Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 105


__ADS_3

Di pagi yang cerah secerah Rey yang baru merasakan malam pertama mereka yang tertunda. Rey menghargai Ayumi karena Ayumi masih sangat belia.


Rey mengecup bibir Ayumi yang masih terlelap dalam tidurnya. Ia tersenyum melihat Ayumi yang sangat mengemaskan saat tertidur.


"Makasih baby, kau sudah menjaganya selama ini untuk ku, meski kita sempat berpisah lama dan akhirnya tuhan mempertemukan kita kembali sebagai suami istri." Lirih Rey.


Ia bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi,. Setelah selesai membersihkan badannya ia lupa jika di kamar Ayumi belum ada baju Rey.


Pria bule yang sudah tidak perjaka lagi. Dia mengambil handphone dan menghubungi Nick untuk membawakan beberapa bajunya.


"Hallo Niek kau datang ke Mansion bawakan baju untuk ku, sekarang" ucap Rey.


"Ck, kau itu, sebelum kau perintah aku sudah ada di mansion sekarang," sahut Nick di sebrang telepon.ia mematikan sambungan teleponnya sebelum Rey bertanya lagi.


Tok .. tok..


"Ish, ini anak cepat sekali" gumam Rey.


ia melangkah menuju pintu kamar dan membuka pintu untuk Nick.


Nick yang ingin memaksa masuk di cegah Rey. "Kau mau kemana?" Tanya Rey.


"Masuklah" kata Nick santai.


"Tidak, sampai di sini saja" ujar Rey mengambil alih koper yang di bawa Nick.


Nick mengedarkan pandangannya ke arah kamar, melihat apa yang terjadi kenapa ia tidak boleh masuk untuk bertemu Ayumi.


"Nick kau cari siapa"


"Adik aku lah, Ayumi siapa lagi" matanya masih mencari keberadaan Ayumi. "Dimana dia, semalam aku belum memberi dia hadiah" tanya Nick. Ia memperlihatkan paper bag kepada Rey.


"Dia masih mandi" bohong Rey, ia tidak mau Nick meledek dirinya yang baru melakukan malam pertama yang tertunda.


"Iya sudah, ini titip, aku tunggu kalian di meja makan"


"Iya"


Rey kembali masuk kekamar, ia menaruh paper bag di atas Nakas. Ia membangunkan Ayumi.


"Baby, Come on get up" bisik Rey seraya mengelus pipi Ayumi yang lembut.


"Aunty hari ini Ayumi sudah selesai tidak ada kelas apapun" ucap Ayumi dengan mata yang masih terpejam ia malah mengeratkan selimutnya. Rey tersenyum geli. Ternyata Ayumi belum menyadari.


"Kebiasaan,jadi ingat dulu saat pertama kali tidur bersama hingga dia melempar ku ke lantai" pikir Rey mengingat momen saat pertama mereka menikah.


"Apa kita akan melakukan semalam honey" bisik Rey seraya tersenyum licik.


Ayumi mengerjapkan matanya ia baru sadar jika ia sudah kembali bersama Rey. "Kak, Ayumi masih ngantuk, badan juga rasanya sakit semua" rengek Ayumi.


"Tapi sayang, kita sarapan bersama dulu, sudah di tunggu di bawah, nanti bisa tidur lagi" seru Rey membelai wajah Ayumi. Rey mengendong Ayumi yang berbalut selimut meski belum ada perintah dari sang istri kecilnya untuk mandi.


Rey menundukkan Ayumi di atas closet, sedangkan Ayumi hanya diam, melihat perlakuan kecil Rey padanya dan Rey mengisi bath tube air hangat dan memberikan beberapa tetes aromaterapi agar Ayumi merasa rileks. Rey mengendong Ayumi kembali dan membaringkan tubuhnya kedalam bath tube.

__ADS_1


"Sini biar aku mandikan" seru Rey menatap tubuh Ayumi yang sudah terendam air. Membuat Ayumi melotot tajam. "Tidak" ia menutupi tubuhnya dengan tangan. Rey tertawa renyah.


"Aku bahkan sudah hafal setiap inci tubuh mu baby" Rey tersenyum.


Membuat pipi Ayumi memerah karena malu. "Kak Rey,tunggu di luar saja" kata Ayumi mengusir Rey.


"Serius tidak ingin di bantu, apa sudah tidak sakit baby?" Rey memainkan matanya.


Ayumi tidak menjawab ia malah mengusir Rey.


Rey tersenyum saat melihat tubuhnya banyak cakaran karena ulah sang istri kecilnya yang begitu agresif semalam.


Setelah dirasa cukup, Ayumi menyudahi acara berendam nya. Ia memakai bajunya dan keluar dari kamar mandi sudah rapih. Ayumi melihat Rey yang sedang sibuk dengan handphone nya.


Ayumi berteriak saat melihat lehernya, Setelah ia menatap cermin.


"Kak Rey" teriak Ayumi.


Huah...


Ayumi menangis melihat lehernya merah- merah.


"Baby kau kenapa, ada apa" tanya Rey ia merasa khawatir mendengar teriakkan dan tangisan Istrinya. Ia sudah ada di belakang Ayumi.


"Ini apa kenapa merah-merah kaya gini" Tanya Ayumi dengan polos ia belum tahu.


Membuat Rey tertawa melihat istrinya yang masih polos.


"Kak" Ayumi memukul dada Rey. "Kenapa malah tertawa bukannya bantu ambilkan obat apa ke" kesal Ayumi menyeka air matanya.


"Ini namanya jika baby adalah milik Rey seorang" kata Rey menjelaskan.


"Tapi kenapa tidak ilang" tanya Ayumi dengan polos.


Rey tersenyum ia mengambil foundation milik istrinya yang ada di meja kaca lalu ia oleskan pada bagian leher Ayumi.


"Selesai" sorak Rey.


Ayumi malah memicingkan matanya melihat Rey tahu obat untuk menutupi tanda merah di lehernya. "Sayang kenapa tahu jika pakai kaya gini" tanya Ayumi.


"Oh itu, suka lihat pramugari jika sedang bertugas lalu pakai ini" jawab Rey santai.


"Sayang" tanya Ayumi.


"Iya honey"


"Apa sayang melakukan hal kaya gini kepada semua pramugari" tanya Ayumi


Glek


Rey menelan Saliva mendengar pertanyaan Ayumi.


"Tidak baby" jawab singkat Rey.

__ADS_1


"Jangan bohong" Ayumi memajukan wajahnya menatap lekat mata Rey namun tidak ada tanda jika Rey sedang bohong.


"Sumpah honey, aku tidak pernah melakukan hal itu kepada siapa pun kecuali sama kamu"


"Sudah lah ayo kita turun" ajak Rey mengajak Ayumi untuk sarapan bersama.


Ayumi menurut ia turun kebawah menuju meja makan nampak semua orang sudah duduk menunggu mereka berdua.


"Hey kami sudah kelaparan kenapa kalian lama sekali" terik Nick yang melihat Ayumi dan Rey menuruni anak tangga.


"Pelan- pelan baby, apa masih sakit" bisik Rey.


"Sedikit" jawab Ayumi. "Apa perlu aku gendong menuju meja makan"


"No, Ayumi masih bisa berjalan."


Mereka sudah sampai di meja makan. "Pagi semua" sapa mereka berdua kepada orang yang sudah menunggu Ayumi dan Rey.


"Pagi sayang duduklah" jawab Tn. Deduska.


Ayumi membantu Rey mengambil makanan nya. Setelah itu baru Ayumi.


"Rey ini obat lho, sorry tadi lupa" kata Nick.


"Terimakasih" jawab Rey.


Ayumi menyelesaikan sarapan pagi nya dengan cepat.


"Deduska" sapa Ayumi.


"Iya sayang" jawab Tn. Dominik yang masih menikmati makanan nya.


"Apa Ayumi boleh meminta hadiah Ayumi sekarang"


"Tentu boleh sayang, kau ingin apa dari Deduska"


Ayumi tersenyum "Ayumi ingin anak Harimau apa boleh"


Uhuk... Uhuk...


Semua orang terbatuk mendengar permintaan Ayumi yang aneh.


"Sayang kenapa kamu ingin anak Harimau? Kenapa kau tidak ingin mobil atau liburan kemana atau apa jangan yang aneh-aneh dech Sayang" sahut Karina.


"Iya kau anak perempuan kenapa minta yang aneh gitu" timpal Nick.


"Ish, kalian kenapa sih, apa salah Ayumi meminta hadiah Ayumi sendiri" bentak Ayumi.


"Sayang," tegur Rey.


"Maaf, Ayumi hanya ingin hadiah dari Deduska jika Ayumi ingin meminta hadiah apa dan itu yang Ayumi minta apa salah, apa tidak boleh?"


"Baiklah, Deduska akan mengabulkan permintaan kamu sayang, Daniel yang akan mengurus surat ijinnya."

__ADS_1


"Ahh makasih Deduska" Ayumi menjulurkan lidahnya ke Nick dan Karina.


Rey hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri nya.


__ADS_2