
"Kamu harus menjelaskan semua masalah ini dengan Willi bahkan Jessica" kata Andreas yang sudah selesai mengobati luka putranya.
"Kasian Ayumi, meski Dady belum melihatnya tampaknya calon menantuku itu gadis yang baik"
"Dia memang gadis yang sangat baik dad, sehingga membuat putramu ini jatuh cinta kepadanya"
"Oh iya, Dady penasaran seperti apa sosok Ayumi itu, bawah kesini nak, Dady ingin kenal lebih dekat" kata Andreas.
"Jika waktunya tiba dad, karena ia baru saja kembali ke Moskow, dan rencana Garrett akan berkunjung ke Moskow lusa"
Andreas terkejut ternyata Ayumi baru saja kembali ke negaranya selama di Amerika ia belum sempat bertemu dengan nya. Bahkan putranya berencana akan berkunjung menemui Ayumi dan keluarga.
"Kenapa kau tidak bilang jika ia sudah kembali ke negaranya, jika sudah seperti ini Dady akan lama bertemunya nanti", kata Andreas dengan raut sedih.
"Dia harus kembali kuliah dad, Garrett tidak bisa memaksa Ayumi untuk tetap tinggal disini, lagi, mengingat disini ia hanya sedang perawatan setelah kecelakaan itu" sendu Garrett.
"Apa" Andreas terkejut, "Dady kira dia di sini sedang liburan" kata Andreas lagi.
"Tidak dad, ini juga karena Garrett sehingga kecelakaan itu terjadi" keluh Garrett.
Membuat Andreas merasa terkejut bertubi-tubi dari penuturan sang putra. "Kenapa bisa" tanya Andreas.
"Karena wajah Garrett mengingatkan kembali pada suaminya dulu yang sudah pergi selama- lamanya" Garrett menundukkan kepalanya.
"Iya Dad, dan Garrett tulus mencintai Ayumi bukan karena rasa ingin tanggung jawab tapi benar-benar tulus."
Andreas tidak habis pikir dengan putranya, yang ingin menikahi wanita yang pernah menikah dan bahkan Garrett menolak mentah- mentah saat Willi memperkenalkan beberapa wanita untuk di jadikan pacar atau kekasih "Yang terpenting kalian bahagia, Dady merestui hubungan kalian," kata Andres ia bangkit dari duduknya dan meninggalkan putranya.
Andreas masuk kedalam kamarnya ia mengunci pintu kamar dan ia membuka lemari yang tidak pernah ia buka dan mengambil kotak kecil.
Ia menatap benda kecil yang ada di dalam kotak tersebut. Ia mendesah berat dan menaruh kotak kecil itu kedalam lemari kembali.
🍃🍃🍃
Merasa perutnya mulai keroncongan dan belum memakan apapun dari siang, Jessica keluar dari kamarnya dengan wajah sembab dan rambut acak-acakan. dengan sedikit lesu ia melangkah mendekati kedua orangtuanya yang sedang makan malam bersama.
"Malam Dad, mom" sapa Jessica ia langsung duduk di hadapan mereka. Namun Jessica tidak lihat kedua orangtuanya yang sedang menatap nya tajam.
Jessica langsung mengambil makanan karena ia sudah merasa kelaparan.
"Jessica apa yang kau lakukan" Teriak Robert Muller kepada putrinya, karena ia sudah merasa geram dengan kelakuan putrinya.
Jessica menghentikan yang akan menyuap makanan nya kedalam mulutnya. "Dad, Jessi sedang makan" ucap Jessica. Ia kembali melanjutkan makannya. Namun Robert malah mengebrak meja hingga membuat Jessica dan Jenifer kaget.
"Dad, tenang" ia mengusap bahu suaminya.
"Dady kenapa, Jessica memang sedang makan, kenapa malah mengebrak meja" tanya Jessica yang belum tahu apa-apa.
"Diam Jessica Muller" bentak Robert.
Membuat Jessica terdiam karena ia merasa Dady nya sedang marah namun ia belum tahu kepada siapa ia marah, hingga dirinya kena sasaran Dadynya.
__ADS_1
Ia bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamarnya dan mengambil sesuatu dari dalam kamar. Pria paruh baya ini kembali lagi dan melempar sesuatu ke hadapan Putranya.
Jessica menatap mommy nya ia tidak tahu kenapa Dady memberikan iparnya kepada dirinya.
"Buka lah sayang, Kenapa sampai Dady mu marah seperti tadi"
Jessica menyalahkan iPad nya dan melihat rekaman video dimana dirinya menampar Ayumi di depan umum. Jessica baru tahu ia tersenyum sinis akan perbuatan nya.
"Itu akibatnya karena merebut kak Garrett dari Jessi" ucap Jessica dengan santai. Membuat Robert semakin murka kepada putrinya.
"Kau tahu apa akibatnya yang telah kau perbuat Jessi",
"Jessi senang, karena sudah membuat pelajaran kepada wanita itu" Jessica tersenyum tanpa merasa bersalah sedikitpun. "Tapi kami tidak, kau sudah membuat perusahaan hampir bangkrut, Dady sudah berjuang kerja keras hingga tidak mempedulikan keluarga apa lagi kamu tapi dengan mudahnya putri Dady sendiri yang telah menghancurkan nya"
Deg
Jessica sekarang sudah mengerti apa akibatnya yang telah ia perbuat malah membuat perusahaan Dady nya hampir bangkrut. Jessica hanya bisa diam mendengar kemarahan Dady nya, bagi Jessica ia sudah terbiasa mendengar Dady nya marah-marah.
"Kau harus minta maaf kepadanya, jika ingin masih di akui putri keluarga muller" kata Robert menekan kata akui namun Jessica tidak mempedulikan nya.
Membuat Jennifer dan Jessica terkejut jika Dady nya tidak mengakui nya sebagai putri keluarga muller.
"Dady apa-apa ini, Jessi tidak mau" tegas Jessica yang keras kepala. Ia meninggalkan kedua orangtuanya.
"Jessica, kau mau kemana, Dady belum selesai berbicara" teriak Robert. Ia berdiri ingin menyusul putrinya.
"Dad, biarkan saja, biar mommy yang membujuk Jessica" kata Jenifer menahan tangan suaminya.
Robert sudah tidak berselera makan malamnya ia pergi dan meninggalkan istrinya sendirian.
Tok.. tok..
"Sayang ini mommy, buka pintunya" ucap Jennifer mengetuk pintu kamar Jessica.
Namun Jessica tidak membuka pintunya. Ia malah berteriak untuk tidak mengganggunya. Jennifer mengerti ia pergi dari pintu kamar putrinya.
***
Karina menunggu Ayumi hingga sadar. Ia tidak mau meninggalkan keponakan nya itu.
Setelah beberapa jam Ayumi akhirnya tersadar dari pingsannya. Ayumi mengerjapkan matanya dan melihat sekelilingnya. Ia melihat Karina yang sedang duduk di sampingnya.
"Aunty" Ayumi memanggil Karina dengan suara yang pelan bahkan tidak terdengar sama sekali.
"Aunty" panggilan nya sama untuk kedua kalinya dengan sekuat tenaga memanggil Karina.
Karina mendengar suara Ayumi memanggilnya dan benar saja saat Karina menoleh Ayumi sudah sadar.
"Sayang, kau sudah bangun, apa ada yang sakit, biar aunty panggil Dokter, kebetulan ia masih di mansion" kata Karina.
Ayumi mengelengkan kepalanya. Karina membantu Ayumi untuk duduk dan ia menyenderkan tubuhnya di tepi ranjang.
__ADS_1
"Apa kau ingin minum sayang?" Tanya Karina. Ayumi mengangguk. Karina mengambil gelas kosong dan menuangkan air ke dalam gelas, lalu ia menyodorkan gelas berisi air kepada Ayumi.
"Sayang, aunty takut sekali tadi saat kau tiba-tiba tidak sadarkan diri di dekapan Nick"
"Maaf" hanya kata maaf yang Ayumi ucapkan. "Sayang kau tidak perlu minta maaf" Karina menggenggam tangan Ayumi. "Aunty mohon, berbagi cerita jika ada masalah kepada aunty juga, karena aunty tidak ingin melihat mu menderita sayang, aunty tahu kau susah sekali tapi kali ini aunty mohon " kata Karina.
Ayumi memeluk tubuh Karina. " Maafkan Ayumi yang sudah membuat aunty cemas dan khawatir" ia meneteskan air matanya. Mereka mengurai pelukannya.
Karina menghapus air matanya. "Sudah tidak boleh sedih lagi, apa kau tidak ingin menghubungi kekasihmu"
Ayumi terdiam. Ia baru ingat dengan kekasihnya itu dan ia tahu jika Garrett akan marah mesti tidak marah langsung di hadapannya.
"Garrett pasti akan merasa kecewa jika kau ingin melepas pria sebaik Garrett untuk mantan sahabatmu itu",
Ayumi kaget kenapa Karina bisa tahu jika ia ingin melepas Garrett. "Aunty mendengar semuanya sayang, padahal aunty lihat kau kembali ceria dan bahagia saat bersama dia"
Karina menyodorkan handphone nya untuk menghubungi Garrett. Ia menerima dan menghubungi nya.
"Hallo" sapa di sebrang telepon.
Namun Ayumi hanya diam saja, ia bahkan merasa menyesal telah berencana akan melepaskan pria yang sangat baik dan sayang kepada yang mirip Rey itu untuk Jessica.
"Hallo aunty Karina" ucap Garrett kembali karena tidak ada suara apapun.
Ayumi menangis hingga Garrett mendengarnya. Ia baru tahu jika yang menelpon Ayumi bukan Karina.
"Baby.. kau kah itu sayang" kata Garrett kembali ia merasa senang karena Ayumi menghubunginya.
"Iya sayang" jawab Ayumi.
Karina tersenyum dan ia mengecup kening Ayumi dan meninggalkan Ayumi ia tidak ingin menganggu mereka berdua.
"Oh my God baby, aku merasa senang akhirnya aku bisa mendengar mu lagi, kau tahu aku merasa khawatir saat mendengar Jessica menampar mu Honey, apa masih sakit" tanya Garret.
Ayumi terdiam. Garrett mengganti panggilan telpon menjadi video Call. Ia ingin melihat wanitanya.
Ayumi terkejut saat melihat wajah Garrett penuh dengan luka lebam.
"Kak itu" kata Ayumi. Garrett tersenyum. "Tidak apa-apa ini masalah antar laki-laki baby, kau tidak perlu khawatir, aku malah lebih menghawatirkan keadaan mu"
"Maaf", Ayumi menunduk "Ayumi selalu membuat sayang khawatir"
"it's Ok baby", Garrett tersenyum. namun ia tidak sengaja melihat tangan Ayumi yang di pasang infus. " Baby! kamu sakit? kenapa harus di infus",
Deg
Ayumi baru sadar jika Garrett belum mengetahui.
"Maafkan aku baby, karena aku kau sakit", kata Garrett.
"Tidak sayang, kenapa kamu yang harus meminta maaf, istirahat bentar sembuh", Ayumi mencoba meyakinkan Garrett untuk tidak selalu merasa khawatir kepada nya.
__ADS_1
Tunggu aku Honey, aku akan datang untuk mu.
Batin Garrett ia yang akan memberikan kejutan dengan kedatangan nya yang lebih cepat dari janjinya dulu saat Ayumi akan kembali ke Moskow.