memeluk pinggang Ayumi dengan posesif.
Nick sudah mulai memimpin membakar daging,sosis dan lainnya. Sedangkan Ayumi yang ingin membantu di tolak sama Garrett.
"Baby, kau duduk saja disini, aku tidak mau kau kecapean" seru Garrett melarang Ayumi untuk ikut membakar daging nya.
"Padahal Ayumi ingin sekali" Ayumi cemberut membuat Garrett mengalah. "Baiklah baby, kau jangan merajuk, aku tidak tega melihatmu sedih"
Semua orang yang melihat hanya menggelengkan kepalanya saja.
Garrett membantu Ayumi, mereka tampak sangat bahagia membakar daging bersama, sekali Ayumi mencium pipi Garrett dan mengusap keringat Garrett yang nampak terlihat.
"Duh so sweet banget sih yang tidak punya pasangan jadi iri" ucap Karina.
"Sayang, biarkan saja, Dady akan sangat bahagia jika melihat mereka bahagia"
"Iya dad, nampaknya Garrett pria yang baik"
"Iya sayang, tapi Dady takut ketika Rey kembali suatu saat nanti" kata Tn. Dominik memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.
"Maksudnya dad" tanya Karina.
"Nick sudah menyelidiki kasus kecelakaan Rey, dan ternyata Rey masih hidup tapi tidak tahu keberadaannya"
"Apa para bodyguard dan orang kepercayaan kita tidak bisa mencari Rey dad" Karina menatap serius Tn. Dominik.
"Dady sudah mengerahkan seluruh anak buah Dady untuk mencari Rey di penjuru dunia"
Karina memanggut- manggut saja. "Apa Ayumi perlu tahu dad"
"Jangan sayang, rahasiakan ini dari Ayumi" ucap Tn. Dominik. "Baiklah Dad, Karina akan membantu Nick sepertinya dia kesusahan" kata Karina meninggalkan Dady nya sendirian.
"Honey, duduk lah sebentar lagi akan matang, aku tidak mau kau kecapean dan jatuh sakit" pinta Garrett.
"Baiklah, aku akan menemani Deduska saja"
"Itu jauh lebih baik" Garrett tersenyum. "Ish kau ini, tinggal bilang tidak mau di ganggu Ayumi" membuat Garrett tertawa. Ayumi mengecup bibir Garrett sekilas membuat Garrett merasa senang karena ini kali pertama Ayumi seberani itu.
"Nick" sahut Karina mendekati Nick. Ia menoleh ke samping melihat Karina membantunya.
"Bagaimana bisa kau bisa tahu jika Rey masih hidup"
Deg
Nick tertegun sejenak. Ia tidak mengira jika Karina akan tahu.
"Nanti akan aku ceritakan semua selesai acara ini nona, karena disini tidak pas tempatnya"
"Baiklah Nick, apa ini sudah selesai semua, biar aku bantu bawakan ke sana"
__ADS_1