Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 180


__ADS_3

Hoek


Hoek


Hoek


"Rey, kau yakin akan melakukan pertandingan ini. Lihatlah dirimu saja masih mual dan muntah- muntah begitu. Aku mohon Rey, kita ... " Perkataan Lukas terpotong saat Rey sedang memuntahkan isi perutnya. Lukas membantu Rey yang masih di ruangan istirahat Rey. Lukas merasa Khawatir. Jika, Rey tetap kekeuh melanjutkan pertandingan ini. Bagi Lukas meski Rey tidak ikut pertandingan Minggu ini. Ia tetap menjadi juara tetap. Karena poin Rey dengan pembalap mobil lainnya masih kalah jauh dengan nya.


"Kau, bisa diam tidak sih, masih saja perkataan mu itu itu terus dari tadi," sentak Rey.


Tom masuk membawakan secangkir teh mint di atas nampan.


"Tom, kau bawa apa? Kenapa tergesa-gesa sekali, siapa yang sakit," tanya Sean dari jauh yang melihat Tom.


"Calon keponakan lho, Rey muntah-muntah. Mana pertandingan beberapa menit lagi." Jawab Tom.


"Astaga, Rey yang ngalamin morning sickness."


"Iya, sepertinya begitu."kata Tom. Mereka berdua masuk bersama.


"Rey, aku bawakan Teh mint, untuk mu." Teriak Tom. Ia meletakkan nampan berisi cangkir teh mint di atas meja.


"Rey, wajah mu pucat sekali," ujar Sean melihat wajah Rey yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Rey hanya diam saja. Karena kepalanya terasa pusing. Rey berjalan menuju ruangan yang ada Tom dan Sean.


"Sean, Kenapa kau masih disini, bukan nya bersiap sebentar lagi mulai." Kata Lucas.


"Aku hanya mengkhawatirkan dia saja."

__ADS_1


"Aku tidak apa Sean. Sebentar lagi juga sudah baik-baik saja." Rey mengambil cangkir teh mint yang di bawakan Tom.


"Tom, apa kau sudah menghubungi Nick."


"Sudah, Tapi ..." Tom menundukkan kepalanya.


Rey menghela napas panjang. Ia tahu pasti istrinya banyak alasan untuk mengikuti live streaming.


"Padahal, Jika, dia menyuruh ku untuk pulang, aku akan pulang." Gumam Rey.


"Sabar, Rey mood orang hamil."


Rey bangkit dari tempat duduknya. "Dimana wearpack ku. Tom,"


"Bukannya tuh lho sudah pakai?" Tanya Tom.


"Basah Tom, terkena muntahan tadi," timpal Lucas.


Lucas masih merasa khawatir dengan kondisi Rey, namun, ia masih ngotot ingin ikut dan ia merasa sudah baik-baik saja. Kini Rey sudah ada di dalam mobilnya.


"Rey ... " Sapa Lukas.


"Aku tidak apa-apa, kau tenang saja. Ok ... " Jawab Rey.


"Rey, Ayumi menghubungi." Kata Tom. Rey tersenyum saat mendengar Ayumi. Ini yang di tunggu Rey sedari tadi.


Tom menyerahkan gawai nya kepada Rey.


Rey mencoba tersenyum untuk menutupi wajah pucatnya.

__ADS_1


"Hallo baby, I Miss you," kata Rey.


"Ayumi juga." Kata Ayumi di sebrang telepon.


"Ish, lebay. tadi saja so so an tidak mau." Cibir Karina. Membuat Nick terkekek.


Karina melirik ke arah handphone milik Ayumi. Ia tidak sengaja melihat Sean yang hendak masuk kedalam mobilnya.


Sean bukan hanya seorang Pengacara muda yang sukses, tapi, dia juga seorang pembalap mobil yang satu team dengan Rey.


"Eh, Rey itu bukan nya Sean," sahut Karina. Membuat kedua sepasang suami istri meras terkejut.


"Rey, tolong panggil kan calon suami!" Pinta Karina.


"Honey, baby, sayang ... " Teriak Karina. Membuat Ayumi menutup telinganya dengan satu tangan nya.


Ayumi mencebik, acara video Call dengan Rey gagal. Karena Karina menganggu nya.


"Aunty ... " Teriak Ayumi.


"Why??" Jawab Karina.


"Aunty, itu punya handphone sendiri, kenapa tidak menelpon kak Sean saja." Mendengus kesal.


"Izh, pelit sekali, padahal ... "


"Ayumi, aduin nih ke Deduska. Karena aunty sudah ganggu orang hamil yang lagi ngidam." Ancam Ayumi. Sedangkan Rey dan Nick hanya menggelengkan kepalanya saja.


Karina menekuk wajahnya, karena tidak di bolehkah untuk mengobrol dengan Sean. Padahal satu tempat yang sama pikir Karina. Namun, tidak dengan Ayumi. Karena ia masih ingin berbicara banyak dengan Rey.meski waktunya terbatas.

__ADS_1




__ADS_2